LAMPIRAN 1Pencari
Kebenaran
Pembaca yang budiman, tidak seorang pun dipaksa untuk menerima kebenaran
ini. Namun hal ini sangat memalukan bagi seorang intelek jika tidak tertarik
untuk mengetahui kebenaran ini.
Islam mengajarlran bahwa pencipta kita memberi manusia kemampuan untuk mempertimbangkan.
Oleh karena itu, menjadi kewajiban mereka untuk merundingkan hal itu secara
objektif dan sistematik dengan mempertimbangkannya, bertanya, dan merenungkan.
Tidak seorangpun yang harus menuntut Anda membuat keputusan singkat untuk
menerima beberapa ajaran Islam. Agama Islam mengajarkan manusia bebas dalam
memilih. Bahkan ketika seseorang dihadapkan dengan kebenaran, tidak ada paksaan
baginya untuk menerimanya.
Namun, sebelum Anda mulai membentuk opini tentang Islam, tanyakan dulu
kepada diri Anda sendiri apakah pengetahuan Anda tentang hal itu sudah cukup
teliti. Tanyakan kepada diri Anda apakah pengetahuan yang diperoleh itu
berhubungan dengan ketiga sumber yang mana mereka mungkin hanya menjabarkan
sekilas pandangan mereka secara sembarangan dari tulisan Islam dan belum
mengetahui Islam secara objektif dan sistematik.
Apakah cukup adil jika seseorang harus membuat sebuah opini tentang rasa
hidangan tertentu hanya dari kabar orang lain yang mana mereka belum merasakan
hidangan itu dengan pasti? Demikian juga jika Anda memahami Islam dari sumber
yang dapat dipercaya dan belum merasakannya, Anda harus mencermatinya dengan
baik sebelum Anda membuat
opini. Maka, akan ada pendekatan intelektual kepada kebenaran.
Jika Anda melangkah kepada kebenaran, Islam secara terus-menerus
menenteramkan hati Anda dan memberi kebebasan untuk memilih kebenaran dan
kebebasan yang digunakan Tuhan memberi kemampuan berpikir dan mempertimbangkan
akan dihormati. Untuk itulah setiap manusia memiliki kemauan sendiri. Tidak
seorang pun yang dapat menarik kemauan orang lain dan memaksa Anda untuk tunduk
kepada pencipta kita, Anda harus mengetahui dan membuat keputusan sendiri.
Semoga dengan perjalanan intelektual Anda menuju kebenaran yang bermanfaat
dan menyenangkan.
LAMPIRAN 2Cahaya
Kebenaran
Apakah hidup itu? Keberadaan manusia di dunia ini dan penciptaan seluruh
alam semesta ini bukan secara kebetulan atau hasil alam secara kebetulan saja.
Alam semesta ini, setiap atom yang tunggal menunjukkan dan menuntun kita kepada
cinta yang sesungguhnya, kemurahan hati, dan kekuatan sang pencipta. Tanpa
adanya pencipta, tidak ada sesuatu pun yang bisa eksis. Setiap jiwa itu
mengetahui bahwa keberadaannya itu tergantung kepada Sang Pencipta. Dia tahu
dengan pasti bahwa dia tidak dapat menciptakan dirinya sendiri. Oleh karena
itu, menjadi kewajibannya untuk mengetahui Tuannya yaitu Sang Pencipta.
MANUSIA: Manusia adalah makhluk yang unik. Tuhan memberikan manusia
kemampuan untuk memerintah semua makhlukyang lain di dunia ini. Dia membantu
dengan memberi kemampuan mempertimbangkan yang lengkap dibandingkan dengan
binatang. Dengan kemampuan untuk melihat dan membedakan, manusia diberi
kebebasan sendiri untuk memilih jalan hidup yang pantas bagi kedudukannya,
apakah dia jatuh lebih rendah daripada binatang atau ciptaan yang lain. Setiap
manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan diberi pilihan untuk mengerjakan
perbuatan yang pantas atau memperturutkan hatinya yang menuju ke limbah dosa.
PETUNJUK TUHAN : Sang Pencipta, di luar dari cinta-Nya yang berlimpah dan
kemurahan-Nya untuk manusia, tidak meninggalkan kita dalam kegelapan untuk
mengetahui garis kebenaran dengan mencoba dan bersalah sendiri. Berhubungan
dengan kemampuan intelektual kita untuk mempertimbangkan, Pencipta kita memberikan
kita petunjuk ketuhanan bahwa garis besar kriteria kebenaran, ilmu pengetahuan,
dan realitas keberadaan kita di dunia dan di akhirat.
WAHYU : Dari awal manusia, Sang Pencipta kita mengutus nabi untuk
menyampaikan wahyu-Nya dan mengajak manusia untuk mengikuti garis perdamaian
yang benar dan taat kepada Tuhan yang satu. Inilah Islam. Inilah pesan yang
disampaikan untuk generasi manusia yang berturut-turut melalui nabi yang
berbeda beda, untuk mengajak seluruh umat manusia kepada garis edar yang sama.
Akan tetapi seluruh pesan yang awal atau wahyu dari Allah itu diubah oleh orangorang
generasi setelahnya.
Sebagai hasilnya, wahyu yang suci yang berasal dari Sang Pencipta itu
dicampuri dan dikotori dengan cerita yang dibuat-buat, takhayul, menyembah berhala
dan ideologi fllosofis yang tidak rasional. Agama Allah dalam pengertian hilang
dalam agama yang berlebihan. Sejarah manusia adalah sebuah perjanjian dari
penyimpangan manusia antara terang dan kegelapan, tetapi Allah di luar
cinta-Nya yang melimpah untuk manusia tidak mengabaikan kita.
WAHYU TERAKHIR: Ketika manusia berada dalam masa kegelapan, Pencipta kita
mengutus Rasul-Nya yang terakhir, Nabi Muhammad SAW untuk menyelamatkan manusia
dengan wahyu yang terakhir sebagai sumber petunjuk terakhir dan permanen untuk
seluruh dunia.
KRITERIA KEBENARAN: Kriteria berikut dapat paling berguna sebagaimana
ukuran untuk mengetahui wahyu terakhir yang autentik (al-Quran)
sebagaimana firman Allah SWT:
1. Ajaran yang
rasional: Karena Pencipta kita memberikan pertimbangan dan intelektual kepada
kita, inilah kewajiban kita menggunakannya untuk membedakan kebenaran dari
kebohongan. Sungguh, wahyu itu dari Allah, pasti rasional, dan dapat
dirundingkan tanpa ada pikiran yang memihak.
2. Kesempurnaan:
Karena Pencipta kita itu sempurna, wahyu-Nya pasti sempurna dan akurat, bebas
dari kesalahan, kelalaian, penambahan/interpolasi dan versi yang
bermacam-macam. Pasti bebas dari kontradiksi dalam penyampaiannya.
3. Tidak ada
cerita yang dibuat-buat atau takhayul: Wahyu yang benar bebas dari cerita yang
dibuatbuat atau takhayul yang menurunkan martabat Sang Pencipta atau diri
manusia.
4. Ilmiah: Karena
Sang Pendpta kita adalah Pencipta seluruh ilmu pengetahuan, wahyu yang benar
pastl ilmiah dan dapat bertahan terhadap tantangan ilmu pengetahuan di setiap
saat.
5. Ramalan yang
berdasarkan fakta: Karena Pendpta kita lebih tahu masa lalu, sekarang, dan masa
yang akan datang, maka ramalan-Nya dalam wahyuNya dimasukkan sebagai ramalan.
6. Tidak dapat
ditiru manusia: Wahyu yang benar adalah sempurna dan tidak dapat ditiru
manusia. Wahyu Allah yang benar adalah keajaiban yang hidup, sebuah kitab yang
membuka tantangan manusia untuk melihat dan membuktikan kepada diri mereka
sendiri keautentikannya / keasliannya atau ketelitiannya.
LAMPIRAN 3 Apakah Islam
Itu ?
Dapatkah kita menemukan penjelasan untuk alam semesta yang luas? Apakah
ada interprestasi yang meyakinkan tentang rahasia keberadaannya? Kita sadar
bahwa tidak ada keluarga yang berfungsi dengan baik tanpa tanggung jawab
pemimpinnya. Tidak ada kota yang dapat memakmurkan keberadaannya tanpa pemerintahan yang jelas.
Dan tidak ada negara yang dapat hidup tanpa adanya seorang pemimpin. Kita juga
sadar bahwa tidak sesuatu pun datang dengan berdiri sendiri.
Terlebih lagi, kita mengamati bahwa keberadaan alam semesta dan fungsinya
dalam tatanan yang paling rapi dan
terus hidup selama ratusan bahkan ribuan tahun. Dapatkah kita
mengatakan bahwa semua ini secara
kebetulan dan tanpa terencana? Dapatkah kita menghubungkan keberadaan
manusia dari seluruh dunia
ini kebetulan belaka? Apa yang digambarkan manusia hanyalah bagian kecil dari
alam semesta dan jika dapat membuat rencananya dan menyadari manfaat rencana itu
kemudian keberadaan dan keberlangsungan alam semesta ini pasti juga berdasarkan
rencana yang bijaksana.
Hal ini berarti bahwa ada kehendak yang terpola di belakang keberadaan
jasmaniah kita dan ada kekuatan yang luar biasa untuk membawa hal-hal itu ada
dan menjaga mereka tetap berjalan. Pasti ada kekuatan yang besar di dunia ini
dalam bertindak untuk menjaga segala sesuatu. Alam yang indah ini pasti ada
Pencipta Yang Maha Besar yang membuat bagian-bagian seni itu sangat menarik dan
menghasilkan segala sesuatu untuk tujuan khusus dalam kehidupan ini.
Orang yang senantiasa mendapat penerangan yang mendalam mengakui pencipta
Nya dan menyebut-Nya Allali. Dia bukanlah manusia, sebab manusia itu tidak
dapat menciptakan atau membuat manusia yang lain. Dia juga bukan binatang
maupun tumbuhan. Dia bukan berhala, patung, atau sejenisnya, sebab tidak ada
sesuatu apa pun yang dapat membuat dirinya sendiri atau menciptakan sesuatu
yang lain. Dia berbeda dengan seluruh benda sebab Dia adalah Pencipta dan
Penjaga seluruhnya. Pencipta pasti berbeda dan jauh Maha Besar dari benda-benda
yang Dia ciptakan.
Ada beberapa jalan untuk mengetahui Allah dan ada beberapa hal untuk
memberitakan tentang-Nya. Suatu mukjizat besar yang mengagumkan dan mengesankan
di dunia adalah kitab yang terbuka bagi siapa saja yang kita dapat membaca
tentangnya. Lagipula Allah memberi pertolongan kepada kita melalui beberapa
rasul dan wahyu-Nya yang mana Dia menurunkan untuk seluruh umat manusia. Rasul
dan wahyu ini menjelaskan segala hal kepada kita yang mana kita perlu
mengetahui Sang Pencipta kita.
Ajaran dan petunjuk yang lengkap yang mendukung pencipta kita sebagaimana
yang dinyatakan melalui semua rasul-Nya adalah agama Islam. Islam memerintahkan
supaya yakin dengan
keesaan Allah yang membuat manusia sadar akan berartinya alam semesta sebagai
tempatnya. Keyakinan ini membebaskan manusia dari rasa takut dan takhayul yang
membuat dia sadar akan keberadaan Allah Yang Maha Kuasa dan kewajiban
terhadap-Nya.
Keyakinan ini harus dilaksanakan dengan tindakan, percaya saja tidaklah
cukup. Percaya dengan adanya satu tuhan "Allah" membutuhkan apa yang
kita cari terhadap seluruh manusia sebagai satu keluarga di alam semesta di
bawah kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa dan Yang Memelihara seluruhnya. Islam
menolak ide dari pilihan orang yang menjadi tanggung jawab yang lain. Islam
menyetujui kepercayaan terhadap Sang Pencipta dan yang mengerjakan perbuatan yang
baik akan masuk ke surga. Dengan demikian, ada hubungan langsung yang dibangun
dengan Allah tanpa ada perantara.
Islam bukanlah agama baru. Pada intinya ada pesan dan petunjuk yang sama
yang Allah turunkan kepada rasul-rasul-Nya seperti Nabi Adam AS, Henog AS, Nuh
AS, Ibrahim AS, Ismail AS, Ishak AS, Daud AS, Musa AS, Isa AS, dan Muhammad SAW
Namun, pesan yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah Islam yang lebih
luas, lengkap, dan paling akhir.
Al-Quran diturunkan dalam bentuk firman Allah dan sebagai sumber dasar
ajaran dan hukum Islam. Di dalamnya berhubungan dengan dasar iman, moral,
sejarah manusia, ibadah, pengetahuan, kebijakan, hubungan manusia dengan Tuhan,
hubungan manusia dengan segala aspek. Di dalamnya berisi ajaran yang lengkap
yang dapat dibangun sistem yang logis dan keadilan sosial, ekonomi, politik,
perundang-undangan, ilmu hukum/yurisprudensi, hukum, dan hubungan internasional
yang mana isi dari al-Quran seluruhnya penting.
Hadis yang berisi ajaran, perkataan, persetujuan, dan tindakan Nabi
Muhammad SAW yang disampaikan dengan cermat dan dikumpulkan oleh teman
setianya, penjelasan dan uraian secara terperinci ada di dalam ayat-ayat
al-Quran.
No comments:
Post a Comment
ini komentar