Showing posts with label nabi muhammad. Show all posts
Showing posts with label nabi muhammad. Show all posts

Wednesday, 16 March 2016

Pekan Terakhir dari Kehidupan Rasulullah

Pekan Terakhir  dari Kehidupan Rasulullah


Pekan Terakhir  dari Kehidupan Rasulullah  Aisyah berkata, "Rasulullah kembali dari Baqi' dan mendapati diriku sedang  pusing. Aku berkata, 'Aduh kepalaku.'
Maka Rasulullah M berkata, 'Bahkan saya juga wahai Aisyah, alangkah sakitnya kepalaku Rasulullah semakin sakit namun beliau masih menggilir istri-istri beliau untuk (bermalam pada mereka) sampai semakin parah sakit beliau ketika beliau berada di rumah Maimunah. Kemudian beliau memanggil istri-istrinya yang lain dan meminta izin mereka untuk dirawat di rumahku, maka mereka mengizinkan Rasulullah  Beliaupun keluar menuju rumahku bersandarkan dua orang lelaki dari keluarga beliau yaitu paman beliau Al-Abbas dan Ali bin Abi Thalib. Rasulullah keluar dengan mengikat kepalanya dan menyeret kedua kakinya sampai masuk ke rumahku.  Maka Rasulullah  menghabiskan minggu terakhir dari kehidupan beliau di rumahku."

Imam An-Nawawi berkata, "Menyatukan antara seluruh riwayat ini, bahwasanva mereka bergantian memegang tangan Rasulullah yang mulia, suatu kali ini dan di waktu berikutnya dia dan selainnya. Mereka berebutan untuk memegangi Rasulullah. Mereka adalah orang-orang istimewa dari kaum lelaki dewasa dalam ahli bait Rasulullah Dan Al-Abbas adalah orang yang paling sering memegangi tangan Rasulullah yang mulia lagi penuh berkah ini, atau dia terus menerus memegangi tangan Rasulullah, adapun selain Al-Abbas mereka bergantian memegangi tangan Rasulullah yang lain. Mereka memuliakan Al-Abbas dengan
mengistimewakan dia untuk terus-menerus memegangi tangan Rasulullah karena umur dia, kepamanan dia dan selainnya."

Rasulullah Mengabarkan Kematian Dirinya Kepada Fathimah

Dari Ummul Mukminin Aisyah, ia berkata, "Istri-istri Rasulullah berkumpul di  sisi beliau dan tidak ada seorangpun dari istrinya yang meninggalkanya. Kemudian Fathimah  datang sambil berjalan dengan tidak menyimpang dari cara jalan Rasulullah maka beliau  bersabda,  'Selamat datang wahai putriku.' Kemudian Rasulullah mendudukan Fathimah di sebelah kanan atau kiri  beliau, lalu beliau membisikkan sesuatu kepada Fathimah sehingga dia menangis, kemudian Rasulullah  membisikkan lagi kepadanya sehingga dia tertawa. Maka aku bertanya kepada Fathimah, 'Rasulullah  mengkhususkanmu dengan suatu rahasia di hadapan kami sehingga engkau menangis.' Maka Fathimah  berkata, 'Aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah Setelah Rasulullah wafat aku berkata  kepada Fathimah, 'Aku bertekad atasmu dengan apa yang menjadi hakku atas dirimu terhadap apa yang  tidak engkau ceritakan kepadaku  Maka Fathimah berkata, 'Adapun sekarang ya..., Rasulullah membisikan kepadaku yang pertama:
"Sesungguhmya Jibril datang menyimak halaman Al-Qur'anku setiap tahunnya sekali, dan tahun ini jibril menyimak halamanku sebanyak dua kali. Aku tidak meiha t yang demikian kecuali karena telah dekat kematianku, maka bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah, sebaik-baik pendahulu bagimu adalah diriku", maka aku menangis — Kemudian beliau membisikan kepadaku lagi dengan berkata, "Apakah engkau tidak ridha apabila dirimu menjadi pemimpin wanita mukminin atau pemimpin wanita umat ini?"
 
Dan dalam riwayat lain, "Rasulullah mengabarkan kepadaku bahwa beliau akan meninggal karena sakitnya tersebut sehingga aku menangis. Kemudian beliau mengabarkan pula bahwa sesungguhnya aku adalah orang yang paling cepat menyusul beliau dari keluarganya dan aku adalah pemimpin wanita penduduk jannah kecuali Maryam binti Imran, maka aku mengangkat kepalaku dan akupun tertawa ."

Dari Abdul lah bin Mas'ud ia berkata,   "Kekasih dan Nabi kami mengabarkan kepada kami demi bapak dan diriku sebagai tebusannya enam hari sebelum kematian beliau. Ketika telah dekat perpisahan tersebut, Rasulullah mengumpulkan kami di rumah ibu kami Aisyah. Kemudian Rasulullah memandang kami hingga berlinang kedua mata beliau, kemudian beliau bisa menahan diri dan berkata. 'Selamat datang untuk kalian semua , semoga Allah mem- berikan kehidupan yang baik untuk kalian , semoga Allah mengumpulkan, menjaga, melindungi, menolong mengangkat memberikan hidayah, memberi rezeki, memberikan taufik, memberikan keselamatan dan menerima kalian semua. 
Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan Allah telah berwasiat kepada kalian, aku akan meninggalkan-Nya untuk kalian. Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata untuk kalian. Ketahuilah, janganlah kalian menyombongkan diri di hadapan Allah terhadap hamba-hamba Allah dan negeri-negeri-Nya. Sesungguhnya Allah telah berfirman kepadaku dan kepada kalian, 'Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.  Dan Allah juga berfirman, 'Bukankah dalam naar Jahannam itu ada tempat ba gi orang-orang vang menyombongkan diri?

Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, kapan engkau meninggal dunia?'
Maka Rasulullah menjawab, 'Telah dekat kematian dan tempat berakhir atau tempat kembali kepada Allah dan ke Sidratul Muntaha, ke jannah tempat kembali, ke gelas yang sempurna, kepada Ar-Rafiq (Allah) -atau Firdaus- yang tertinggi.'

Kami bertanya kepada Rasulullah, 'Siapa yang memandikanmu wahai Rasulullah?'
Rasulullah menjawab, 'Kaum lelaki dari keluargaku, yang terdekat kemudian yang terdekat'
Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, dengan apa kami mengkafanimu? '
Rasulullah  menjawab, 'Dengan pakaianku ini jika kalian mau, atau dengan kain dari Yaman atau dengan kain putih dari Mesir. '
Kami bertanya, 'Siapakah yang menshalatkanmu di antara kami?' Kamipun menangis demikian juga Rasulullah. Lalu Rasulullah menjawab, 'Pelan-pelan -semoga Allah mengampuni kalian dan membalas kalian dari Nabi kalian, maka letakkan aku pada tempat tidurku di dalam rumahku di tepi kuburanku, kemudian keluarlah kalian dariku beberapa saat. Sesungguhnya orang yang pertama kali menshalatkanku adalah kekasih dan temanku Jibril, kemudian Mikail, kemudian Israfil, kemudian malaikat maut bersama para malaikat yang banyak, kemudian para malaikat keseluruhan. Kemudian masuklah kalian kepadaku dengan berkelompok- kelompok untuk menshalatkanku dan memberi salam kepadaku, janganlah kalian menyakitiku dengan tangisan, tidak pula dengan isakan tangis dan tidak pula dengan teriakan kesedihan. Hendaknya yang pertama-tama menshalatkanku adalah kaum lelaki dari keluargaku, kemudian kaum wanita mereka kemudian kalian setelahnya. Ucapkanlah salam kepadaku dan orang yang tidak ada dari kalangan saudara-saudara kita, sampaikanlah kepada mereka salamku. Ketahuilah bahwa aku memberikan saksi kepada kalian bahwa aku menyampaikan salam kepada setiap orang yang masuk Islam dan kepada setiap orang yang mengikutiku di atas agamaku dari hari ini sampai hari kiamat. '

Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapakah yang memasukkan Anda ke dalam kubur Anda di antara kami?'
Rasulullah menjawab, 'Kaum lelaki dari keluargaku bersama para malaikat yang banyak yang mana mereka bisa melihat kalian akan tetapi kalian tidak bisa melihat mereka ( ada hari Rabu sebelum lima hari dari wafatnya Rasulullah H, semakin tinggi  panas tubuh Nabi dan semakin keras penyakit beliau.

Maka Nabi  berkata kepada keluarganya, "Guyurlah aku dengan tujuh gayung air dari tujuh sumur yang berbeda, sehingga aku bisa keluar menemui manusia dan memberikan wasiat kepada mereka . "

Aisyah berkata, "Maka kami mendudukkan Rasulullah di atas bejana 50 milik Hafshah yang terbuat dari tembaga, sehingga kami bisa mengguyurkan air kepada beliau, sehingga Rasulullah merasakan kelapangan .  Maka Rasulullah keluar menuju masjid. Hari itu bertepatan dengan tangga! 3 Juni 632 M/7 Rahi'ul Awwal II H.
Bejana besar dari tembaga yang digunakan untuk mencuci pakaian.
dan kepalanya terikat dengan kain. Kemudian Rasulullah naik mimbar, memuji dan menyanjung Allah, memintakan ampun untuk para syuhada yang meninggal di perang Uhud serta mendoakan mereka, lalu berkata, 

'Amma ba 'du.. .sesungguhnya kaum Anshar adalah orang-orang kepercayanku yang aku berlindung kepada mereka, maka muliakanlah orang yang mulia di antara mereka dan biarkanlah orang yang salah di antara mereka kecuali di dalam hukuman had. Ketahuilah bahwa seorang hamba dari hamba-hamba Allah telah diberikan pilihan antara hidup di dunia dan antara berada di sisi Allah, diapun memilih berada di sisi Allah Maka Abu Bakar pun menangis karena menyangka bahwa Rasulullah mengabarkan tentang kematian dirinya.

Rasulullah berkata, "Perlahan-lahan wahai Abu Bakar, tutuplah pintu-pintu jalan yang menuju masjid ini kecuali pintu Abu Bakar, sesungguhnya aku tidak mengetahui ada seseorang yang lebih utama di sisiku dalam memberikan bantuan dalam persahabatan melebihi Abu Bakar.
Sedangkan di dalam riwayat Artas, "Maka Rasulullah keluar dengan kepala terikat dengan secarik kain."
Anas berkata, "Lalu Rasulullah naik mimbar dan Rasulullah tidak pernah lagi naik mimbar setelah hari itu ,Rasulullah Mememuji dan menyanjung Allah dan bersabda, 'Aku wasiatkan kepada kalian wahai kaum Anshar, sesungguhnya kalian bagaikan lambung dan tempat menyimpan pakaianku,  mereka telah menyelesaikan kewajiban merekah sehingga tinggal tersisa apa yang menjadi upah mereka. Maka terimalah dari orang yang berbuat kebaikan dari mereka dan t nggalk anlah orang yang berbua salah dari mereka'."

Dan dalam riwayat lain dari Anas bin Malik pula, Rasulullah berkata, "Kaum Anshar adalah lambung dan tempat penyimpan pakaianku dan manusia akan bertambah banyak dan akan berkurang,  maka terimalah dari orang yang berbuat baik dari kalangan mereka dan biarkan orang yang berbuat jelek dari kalangan mereka.

Sedangkan di dalam riwayat Ibnu Abbas, "Amma ba'du, wahai manusia, sesungguhnya manusia akan bertambah banyak dan akan berkurang kaum Anshar sampai mereka seperti garam dalam makanan. Barangsiapa di antara kalian yang menyerahkan kepemimpinan kepada seseorang yang bisa Kantong besar untuk menyimpan baju istimewa. Artinya kaum Anshar adalah kelompok dan orang-orang istimewa Rasulullah yang beliau mempercayai mereka dan bersandar kepada mereka dalam berbagaimasalah. Al-Khaththabi berkata, ''Rasulullah mengumpamakan kaum Anshar dengan lambung, karena lambung adalah tempatnya makanan pada makhluk hidup vang dengan adanya makanan ini mereka bisa tetap hidup,.., sedangkan kantong penyimpan baju adalah kantong yang lebih besar dari keranjang yang mana manusia menyimpan pakaian dan barang berharganya di dalam kantong tensebut dan menjaganya. Rasulullah memisalkan kaum Anshar dengan ini karena mereka adalah orang-orang yang mengetahui rahasia Rasulullah dan kondisi Rasulullah yang tersembunyi,  Fathul Bftnri (VII /152) dan Synrh An-Nnwtupi (XVI /68)].

Rasulullah mengisyaratkan akan baiat mereka kepada Rasulullah pada malam Aqabah, mereka telah membaiat Rasulullah untuk melindungi dan menolong beliau, dan bagi mereka jannah. Maka mereka lelah menepati janji mereka.
 Yaitu kaum Anshar akan berkiming..,, ini merupakan iiuikji/aL

memberikan mudharatan memberikan manfaat, hendaknya dia menerima orang yang berbuat baik dari kalangan Anshar dan membiarkan orang yang berbuat salah dari mereka Sedangkan dalam riwayat lainnya dari seseorang dari kalangan shahabat, bahwasanya Nabi berdiri untuk berkhutbah, lalu beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian memintakan ampun untuk para syuhada yang terbunuh di dalam perang Uhud, kemudian bersabda, "Amma ba 'du. . . wahai seluruh kaum Muhajirin, sesungguhnya kalian semakin bertambah jumlahnya, sedangkan kaum Anshar tidak bertambah dari kondisi mereka sekarang. Sesungguhnya
kaum Anshar adalah seperti tempat menyimpan pakaianku yang aku berlindung kepada mereka, muliakanlah orang yang mulia di antara mereka dan biarkanlah orang yang bersalah di antara mereka. Sesungguhnya mereka telah menyelesaikan kewajiban mereka dan tertinggal apa yang menjadi upah mereka ,

Di dalam hadits Abu Sa'id Al-Khudri, ia berkata, "Rasulullah keluar menemui kami ketika beliau sakit yang beliau meninggal dengan sakitnya tersebut." Abu Sa'id berkata, "Aku mengikuti Rasulullah  sampai beliau naik mimbar dan bersabda, 'Sesungguliriya aku saat irii berdiri di telaga .'

Kemudian berkata, 'Sesungguhnya seorang hamba dibentangkan kepadanya dunia dan perhiasannya, maka dia memilih akhirat . "

Tidak ada seorangpun dari para shahabat yang hadir memahami ucapan Rasulullah  kecuali Abu Bakar, maka Abu Bakar berkata, 'Demi bapak dan ibuku sebagai tebusanmu, bahkan kami akan menebusmu dengan harta, jiwa dan anak-anak kami'." Abu Sa'id berkata, "Kemudian Rasulullah  turun dari mimbar dan Rasulullah tidak pernah lagi terlihat setelah itu/ , Dalam riwayat Ahmad dari Abu Sa'id ia berkata, "Rasulullah  berkhutbah seraya bersabda, 'Sesungguhnya Allah telah memberikan pilihan kepada seorang hamba antara di dunia dan apa yang ada di sisi-Nya, maka hamba tersebut memilih apa yang ada di sisi Allah Abu Sa'id berkata, "Maka Abu bakar menangis sehingga kami heran dengan tangisan Abu Bakar, karena kabar Rasulullah  tentang seorang hamba yang diberi pilihan dan Rasulullah-lah yang diberi pilihan, jadi Abu Bakar adalah orang yang paling paham di antara kami dengan perkataan Rasulullah ini."

Kemudian Rasulullah ^bersabda, "Sesungguhnya orang yang paling banyak memberikan bantuan kepadaku di dalam persahabatannya dan dengan hartanya adalah Abu Bakar ; seandainya aku dibolehkan mengambil seoiarg kekasih (khalil)daii kala ngan umatku niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih (khalil ). . akan tetapi yargdipeft&hkai'i adalah persaudaraan di dalam Islam dan kasih sayangnya, tidak tersisa satu pintupun di masjid melainkan tertutip kecuali pintu Abu Bakar.

Di dalam hadits Jundub, bahwasanya dia mendengar

Rasulullah  bersabda lima hari sebelum meninggal dunia, "Sungguh aku memiliki saudara dan teman di antara kalian, sesungguhnya aku berlepas diri dari setiap kekasih dengan kekasihnya, seandainya aku diperbolehkan mengambil kekasih dari kalangan manusia, maka pastilah aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih . Sesungguhnya Rabb-ku telah menjadikanku sebagai kekasih sebagaimana Rabb-ku telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih. Sesungguhnya suatu kaum dari umat sebelum kalian telah menjadikan kuburan para Nabi dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kalian dari perbuatan ini ."

Ambillah Tanganku, Wahai Fadhl!
 dalam hadits Fadhl bin Abbas, "Rasulullah mendatangiku dengan kondisi panas
 ' tubuh yang sangat tinggi dan beliau mengikat kepalanya, kemudian berkata kepadaku. Ambillah tanganku wahai Fadhl'."

Fadhl berkata, "Akupun mengambil tangan Rasulullah  sampai Rasulullah duduk di atas mimbar, kemudian berkata, 'Panggillah manusia wahai Fadhl'."

Akupun memanggil manusia, " Ash-Shalatu Jaamiah. . (Ayo shalat, berkumpullah...)- Manusiapun berkumpul sehingga Rasulullah berdiri untuk berkhutbah dengan berkata, 'Amma ba'du . . .wahai manusia , sesungguhnya telah dekat bagiku hak-hak di antara kalian dan kalian tidak akan bisa melihatku di tempatku ini di antara kalian. Aku melihat bahwa selainnya tidak bisa mencukupinya dariku sampai aku memenuhi haknya di antara kalian. Ketahuilah bahwa barangsiapa yang pernah saya cambuk punggungnya silakan dia minta qishas
Barangsiapa yang pernah saya ambil hartanya, maka ini adalah hartaku silakan dia mengambilnya. Barangsiapa yang pernah saya cela kehormatannya, maka ini adalah kehormatanku silakan minta qishash. Janganlah ada orang yang berkata, 'Aku takut mendapatkan kebencian dari Rasulullah,' ketahuilah bahwa kebencian bukanlah sifat dan tabiatku. Sesungguhnya orang paling aku cintai di antara kalian adalah orang yang mau mengambil haknya jika dia memiliki hak atas diriku atau halalkanlah untukku, sehingga aku bisa berjumpa dengan Allah dan aku tidak memiliki kezhalimankepada seonangpun'." Fadhl berkata, "Seseorang berdiri dan berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kamu memiliki hutang kepadaku tiga dirham.'

Maka Rasulullah berkata, 'Adapun aku, aku tidak mendustakan orang yang berkata ini dan aku tidak akan memin tanya untuk bersumpah, untuk apa tiga dirham itu darimu untukku ?'

Dia berkata, 'Apakah engkau tidak ingat bahwa suatu hari ada seorang peminta-minta melintasimu, kemudian ngkau memerintahkanku untuk memberinya tiga

Rasulullah berkata, 'Berikan padanya wahai Fadhl'.' fadhl berkata, "Maka orang tersebut diberi uang lalu  linliik..., kemudian Rasulullah mengulang perkataan- yang pertama, kemudian berkata. Wahai manusia apa di antara kalian yang mencuri atau mengkhianati
mimah hendaknya dia mengembalikannya . ' ' 'i '.fnrang berdiri kepadanya dan berkata, 'Wahai
I-’ i nliil l.ih aku memiliki tiga dirham yang saya meng-,i dari jalan Allah

Rasulullah [berkata, 'Kenapa kam u mengambilnya?' Orang tersebut berkata, 'Aku sangat membutuhkan uang tersebut/ Maka Rasulullah M berkata, 'Ambillah uang tersebut daiinva wahai Fadhl.'  Kemudian Rasulullah M mengulang perkataannya yang pertama dan berkata, 'Wahai manusia, barangsiapa yang merasakan pada dirinya sesuatu , maka hendaknya dia berdiri, aku akan berdoa kepada Allah unhiknva'.” Fadhl berkata, "Seseorang berdiri menghadap Rasulullah  dan berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang munafik, aku seorang pendusta dan aku adalah seorang yang banyak tidur

Umar bin Khaththab berkata, 'Celaka kamu, sungguh Allah telah menutupimu seandainya kamu menutupinya Maka Rasulullah  berkata, 'Diamlah wahai Ibnu Khaththab , terbukanya aib di dunia lebih ringan dari pada terbukanya aib di akhirat. Ya Allah, berilah dia rezeki keju; wan dan keimanan, hilangkanlah darinya tidur jika dia mau.' Kemudian beliau berkata, 'Umar bersamaku dan aku bersama Umar. Kebenaran setelahku bersama Umar '.
Allahu a'lam

Sunday, 21 February 2016

Isra-Mi'raj


Isra-Mi'raj  
Malam 27 Rajab adalah salah satu malam yang termasuk penting bagi ummat Islam, karena pada malam itu Nabi Muhammad SAW di-isra'kan dan di-mi'rajkan oleh Allah SWT. Istilah isra yang artinya berjalan malam adalah bahasa Al Quran, sedangkan istilah mi'raj yang artinya naik adalah istilah yang dipakai dalam Al Hadits. Peristiwa isra tercantum dalam S. Bani Israil atau S. Isra' ayat 1, sedangkan peristiwa mi'raj tercantum dalam S. An Najm ayat 13 - 18.
Yang akan dibahas adalah sumber-sumber informasi yang relevan dengan peristiwa isra-mi'raj. Seperti telah berulang kali dikemukakan bahwa sumber informasi itu ada tiga: wahyu, alam dan sejarah.
1.      Kita mulai dahulu dengan sumber informasi wahyu. Ini sangatlah relevan, karena pristiwa penting tersebut disampaikan kepada ummat manusia oleh Allah SWT melalui wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jadi pembahasannya pendek saja, artinya sampai di sini saja.
2.       Bagaimana dengan sumber informasi alam? Untuk dapat mengkaji suatu peristiwa dengan bersumberkan informasi dari alam haruslah memenuhi dua persyaratan. Pertama, harus terbuka dan kedua harus sinambung. Untuk jelasnya, kita ambil contoh burung yang terbang di udara. Untuk dapat mengkaji proses kepak sayap burung yang sementara terbang di udara, haruslah mesti dapat disaksikan oleh semua orang, dapat diobservasi, dapat diamati oleh semua orang yang berkepentingan dalam mengkaji seluk-beluk kepak sayap burung yang mengudara itu. Inilah yang disebut dengan terbuka. Kemudian burung itu selalu sanggup terbang pada waktu yang lalu, waktu sekarang dan insya-Allah waktu yang akan datang. Ini disebut dengan sinambung. Tanpa kedua persyaratan itu, suatu peristiwa tidaklah dapat bersumber informasi dari alam.
 Bagaimana dengan peristiwa isra-mi'raj? Tidak terbuka, tidak dapat disaksikan oleh siapapun, kecuali oleh Allah SWT dan para malaikat. Peristiwa itu dapat kita ketahui karena diberitahu oleh Allah SWT melalui wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak sama misalnya dengan peristiwa photosynthesis, kita dapat mengetahuinya melalui wahyu, dan juga dapat diobservasi oleh para pakar yang berkepentingan untuk mengkaji perisitwa itu, artinya terbuka bagi siapa saja yang berkepentingan dan yang mau. Kemudian, peristiwa isra - mi'raj hanya berlaku satu kali dan pemegang peran hanya satu orang yaitu Nabi Muhammad SAW. Artinya peristiwa ini tidak sinambung. Tidak sama misalnya dengan proses photosynthesis, berproses waktu lalu, sekarang dan insya-Allah waktu yang akan datang. Kesimpulannya, alam sebagai sumber informasi tidak dapat dilakukan untuk mengkaji proses isra-mi'raj. Dan itu berarti proses isra- mi'raj tidak mungkin dapat dikaji oleh sains.
3.      Bagaimana dengan sumber informasi sejarah? Sumber informasi ini ada kelemahannya, karena tidak eksak dalam arti sejarah dapat dimanipulasi, dipalsukan oleh penulis sejarah. Hadits-hadits dalam arti sabda dan perbuatan Nabi Muhammad SAW termasuk dalam sumber informasi sejarah ini. Hadis-hadispun tidak luput dari pemalsuan. Orang yang mula-mula meletakkan dasar metode pendekatan dalam menyaring hadits-hadits dari pencemaran pemalsuan hadits adalah Imam Bukhari. Hadits-hadits yang luput dari pemalsuan yang disaring oleh Imam Bukhari tersebut dikenal dengan Shahih Bukhari. Metode pendekatan yang dipakai dalam menyaring hadis dari pencemaran pemalsuan, kemudian berkembang menjadi disiplin ilmu tersendiri yang disebut dengan lmu Mushthalah Hadits. Dalam metode ini fokusnya adalah antara lain, kesinambungan yang menyampaikan (sanad) dari Nabi Muhammad SAW sampai kepada perawi hadis (misalnya Imam Bukahri), daya ingat dan inteligensia yang menyampaikan, akhlaq mereka tercakup antara lain sikap, gaya hidup yang tidak urakan. Dan juga yang tidak kurang pentingnya ialah sabda dan perbuatan Nabi Muhammad SAW bukan hanya melalui satu jalur. Maksudnya pada waktu Rasulullah bersabda dan berbuat disaksikan oleh banyak sahabat, dan setiap sahabat membentuk jalur informasi yang disampaikan kepada perawi secara sinambung. Artinya terdiri atas banyak jalur sebanyak jumlah sahabat yang mendengar ucapan dan melihat perbuatan Rasulullah sendiri. Dan setiap jalur terdapat sanad yang sinambung. Hadits yang demikian itulah yang disebut dengan hadits shahih. Walaupun sanadnya itu sinambung tetapi hanya ada satu jalur saja, hadits yang demikian itu disebut hadits ahad. Hadits shahih adalah sumber sejarah yang eksak, sedangkan hadits ahad tidak dapat dipandang sebagai sumber sejarah yang eksak. 

Walhasil, akhir dari pembahasan ini adalah himbauan kepada para muballigh dalam menyampaikan tabligh ataupun dalam mujadalah tentang peristiwa isra-mi'raj, hendaknya tidaklah memakai sumber informasi dari alam, dan juga tidak mengadakan perbandingan isra-mi'raj dengan proses yang alamiyah. Yaitu dengan cara misalnya memberikan ilustrasi lalat naik kapal terbang, sebagai perbandingan dengan Rasulullah naik buraq. Bukankah ini terlalu naif, Rasulullah dibandingkan sebagai lalat, dan buraq dibandingkan sebagai kapal terbang? Apakah ini tidak menurunkan derajat Rasulullah? Atau dengan mengatakan Rasulullah mi'raj ke planet-planet, bukankah ini menurunkan derajat Rasulullah dari seorang Nabi dan Rasul menjadi astronaut?
Ingatlah bahwa Nabi Muhammad Rasulullah SAW isra-mi'raj tidaklah menempuh alam yang berdimensi ruang-waktu (space-time continuum) melainkan menempuh alam yang bebas dari segala dimensi nisbi, dimensi yang tak sanggup akal manusia membayangkannya. Inilah makna kalimah SUBHANA pada permulaan S. Isra ayat 1: Subhana-lladzie asraa bi'abdihie laylan min-almasjidi-lHaraami ila-lmasjidi- lAqsaa, alladzie baaraknaa hawlahuu, linuriyahuu min aayaatinaa innahuu huwa-ssamie'u-lBashier, artinya: Maha Suci Yang mengisra'kan hambaNya pada suatu malam dari Masjid-alHaram ke Masjid-alAqsaa, yang Kami telah berkati sekelilingnya, untuk memperlihatkan sebagian dari ayat-ayat Kami, sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat. 

Maka sekali lagi dihimbau, terutama sekali dalam hal isra-mi'raj ini, pakailah hanya dua sumber informasi: Wahyu dan sejarah yang eksak, yaitu Al Quran dan Hadits Shahih. WaLlahu a'lamu bishshawab. 
 Untuk lebih jelasnya para pembaca bisa mempelajari lebih dalam tentang Ilmu Musthalah Hadits.  

WASIAT RASULULLOH S.A.W KEPADA AISYAH


WASIAT RASULULLOH S.A.W KEPADA AISYAH

Hasil gambar untuk wasiat ke aisyah       Saiyidatuna 'Aisyah r.'a meriwayatkan : Rasulullah S.A.W bersabda "Hai Aisyah, aku ber­wasiat kepada engkau.
Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini… "

       Intisari wasiat Rasulullah S.A.W tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peli­haralah diri engkau.
Ketahuilah bahwa
sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.
Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :
(a) Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apa­bila ditimpa musibah
(b) tidak memuji Allah Taala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.
(c) mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah
(d) membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara Yang tidak bermanfaat.

Wahai, Aisyah, ketahuilah :
(a) bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah
(b) bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.
(c) bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya Pada hari kiamat.
(d) bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suami-nya di tempat tidur atau menyusah-kan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kaki­nya di dalam neraka.
(e) bahwa wanita yang mengerjakan sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sholatnya.
(f) bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;
(g) bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari api.
(h) bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.
(i) bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusu­kan anaknya.


(j) bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpa­makan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.