Showing posts with label fiqih wanita. Show all posts
Showing posts with label fiqih wanita. Show all posts

Sunday, 3 April 2016

jilbab yang benar

Islam adalah ajaran yang sangat sempurna, sampai-sampai cara berpakaianpun dibimbing oleh Alloh Dzat yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita. Bisa jadi sesuatu yang kita sukai, baik itu berupa model pakaian atau perhiasan pada hakikatnya justeru jelek menurut Alloh. Alloh berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Allohlah yang Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (Al Baqoroh : 216). Oleh karenanya marilah kita ikuti bimbingan-Nya dalam segala perkara termasuk mengenai cara berpakaian.

Perintah dari atas langit
Alloh Ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimah untuk berjilbab sesuai syari’at. Alloh berfirman, “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang. Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang”. (Al Ahzab : 59).

Ketentuan jilbab menurut syari’at
Berikut ini beberapa ketentuan jilbab syar’i ketika seorang muslimah berada di luar rumah atau berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahrom (bukan ‘muhrim’, karena muhrim berarti orang yang berihrom) yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shohihah dengan contoh penyimpangannya, semoga Alloh memudahkan kita untuk memahami kebenaran dan mengamalkannya serta memudahkan kita untuk meninggalkan busana yang melanggar ketentuan Robbul ‘alamiin.

1.Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab : 59, An Nuur : 31). Selain keduanya seperti leher dan lain-lain, maka tidak boleh ditampakkan walaupun cuma sebesar uang logam, apalagi malah buka-bukaan. Bahkan sebagian ulama mewajibkan untuk ditutupi seluruhnya tanpa kecuali-red.

2. Bukan busana perhiasan yang justru menarik perhatian seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik !!! ; ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan diantara sesama muslimin. Sadarlah wahai kaum muslimin…

3. Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan. Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.

4. Tidak diberi wangi-wangian atau parfum karena dapat memancing syahwat lelaki yang mencium keharumannya. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang wanita diantara kalian hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali dia memakai wewangian” (HR. Muslim). Kalau pergi ke masjid saja dilarang memakai wewangian lalu bagaimana lagi para wanita yang pergi ke kampus-kampus, ke pasar-pasar bahkan berdesak-desakkan dalam bis kota dengan parfum yang menusuk hidung ?!. Wallohul musta’an.

5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki seperti memakai celana panjang, kaos oblong dan semacamnya. Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori).

6. Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Nabi senantiasa memerintahkan kita untuk menyelisihi mereka diantaranya dalam masalah pakaian yang menjadi ciri mereka.

7. Bukan untuk mencari popularitas. Untuk apa kalian mencari popularitas wahai saudariku ? Apakah kalian ingin terjerumus ke dalam neraka hanya demi popularitas semu. Lihatlah isteri Nabi yang cantik Ibunda ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha yang dengan patuh menutup dirinya dengan jilbab syar’i, bukankah kecerdasannya amat masyhur di kalangan ummat ini?. Wallohul muwaffiq.

Khadijah Binti Khuwailid


Khadijah Binti Khuwailid Radhiallâhu 'Anha

Sang Kekasih yang Selalu Dikenang Jasanya



kuburan-sayyidah-khadijah-al-kubra-putranya-qasim-di-pojok_o.jpgBeliau adalah seorang sayyidah wanita sedunia pada zamannya. Dia adalah putri dari Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah. Dijuluki ath-Thahirah yakni yang bersih dan suci. Sayyidah Quraisy ini dilahirkan di rumah yang mulia dan terhormat kira-kira 15 tahun sebelum tahun fill (tahun gajah). Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mulia dan pada gilirannya beliau menjadi seorang wanita yang cerdas dan agung. Beliau dikenal sebagai seorang yang teguh dan cerdik dan memiliki perangai yang luhur. Karena itulah banyak laki-laki dari kaumnya menaruh simpati kepadanya. Pada mulanya beliau dinikahi oleh Abu Halah bin Zurarah at-Tamimi yang membuahkan dua orang anak yang bernama Halah dan Hindun. Tatkala Abu Halah wafat, beliau dinikahi oleh Atiq bin 'A'id bin Abdullah al-Makhzumi hingga beberapa waktu lamanya namun akhirnya mereka cerai. Setelah itu banyak dari para pemuka-pemuka Quraisy yang menginginkan beliau tetapi beliau memprioritaskan perhatiannya dalam mendidik putra-putrinya, juga sibuk mengurusi perniagaan yang mana beliau menjadi seorang yang kaya raya. Suatu ketika, beliau mencari orang yang dapat menjual dagangannya, maka tatkala beliau mendengar tentang Muhammad sebelum bi'tsah (diangkat menjadi Nabi), yang memiliki sifat jujur, amanah dan berakhlak mulia, maka beliau meminta kepada Muhammad untuk menjualkan dagangannya bersama seorang pembantunya yang bernama Maisarah. Beliau memberikan barang dagangan kepada Muhammad melebihi dari apa yang dibawa oleh selainnya. 

Muhammad al-Amin pun menyetujuinya dan berangkatlah beliau bersama Maisarah dan Allah menjadikan perdagangannya tersebut menghasilkan laba yang banyak. Khadijah merasa gembira dengan hasil yang banyak tersebut karena usaha dari Muhammad, akan tetapi ketakjubannya terhadap kepribadian Muhammad lebih besar dan lebih mendalam dari semua itu. Maka mulailah muncul perasaan-perasaan aneh yang berbaur dibenaknya, yang belum pernah beliau rasakan sebelumnya. Pemuda ini tidak sebagamana kebanyakan laki-laki lain dan perasaan-perasaan yang lain. Akan tetapi dia merasa pesimis; mungkinkah pemuda tersebut mau menikahinya, mengingat umurnya sudah mencapai 40 tahun? Apa nanti kata orang karena ia telah menutup pintu bagi para pemuka Quraisy yang melamarnya? Maka disaat dia bingung dan gelisah karena problem yang menggelayuti pikirannya, tiba-tiba muncullah seorang temannya yang bernama Nafisah binti Munabbih, selanjutnya dia ikut duduk dan berdialog hingga kecerdikan Nafisah mampu menyibak rahasia yang disembuyikan oleh Khodijah tentang problem yang dihadapi dalam kehidupannya. Nafisah membesarkan hati Khadijah dan menenangkan perasaannya dengan mengatakan bahwa Khadijah adalah seorang wanita yang memiliki martabat, keturunan orang terhormat, memiliki harta dan berparas cantik.Terbukti dengan banyaknya para pemuka Quraisy yang melamarnya. 

Selanjutnya, tatkala Nafisah keluar dari rumah Khadijah, dia langsung menemui Muhammad al-Amin hingga terjadilah dialog yang menunjukan kelihaian dan kecerdikannya: Nafisah : Apakah yang menghalangimu untuk menikah wahai Muhammad? Muhammad : Aku tidak memiliki apa-apa untuk menikah . Nafisah : (Dengan tersenyum berkata) Jika aku pilihkan  untukmu seorang wanita yang kaya raya, cantik dan berkecukupan, maka apakah kamu mau menerimanya?

Muhammad : Siapa dia ? Nafisah : (Dengan cepat dia menjawab) Dia adalah Khadijah binti Khuwailid Muhammad : Jika dia setuju maka akupun setuju. Nafisah pergi menemui Khadijah untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, sedangkan Muhammad al-Amin memberitahukan kepada paman-paman beliau tentang keinginannya untuk menikahi sayyidah Khadijah. Kemudian berangkatlah Abu Tholib, Hamzah dan yang lain menemui paman Khadijah yang bernama Amru bin Asad untuk melamar Khadijah bagi putra saudaranya, dan selanjutnya menyerahkan mahar. Setelah usai akad nikah, disembelihlah beberapa ekor hewan kemudian dibagikan kepada orang-orang fakir. Khadijah membuka pintu bagi keluarga dan handai taulan dan diantara mereka terdapat Halimah as-Sa'diyah yang datang untuk menyaksikan pernikahan anak susuannya. Setelah itu dia kembali ke kampungnya dengan membawa 40 ekor kambing sebagai hadiah perkawinan yang mulia dari Khadijah, karena dahulu dia telah menyusui Muhammad yang sekarang menjadi suami tercinta. Maka jadilah Sayyidah Quraisy sebagai istri dari Muhammad al-Amin dan jadilah dirinya sebagai contoh yang paling utama dan paling baik dalam hal mencintai suami dan mengutamakan kepentingan suami dari pada kepentingan sendiri.


Manakala Muhammad mengharapkan Zaid bin Haritsah, maka dihadiahkanlah oleh Khadijah kepada Muhammad. Demikian juga tatkala Muhammad ingin mengembil salah seorang dari putra  amannya, Abu Tholib, maka Khadijah menyediakan suatu ruangan bagi Ali bin Abi Tholib radhiallâhu 'anhu agar dia dapat mencontoh akhlak suaminya, Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam . Allah memberikan karunia pada rumah tangga tersebut berupa kebehagaian dan nikmat yang berlimpah, dan mengkaruniakan pada keduanya putra-putri yang bernama al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqqayah, Ummi Kalsum dan Fatimah. Kemudian Allah Ta'ala menjadikan Muhammad al-Amin ash-Shiddiq menyukai Khalwat (menyendiri), bahkan tiada suatu aktifitas yang lebih ia sukai dari pada menyendiri. Beliau menggunakan waktunya untuk beribadah kepada Allah di Gua Hira' sebulan penuh pada setiap tahunnya. Beliau tinggal didalamnya beberapa malam dengan bekal yang sedikit jauh dari perbuatan sia-sia yang dilakukan oleh orang-orang Makkah yakni menyembah berhala

dan lain lain. 

Sayyidah ath-Thahirah tidak merasa tertekan dengan tindakan Muhammad yang terkadang harus berpisah jauh darinya, tidak pula beliau mengusir kegalauannya dengan banyak pertanyaan maupun mengobrol yang tidak berguna, bahkan beliau mencurahkan segala kemampuannya untuk membantu suaminya dengan cara menjaga dan menyelesaikan tugas yang harus dia kerjakan dirumah. Apabila dia melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam pergi ke gua, kedua matanya senantiasa mengikuti suaminya terkasih dari jauh. Bahkan dia juga menyuruh orang-orang untuk menjaga beliau tanpa mengganggu suaminya yang sedang menyendiri. Rasulullah Shallallahu

'alaihi wasallam tinggal di dalam gua tersebut hingga batas waktu yang Allahkehendaki, kemudian datanglah Jibril dengan membawa kemuliaan dari Allah  sedangkan beliau di dalam gua Hira' pada bulan Ramadhan. Jibril datang dengan membawa wahyu. Selanjutnya beliau Nabi Saw keluar dari gua menuju rumah beliau dalam kegelapan fajar dalam keadaaan takut, khawatir dan menggigil seraya berkata: ''Selimutilah aku &.selimutilah aku &''. Setelah Khadijah meminta keterangan perihal peristiwa yang menimpa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menjawab:''Wahai Khadijah sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku''. Maka Istri yang dicintainya dan yang cerdas itu menghiburnya dengan percaya diri dan penuh keyakinan berkata: ''Allah akan menjaga kita wahai Abu Qasim, bergembiralah wahai putra pamanku dan teguhkanlah hatimu. Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, sugguh aku berharap agar anda menjadi Nabi bagi umat ini. Demi Allah, Dia tidak akan menghinakanmu selamanya, sesungguhnya anda telah menyambung silaturahmi, memikul beban orang yang memerlukan, memuliakan tamu dan menolong para pelaku kebenaran. 

Maka menjadi tentramlah hati Nabi berkat dukungan ini dan kembalilah ketenangan beliau karena pembenaran dari istrinya dan keimanannya terhadap apa yang beliau bawa. Namun hal itu belum cukup bagi seorang istri yang cerdas dan bijaksana, bahkan beliau dengan segera pergi menemui putra pamannya yang bernama waraqah bin Naufal, kemudian beliau ceritakan perihal yang terjadi pada Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam . Maka tiada ucapan yang keluar dari mulutnya selain perkataan: ''Qudus&.Qudus&..Demi yang jiwa Waraqah ada ditangan-Nya, jika apa yang engkau ceritakan kepadaku benar, maka sungguh telah datang kepadanya Namus Al-Kubra sebagaimana yang telah datang kepada Musa dan Isa, dan Nuh alaihi sallam secara langsung. Tatkala melihat kedatangan Nabi, sekonyong-konyong Waraqah berkata: ''Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, Sesungguhnya engkau adalah seorang Nabi bagi umat ini, pastilah mereka akan mendustakan dirimu, menyakiti dirimu, mengusir dirimu dan akan memerangimu. Seandainya aku masih menemui hari itu sungguh aku akan menolong dien Allah ''. Kemudian ia mendekat kepada Nabi dan mencium ubun-ubunnya. Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: '' Apakah mereka akan mengusirku?''. Waraqah menjawab: ''Betul, tiada seorang pun yang membawa sebagaimana yang engkau bawa melainkan pasti ada yang menentangnya.



Kalau saja aku masih mendapatkan masa itu &kalau saja aku masih hidup&''. Tidak beberapa lama kemudian Waraqah wafat. Menjadi tenanglah jiwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam tatkala mendengar penuturan Waraqah, dan beliau mengetahui bahwa akan ada kendala-kendala di saat permulaan berdakwah, banyak rintangan dan beban. Beliau juga menyadari bahwa itu adalah sunnatullah bagi para Nabi dan orang-orang yang mendakwahkan dien Allah. Maka beliau menapaki jalan dakwah dengan ikhlas semata-mata karena Allah Rabbul Alamin, dan beliau mendapatkan banyak gangguan dan intimidasi. Adapun Khadijah adalah seorang yang pertama kali beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang pertama kali masuk Islam. Beliau adalah seorang istri Nabi yang mencintai suaminya dan juga beriman, berdiri mendampingi Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam yang dicintainya untuk menolong, menguatkan dan membantunya serta menolong beliau dalam menghadapi kerasnya gangguan dan ancaman sehingga dengan hal itulah Allah meringankan beban Nabi-Nya.Tidaklah beliau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, baik penolakan maupun pendustaan yang menyedihkan beliau Shallallahu 'alaihi wasallam kecuali Allah melapangkannya melalui istrinya bila beliau kembali ke rumahnya. Beliau (Khadijah) meneguhkan pendiriannya, menghiburnya, membenarkannya dan mengingatkan tidak berartinya celaan manusia pada beliau Shallallahu 'alaihi wasallam. Dan ayat-ayat Al-Qur'an juga mengikuti (meneguhkan Rasulullah), Firman-Nya: ''Hai orang-orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Rabb-Mu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (belasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabb-Mu, bersabarlah!''(Al-Muddatstsir:1-7). Sehingga sejak saat itu Rasulullah yang mulia memulai lembaran hidup baru yang penuh barakah dan bersusah payah. Beliau katakan kepada sang istri yang beriman bahwa masa untuk tidur dan bersenang-senang sudah habis.



Khadijah radhiallâhu 'anha turut mendakwahkan Islam disamping suaminya -semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada beliau. Diantara buah yang pertama adalah Islamnya Zaid bin Haritsah dan juga keempat putrinya semoga Allah meridhai mereka seluruhnya. Mulailah ujian yang keras menimpa kaum muslimin dengan berbagai macam bentuknya, akan tetapi Khadijah berdiri kokoh bak sebuah gunung yang tegar kokoh dan kuat. Beliau wujudkan Firman Allah Ta'ala: ''Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: 'Kami telah beriman' , sedangkan mereka tidak diuji lagi?'' . (Al-'Ankabut:1-2). Allah memilih kedua putranya yang pertama Abdullah dan al-Qasim untuk menghadap Allah tatkala keduanya masih kanak-kanak, sedangkan Khadijah tetap bersabar. Beliau juga melihat dengan mata kepalanya bagaimana syahidah pertama dalam Islam yang bernama Sumayyah tatkala menghadapi sakaratul maut karena siksaan para thaghut

hingga jiwanya menghadap sang pencipta dengan penuh kemuliaan. 

Beliau juga harus berpisah dengan putri dan buah hatinya yang bernama Ruqayyah istri dari Utsman bin Affan radhiallâhu 'anhu karena putrinya hijrah ke negeri Habsyah untuk menyelamatkan diennya dari gangguan orang-orang musyrik. Beliau saksikan dari waktu ke waktu yang penuh dengan kejadian besar dan permusuhan. Akan tetapi tidak ada kata putus asa bagi seorang Mujahidah. Beliau laksanakan setiap saat apa yang difirmankan Allah Ta'ala : ''Kamu sungguh-sungguh akan duji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberikan kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, ganguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang di utamakan ''. (Ali Imran:186). Sebelumnya, beliau juga telah menyaksikan seluruh kejadian yang menimpa suaminya al-Amin ash-Shiddiq yang mana beliau berdakwah di jalan Allah, namun beliau menghadapi segala musibah dengan kesabaran. Semakin bertambah berat ujian semakin bertambahlah kesabaran dan kekuatannya. Beliau campakkan seluruh bujukan kesanangan dunia yang menipu yang hendak ditawarkan dengan aqidahnya. Dan pada saat-saat itu beliau bersumpah dengan sumpah yang menunjukkan keteguhan dalam memantapkan kebenaran yang belum pernah dikenal orang sebelumnya dan tidak bergeming dari prinsipnya walau selangkah semut. Beliau bersabda: ''Demi Allah wahai paman! seandainya mereka mampu meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan dakwah ini, maka sekali-kali aku tidak akan meninggalkannya  hingga Allah memenangkannya atau aku yang binasa karenannya''.



Begitulah Sayyidah mujahidah tersebut telah mengambil suaminya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai contoh yang paling agung dan tanda yang paling nyata tentang keteguhan diatas iman. Oleh karena itu, kita mendapatkan tatkala orang-orang Quraisy mengumumkan pemboikotan mereka terhadap kaum muslimin untuk menekan dalam bidang politik, ekonomi dan kemasyarakatan dan mereka tulis naskah pemboikotan tersebut kemudian mereka tempel pada dinding ka'bah; Khadijah tidak ragu untuk bergabung dengan kaum muslimin bersama kaum Abu Thalib dan beliau tinggalkan kampung halamannya untuk menempa kesabaran selama tiga tahun bersama Rasul dan orang-orang yang menyertai beliau menghadapi beratnya pemboikotan yang penuh dengan kesusahan dan menghadapi kesewenang-wenangan para penyembah berhala. Hingga berakhirlah pemboikotan yang telah beliau hadapi dengan iman, tulus dan tekad baja tak kenal lelah. Sungguh Sayyidah Khadijah telah mencurahkan segala kemampuannya untuk menghadapi ujian tersebut di usia 65 tahun.



Selang enam bulan setelah berakhirnya pemboikotan itu wafatlah Abu Thalib, kemudian menyusul seorang mujahidah yang sabar -semoga Allah meridhai beliau-tiga tahun sebelum hijrah. Dengan wafatnya Khadijah maka meningkatlah musibah yang Rasul hadapi. Karena bagi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, Khadijah adalah teman yang tulus dalam memperjuangkan Islam. Begitulah Nafsul Muthmainnah telah pergi menghadap Rabbnya setelah sampai pada waktu yang telah ditetapkan, setelah beliau berhasil menjadi teladan terbaik dan paling tulus dalam berdakwah di jalan Allah dan berjihad dijalan-Nya. Dalalm hubungannya, beliau menjadi seorang istri yang bijaksana, maka beliau mampu meletakkan urusan sesuai dengan tempatnya dan mencurahkan segala kemamapuan untuk mendatangkan keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Karena itulah beliau berhak mendapat salam dari Rabb-nya dan mendapat kabar gembira dengan rumah di surga yang terbuat dari emas, tidak ada kesusahan didalamnya dan tidak ada pula keributan didalamnya. Karena itu pula Rasulullah bersabda: ''Sebaik-baik wanita adalah Maryam binti Imran, sebaik-baik wanita adalah Khadijah binti Khuwailid''. Ya Allah ridhailah Khadijah binti Khuwailid, As-Sayyidah Ath-Thahirah. Seorang istri yang setia dan tulus, mukminah mujahidah di jalan diennya dengan seluruh apa yang dimilikinya dari perbendaharaan dunia. Semoga Allah memberikan balasan yang paling baik karena jasa-jasanya terhadap Islam dan kaum muslimin.

hak istri 1 (awal)


BAB I            

HAK-HAK ISTRI TERHADAP SUAMI

 Surat An-Nisaa ; Ayat 19: "WA 'AASYIRUUHUNNA BILMA'RUUFI"

Artinya : 

" Dan pergaulilah mereka (istri-istrimu)dengan baik "



Long frocks | Pakistani Dresses | Mehndi DesignsYang dimaksud adalah pergaulan secara adil.Baik dalam pembagian giliran (kalau kebetulan polygami),pemberian belanja dan berperangai baik dalam ucapan dan tindakan.



Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 228 diterangkan:

Artinya : " Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami mempunyai suatu tingkatan kelebihan daripada istrinya."



Diriwayatkan dari nabi Saw bahwa, saat beliau menunaikan haji wada' belau bersabda :Setelah belau mamuji Alloh Swt dan menyanjung-Nya serta memberi petuah pada kaum muslimin yang hadir, Beliau melanjutkan sabdanya: "Ingatlah, berikanlah wasiat kepada para wanita secara baik,karena mereka hanyalah sebagai tawanan dihadapanmu.Sesungguhnya kalian tidak memiliki apapun dari mereka kecuali kebaikan .kecuali jika mereka itu(wanita) datang dengan mambawa perbuatan buruk yang jelas. Kalau wanita melakukan perbuatan tercela, maka berpisahlah sebatas tempat tidur dan pukullah dengan pukulan yang tidak membahayakan. Kalau istimu mentaati maka kamu jangan mencari alasan lain untuk mengusiknya. Ingatlah sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istri dirimu. Diantara hak kalian atas istri-istrimu adalah melarang istrimu menggelar tikarmu terhadap orang yang tidak kamu sukai dan tidakmengijinkan istri-istrimu memasukkan orang yang tidak kam sukai .Ingatlah ,bahwa diantara hak-hak istrimu adalah memberi pakaian yang baik kepadanya dan demikian pula dalam hal makanannya."



Rosululloh Saw bersabda:

Artinya: " Hak istri atas suami adalah mamberi makan kepadanya jika ia(suami) makan, memberi pakaian kepadanya apabila ia(suami) berpakain,dan jangan menampar wajah,jangan menjelek-jelekan dan jangan membiarkan (memisahkannya) kecuali dalam hal tempat tidur. (riwayat Thamrani dari Muawiyah bin Haidah).



Rosulloh Saw bersabda:



Artinya: "Siapapun orang laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan maskawin yang hanya sedikit atau banyak,tetapi drinya berniat untuk tidak memenuhi hak-hak istri (ya'ni bermaksud menipunya) lalu lelaki itu mati hingga belum pernah memenuhi hak-hak istrinya ,maka dihari kiamat kelak ia akan menghadap  Alloh Swt dengan menyandang predikat sebagai penzina."



Rosulloh Saw bersabda:

ARTINYA:"Sesunguhnya diantara kesempurnaan keimanan orang mukmin adalah mereka yang lebih bersikap kasih sayang (berlaku lemah lembut) terhadap istrinya." (riwayat Turmudzi dan Hakim dari Aisyah).



BAB III



Rasulullah SAW bersabda:

Artinya : " Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus terhadap istri-istrinya. Dan aku adalah orang yang terbaik diantaramu terhadap keluarga (istri-istri)ku." (Riwayat Ibnu Hibban).



Dalam riwayat lainnya dikatakan :

Artinya : " Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus terhadap istri-istrinya, dan aku adalah orang yang lebih bagus diantaramu terhadap istri-istriku."



Rasulullah SAW bersabda :

Artinya : " Barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan istrinya maka Allah SWT akan memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan Allah SWT kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan yang diterimanya. Dan barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan suaminya maka Allah SWT memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan kepada Asiyah istri Fir'aun."



Perlu diketahui bahwa cobaan yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Ayyub AS adalah terdiri dari empat macam cobaan. Meliputi cobaan atas kebangkrutan (pailit) kekayaannya, kematian semua anak-anaknya, kerusakan pada tubuhnya dan diasingkan oleh masyarakat kecuali hanya istrinya saja yang setia menemani.



Kehancuran harta kekayaan Nabi Ayyub AS terdiri dari unta, sapi, kambing, gajah, khimar (keledai). Kekayaan lain milik  Beliau adalah 500 hektar tanah persawahan, semuanya digarap oleh 500 orang, pada setiap orang mempunyai anak  istri. Pengikut Beliau terdiri dari 3 golongan semua telah beriman dan masih  berusia muda.



Iblis yang diberikan kekuasaan oleh Allah SWT dapat turun naik dari bumi ke langit sewaktu dikehendaki, mempunyai maksud naik ke langit. Tiba-tiba Iblis mendengar para malaikat membaca Sholawat atas Nabi Ayyub AS. Saat itu juga timbullah rasa Hasud di dalam hatinya. Ia berkata memohon kepada Allah SWT:



" WAHAI TUHAN, SEKARANG INI AKU MEMANG TELAH MENYAKSIKAN SENDIRI HAMBA-MU AYYUB SANGAT RAJIN BERSYUKUR SERAYA MEMUJI KEPADA-MU. TETAPI KALAU ENGKAU MEMBERI COBAAN KEPADAKU TENTU DIA TIDAK AKAN BERSYUKUR DAN TIDAK PULA MENTAATINYA.



Allah SWT berfirman kepada Iblis:

" BAIK, SILAKAN KAMU MERANGKAP. SEKARANG AKU BERI KEKUASAAN KEPADAMU UNTUK MENCOBA AYYUB AS MELALUI HARTA KEKAYAANNYA."



Iblis berangkat. Ia mengumpulkan semua anak buah terdiri dari syaitan dan  jin ia katakan kepada mereka: " SEKARANG AKU TELAH DIBERI WEWENANG UNTUK MENCOBA AYYUB AS MELALUI HARTANYA."



Lebih lanjut iblis berkata lagi :

" IFRIT, SEKARANG  KAU KUBERI TUGAS MEMBAKAR TEMPAT PENGGEMBALAAN UNTA-UNTA MILIK AYYUB AS DAN SEKALIGUS MEMBUNUH SEMUA UNTA-UNTA ITU. LAKSANAKAN  !"



Iblis datang menjumpai Ayyub AS, saat mana ketika itu Beliau sedang melaksanakan sholat. Iblis berkata kepadanya: " TEMPAT PENGGEMBALAAN UNTA-UNTAMU TERBAKAR, DAN SELURUH UNTA MILIKMU IKUT TERBAKAR PULA."



Apa kata Nabi Ayyub AS: " ALKHAMDULILLAH. ALLAH SWT SENDIRI YANG MEMBERIKAN KEKAYAAN ITU  KEPADAKU DAN HANYA DIA SAJA YAMG BERHAK MENGAMBIL KEMBALI."



Iblis tidak berhenti sampai disitu. Ia meningkat lagi pada kekayaan yang lain. Ia hancurkan semua kambing milik Nabi Ayyub As, berikut tempat penggembalaannya. Ia datang ke Nabi Ayyub As seraya memberitahukan peristiwa itu.



"ANGIN PANAS TELAH MENGHANCURKAN KEBUNNYA, TIDAK ADA YAMG TERSISA SEDIKITPUN," kata iblis sehabis merusak semua kebun milik Nabi Ayyub AS. Apa kata Nabi Ayyub As. " ALKHAMDULILLAH ..." kemudian Beliau memuji Allah SWT dan  menyanjung-Nya."

hak istri 15 (akhir)



BAB XXV

KISAH
Ada seseorang perempuan keluar rumah dengan tujuan untuk memperoleh pelajaran islam dari Nabi Saw bersama para sahabat lain.Di pertengahan ada seorang lelaki yang masih muda melihatnya,Ia bertanya:"Hai perempuan yang mulia,hendak kemana kamu?".

Ia menjawab:"Aku hendak menghadap Rasulullah Saw untuk mendapatkan pengajaran dari beliau".Balas pemuda :"Apakah dirimu cinta benar terhadap nabi Saw?".

Muslim women Hijab: How to Cover Yourself | Hijab Style TrendsIa menjawab:"Ya,Aku sangat mencintainya"."Kalau kamu benar-benar cinta kepada Rasulullah aku minta supaya engkau membuka cadarmu,agar aku bisa melihat wajahmu".

Manakala anak muda itu bersumpah-sumpah demi kecintaan perempuan itu kepada Rasulullah Saw,maka perempuan itu tadi membuka cadarnya,Anak muda itu dapat melihat dengan jelas wajahnya.

Setelah kembali dari pelajaran agama,perempuan itu tadi memberi tahu pada suaminya tentang peristiwa yang di alaminya bersama seorang pemuda.ketika suaminya mendengar penuturan cerita istrinya maka hatinya bimbang:"Hal itu perlu di uji kebenarannya.Agar aku puas dan jelas persoalannya".

Lalu suami perempuanitu membuat perapian yang sangat besar dimasukkan kedalam tungku.Tungku itu  biasanya di gunakan untuk memasak roti,yang menyerupai sebuah kentongan.Suami perempuan itu menunggu beberapa saat agar api membesar.

Ketika jilatan api telah membesar maka suaminya berkata:"Demi Kebenaran Rasulullah Saw,masuklah kamu kedalam tungku itu!".

Begitu istrinya mendengar suaminya bersumpahyang meminta dirinya agar masuk kedalam tungku yang membara, tanpa ragu ia masuk kedalamnya.Ia tidak memperdulikan lagi nyawanya demi kecintaannya kepada Rasulullah Saw.

Manakala suami perempuan itu melihat isterinya benar benar masuk kedalam tungku dan lenyap di selimuti jilatan api,timbullah penyesalan di dalm hatinya.ia menyadari behwa apa yang di katakan itu benar. maka suami perempuan itu tadi menghadap Rasulullah Saw.Ia menceritakan kejadian yang berlangsung. Nabi Saw bersabda:"kembalilah.Bongkarlah tungku itu".

Ia segera kembali dan membongkar tungku itu yang masih padas.ternyata di balik tungku itu ia menemukan istrinya dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apapun.Hanya sekujur tubuhnya basah oleh keringatnya sendiri,bagaikan orang yang sedang mandi air panas.
   
Wahai Allah,Jadikanlah kebaikan kepada kami, keluarga kami,anak cucu kami dan segenap kaum muslimin.Segala puji  bagi-Mu ya Allah,Tuhan semesta Alam.

Segala puji bagi Allah,Dzat yang telah menyempurnakan berbagai kebaikkan dengan nikmat-Nya,dan dengan anugerah-Nya kita berbahagia memperoleh syorga.

Shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada junjungan Kita Nabi Muhammad Saw,dan semoga terlimpahkan pula kapada keluarga,sahabat,dan istri-istrinya selama masih ada langit dan bumi.

Segala puji bagi Allah sendiri-Nya.Tidak ada daya dan kekuatan selain dengan daya dan kekuatan Allah Yang Maha Tinggi lagi Besar.Cukuplah Allah menjadi penolong kita dan memberi kenikmatan kepada kita.

Wassalamu'alaikum wr wb
=========================
Mudhofar Abdurrahman Ash Shidhaharummy.

hak istri 14



BAB XXIV

TANDA-TANDA ISTRI YANG SHALEHAH
 
Diantara tnda-tanda istri yang shalehah adalah,Bilamana ia melakukan kesalahan terhadap suaminya,ia menyesal sekali dan segera meminta maaf dan memohon keridhoannya.Kesalahan itu ia sesali dan ia tangisi sepanjang hari,karena takut mendapat siksa dari Allah.

Muslim Women Fashions: Hijab Fashion IdeasTanda-tanda yang lain adalah misalnya,ia melihat suaminya sedang diliputi perasaan duka dan sedih, Maka ia menghibur,"Kalau yang kamu sedihkan berhubungan dengan urusan akherat,sesungguhnya hal itu sangat menguntungkan bagimu,tetapi jika yang kau sedihkan berhubungan dengan urusan dunia,sama sekali aku tidak membebanimu dengan perkara yang berat.

KISAH

Dikisahkan bahwa Rabi'ah binti Isma'il Asy Syamsiah,Seorang istri Ahmad bin Abu Al huwari,suatu hari memasak makanan yang enak.Masakan itu di beri campuran aroma yangharum.Suami Rabi'ah juga mempunyai istri yang lain.Setelah masak dan menyantap makanan itu,Rabi'ah berkata pada suaminya:"pergilah kamu keistri yang lain dengan tenaga yang baru".

Rabi'ah yang satu ini memang mirip dengan rabi'ah Adawiyah yang berdomisili di bashrah.Rabi'ah Asy Syamsiah ini setelah menunaikan shalat 'isya ia berdandan lengkap dengan busananya.Setelah itu baru mendekati tempat tidur suaminya.Ia tawarkan pada suaminya,"Apakah malam ini kamu membutuhkan kehadiranku atau tidak".Jika suaminya sedang berhasrat untuk menggaulinya,maka ia melayaninya hingga puas.kalau malam itu suaminya sedang tidak berminat menggaulinya,maka ia menukar pakaian yang ia kenakan tadi dan berganti dengan pakaian lain yang di gunakan untuk beribadah.malam itu ia tenggelam di tempat shalatnya hingga subuh.
Rabi'ah binti Isma'il Asy Syamsiah bersuamikan  Ahmad bin Abu huwar itu memang dikehendaki Rabi'ah sendiri.Ia pula yang pertama-tama melamar syeikh Ahmad supaya berkenan memperistri dirinya.

Ceritanya demikian ,Rabi'ah binti ismail itu semula mempunyai suami yang kaya.Setelah kematiannyaIa memperoleh harta waris yang sangat besar.Ia kesulitan menafkahkan harta itu,Mengingat ia seorang perempuan yang terbata gerakannya.maka ia bermaksud melamar syeikh Ahmad,dengan tujuan agar dapat menasarufkan (menghibahkan)hartanya demi kepentingan islam dan di berikan kepada orang orang yang membutuhkan.yang deemikian itu karena RAbi'ah binti
Ismail memandangsyeikh Ahmad sebagai orang yang dapat menjalankan amanat,sedang Rabi'ah sendiri seorang yang adil.

Ketika mendapat lamaran dari Rabi'ah syeikh Ahmad berkat :"Demi Allah,sesungguhnya aku tidak berminat lagi untuk menikah.Sebab aku ingin berkonsentrasi untuk beribadah".

Rabi'ah menjawab :"Syeikh Ahmad,sesungguhnnya kosentrasiku dalam beribadah adalah lebih tinggi dari pada kamu.Aku sendiri sudah memutuskan untuk tidak menikah lagi.tetapi tujuanku menikah kali ini tidak lain adalah agar dapat menasarufkan harta kekayaan yang kumiliki kepada saudara-saudara yang muslim,Dan untuk kepentingan islam sendiri.Akupun mengerti bahwa engkau itu orang yang shalih.tapi justru dengan begitu aku akan memperoleh keridhoan dari
Allah SWT".

Syeikh Ahmad berkata :"Baiklah,tapi aku minta waktu,Aku hendak meminta izin dari Guruku".

Lalu syeikh Ahmad mengahadap gurunya,yakni Syeikh Abu Sulaiman AD Darani.Sebab gurunya itu dulu pernah melarang dirinya untuk menikah lagi.Katany:"Setiap orang yang menikah,sedikit atau banyak pasti akan terjadi perobahan atas dirinya".

Tetapi setelah Abu Sulaiman mendapat penjelasan dari muridnya mengenai rencana Rabi'ah,ia berkata:"kalau begitu Nikahilah Ia.Karena perempuan itu seorang wali".

Kisah kisah yang serupa seperti kisah rabi'ah Adawiyah itu sesunggguhnya cukup banak.lazimnya terjadi pada masa lalu,tetapi untuk masa sekarang,hampir tidak pernah di jumpai,adanya seorang wanita yang bertingkah baik seperti mereka.

KISAH

Di kisahkan ada seorang pandai besi yang mempunyai keajaiban luar biasa. kalau ia memanggang besi didalam bara api tangannya tidak kepanasan sekalipun saat mengambilnya menggunakan tangannya secara telanjang.Ketika itu ada seorang  yang tergerak hatinya bermaksud menyaksikan keajaiban itu.Apakah benar ataukah sekedar berita bohong.Hingga suatu hari orang tersebut datang kerumah si pandai besi.Ia bertanya tentang berita itu.Setelah melihat sendiri Ia memandangi dengan penuh kekaguman.

Setelah pandai besi itu menyelesaikan pekerjaannya,lelaki tadi memberi salam.pandai besi menjawab.Lalu kata lelaki tadi:"Malam ini aku menjadi tamumu,kamu tidak keberatan bukan?'

Sipandai besi menjawab:"Dengan suka hati aku menerima kehadiranmu".

Lelaki tadi diajak masuk kerumah.jingga setelah makan malam tiba ia disuguhi makan malam.Selesai makan hingga menjelang tidur lelaki itu tidak menjumpai suatu kelebihan  di lakukan si pandai besi.Ibadah fardunya hanya seperti itu.Ia tidur malah hingga subuh.Dalam hati ia berkata :"Barangkali malam ini ia sengaja merahasiakan ibadahnya".

Lelaki tadi meminta izin agar di perbolehkan bermalam untuk yang kedua kalinya.Ia mencoba memperhatikan amaliyahnya.Ternyata tidak ada kelebihannya dalam menjalankan kewajiban dan kesunahan beribadah.

Akhirnya lelaki itu berkata:"Sudah seringkali aku mendengar,betapa besar Allah memuliakan dirimu.Kebetulan aku sendiri juga menyaksikan kekeramatanmu itu.Tetapi setelah aku perhatikan secara lahiriyah ternyata tidak ada kelebihan yang aku jumpai dalam ibadah fardu atau sunnahmu.Kalau begitu dari manakah tingkatan itu kamu peroleh?".

Si pandai besi itu menjawab :"Saudaraku,sesungguhnya akukisah yang sangat menarik.ceritanya begini,Aku bertetangga dengan seorang perempuan yang sangat cantik sekali.Aku cinta sekali padanya.Setiap saat aku menggoda dan merayunya supaya mau memenuhi keinginanku.Namun sejauh itu aku tidak dapat menundukkan dirinya.Rupanya Ia perempuan ahli wara' yang sangat bagus segalanya.

Bulan demi bulan terus bergulir,hingga tibalah masa paceklik,makanan sulit diperoleh.Kelaparan merata dimana-mana.Suatu hari ketika aku sedang menikmati udara dirumah,tiba-tiba pintu rumahku diketuk oleh seseorang.Aku keluar utuk melihat siapa yang datang.ternyata perempuan yang cantik itu yang datang.Ia berdiri didepan pintu,katanya:"Tuan aku ini sedang kelaparan,Apa ada makanan yang bisa tuan berikan kepadaku?"

Jawabku:"Apa kau tidak merasa bahwa aku sangat mencintaimu?.Aku tidak akan memberi makanan kecuali kau bersedia menyerahkan dirimu padaku".

Sesungguhnya aku takut menghadapi bahaya dalam kematian.Aku telah berjanji untuk tidak berma'syiat kepada Allah".Lalu Ia kembali.
Dua hari kemudian Ia datang lagi.Ia meminta makanan seperti yang dikatakan tempo hari.Aku juga memberi jawaban seperti jawabanku yang.Saat itu tubuhnya kelihatan sangat kusut dan rusak.Ia masuk dan duduk didalam rumah.Aku menyodorkan makanan didepannya.Tiba-tiba airmata perempuan cantik itu terus mengalir deras seraya berkata:"Apakah makanan ini Kau berikan semata hanya karena Allah?"

Aku menjawab:"Aku berikanmakanan itu agar kau bersedia menyerahkan dirimu kepadaku".Ia bangkit dan meninggalkan makanan itu tanpa menjamahnya sedikitpun.Ia terus melangkah keluar rumah menuju rumahnya sendiri,yang berada tak jauh dari rumahku.

Dua hari kemudian ia datang lagi.Ia mengetuk pintu sambil berdiri didepan pintu,Kulihat tubuhnya kian kurus kering.Suaranya terbata-bata.Punggunbgnya membungkuk karena menahan lapar.

Ia berkata :"Tuan aku telah merasa kesulitan,untuk mencari makanan,dan aku tak sanggup lagi untuk berjalan jauh untuk mencari makanan kecuali kepada tuan.Apakah tuan punya makanan yang bisa diberikan kepadaku ikhlas karena Allah?"

Ya tentu ada kalau kamu bersedia menyerahkan dirimu kepadaku".Ia kemudian menundukkan wajah beberapa saat.ia masuk dan duduk didalam.Saat itu aku benar benar tidak mempunyai makanan yang dapat kuberikan untuknya.Maka aku segera menghidupkan api untuk memasak makanan untuknya.

Setelah masak dan makanan kuletakkan didepannya tiba-tiba aku tersadar memperoleh petunjuk Allah.Dalam hati aku berkata:"Hai rusak amat diriku ini,sesungguhnya perempuan ini termasuk orang yang di beri akal sedikit dan begitu pula ketaatannya pada agamanya.Ia tidak mampu mencari mana dan sudah berulang kali merasakan betapa pedihnya kelaparan.Tetapi kamu tidak mau menahan kemaksiatan,padahal ia dapt mencegah kemaksiatan tanpa mau menyentuh makanan, jika diberikan dengan syarat".

Kemudian aku berdoa kepada Allah:"Wahai Allah sesungguhnya aku sekarang bertaubat kepada-MU atas segala perbuatanku.Aku berjanji tidak akan mendekat-dekaty lagi kepada perempuan itu untuk bermaksiat".

Aku dekati dia yang masih terpaku didepan makanan.Aku berkata:Sekaramg makanlah.Kamu tidak perlu khawatir bahwa aku akan meminta persyaratanitu.Kuberikan itu hanya karena Allah".

Begitu mendengar ucapanku itu,ia mengangkat wajahnya kelangit seraya berucap:"Wahai Allah,jika ucapannya itu benar,hindarkanlah dirinya dari api dunia dan api akherat".Lalu perempuan cantik itu ku biarkan menyantap makanan.Aku sendiri berkemas dari hadapannya untuk memadamkan api.Tanpa sengaja sebuah bara api jatuh mengenai kakiku.Ternyata tidak melepuh.Aku kembali lagi menjumpainya dengan penuh kegembiraan.Aku berkata:"Bergembiralah kamu,sesungguhnya Allah telah mengabulkan doamu".

Lalu Ia buang sesuap makanan yang masih ada di tangannya.Ia bersujud syukur seraya berucap:"Wahai Allah sesungguhnya Engkau telah memperlihatkan kepadaku apa yang kuhendaki terhadap lelaki ini.Maka cabutlah ruhku sekarang juga".

Selesai berucap begitu,perempuan cantik itu mati dalam keadaan masih bersujud.Demikianlah ceritaku,saudara".Wallaahu a'lam