“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang
Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat”.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
Showing posts with label aqidah. Show all posts
Showing posts with label aqidah. Show all posts
Saturday, 26 March 2016
Saturday, 20 February 2016
ibadah, syariat, Aqidah, akhlak
1. A. Definisi ‘Aqidah
‘Aqidah (اَÙ„ْعَÙ‚ِÙŠْدَØ©ُ) menurut bahasa Arab (etimologi) berasal dari kata al-‘aqdu (الْعَÙ‚ْدُ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu(التَّÙˆْØ«ِÙŠْÙ‚ُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (اْلإِØْÙƒَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah(الرَّبْØ·ُ بِÙ‚ُÙˆَّØ©ٍ) yang berarti mengikat dengan kuat.[1]
2. Sedangkan menurut istilah (terminologi): ‘aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.
3. Jadi, ‘Aqidah Islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid[2] dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang Prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur-an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma’ Salafush Shalih.[3]
Friday, 5 February 2016
bangunaN KEISLAMAN
|
Cobalah anda
bayangkan suatu bangunan (rumah/gedung) yang sangat indah dan menarik hati
anda.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Indah disini
dalam arti bangunan tersebut sudah lengkap, berdiri diatas lahan yang luas,
fondasi yang
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
kokoh, mempunyai
pagar pelindung, halaman, tiang utama penyangga bangunan, lantai,
dinding-dinding
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
diantara tiang,
lampu penerang, pintu, jendela dan atap bangunan.Bangunan berwarna putih
bersih dengan
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
model yang sangat
menarik berdiri diatas lahan luas yang sudah bersertifikat.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Demikian pulalah
seorang mukmin jika dilihat, sangat indah dan menarik hati. Allah mengatakan
dalam
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
surat Ali Imran
110: Kuntum khairo ummatin ukhrijat linnaas = kamu adalah umat yang terbaik
yang dilahir
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
kan untuk manusia.
Seorang mukmin tersebut ibarat bangunan indah tersebut di atas. Bangunan
keislam-
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
an seorang mukmin
tersebut dapat diumpamakan seperti bangunan indah itu. Perumpamaan ini hanya
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
untuk memudahkan
kita melihat bangunan keislaman dalam diri kita sendiri, sudah sejauh mana
komitmen
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
keislaman kita.
Allah sendiri banyak membuat perumpamaan di dalam al qur'an untuk memudahkan
manu-
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
sia memahami sesuatu.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Bangunan
keislaman itu dimulai dari adanya lahan hidayah yang diberikan oleh Allah
kepada siapa saja yang
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Dia kehendaki.
Diatas lahan hidayah itulah dibangun suatu bangunan keislaman seseorang.
Tanpa adanya hi-
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
dayah ini
mustahil dapat dibangun bangunan keislaman. Setelah itu diatas lahan hidayah
ini pertama kali
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
tentu dibangun
suatu fondasi keimanan, jika fondasi ini kokoh maka kokoh pulalah bangunan
keislaman
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
seseorang,
sebaliknya jika fondasinya rapuh maka rapuh pula bangunan tersebut. Untuk
tegaknya suatu
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
bangunan maka
diperlukan tiang-tiang shalat, tanpa adanya shalat ini tak akan ada yang
namanya bangunan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
keislaman. Dalam
Al Qur'an perintah shalat selalu digandengkan dengan perintah membayar zakat
(aqimus
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
sholata wa
aatudzakaata), demikian pulalah antara tiang-tiang dengan dinding-dindingnya,
sangat erat.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Sebagai atap dari
bangunan keislaman itu adalah puasa. Makin besar bangunan tersebut tentu
diperlukan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
tiang-tiang
tambahan (shalat2 sunat), dinding yang makin banyak (infaq, shodaqoh) dan
atap tambahan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
(puasa syawal,
puasa senin-kamis, puasa bulan haji). Tiang, dinding dan atap inilah yang
melindungi peng-
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
huninya dari
sengatan sinar matahari, guyuran air hujan atau tiupan angin/debu/daun yang
beterbangan.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Sampai disini
pada hakekatnya bangunan keislaman sudah terbentuk. Kualitas dari bangunan
tersebut
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
tergantung juga
pada kualitas komponen2 pembentuknya. Hidayah atau luasnya lahan tergantung
pada
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
ikhtiar atau
usaha seseorang, makin giat atau makin besar usaha seseorang insya Allah
makin luas pula
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
lahan atau
hidayah yang diperoleh. Begitu pula fondasi, tiang, dinding dan atapnya, jika
dibangun asal2an
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
maka yang
terbentuk bangunan kualitas rendah pula, seperti gubuk derita atau rumah
bambu yang mudah
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
terbakar dan
terhempas badai. Jika anda shalat tapi tidak membayar zakat, ibaratnya
seperti bangunan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
tanpa dinding,
seperti yang sekarang banyak dijumpai gedung2 atau bangunan yang terhenti
pembangunan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
nya, hanya tiang2
nya saja, plong. Atau seseorang tidak berpuasa, ibarat bangunan tanpa atap. Jadi
ketiga
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
komponen dasar
itu mutlak harus ada. Tidak shalat, zakat dan tidak berpuasa, tetapi dia
tetap mengaku
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
beragama islam
maka yang dia punya hanya lahan hidayah saja (mengaku islam), tetapi
diatasnya belum
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
ada bangunan
keislaman sama sekali.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Sampai disini
sebenarnya kita sudah bisa mengira-ngira bentuk dan besarnya bangunan
keislaman yang
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
kita bangun.
Lantai bangunan diumpamakan sebagai Al Qur'an dan Sunah Rasulullah dimana
penghuninya
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
setiap berjalan
dan bergerak selalu mempunyai pijakan yaitu Al-Qur'an dan Sunah Nabi. Untuk menerangi
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
kehidupan
penghuninya, dzikrullah dan salawat nabi merupakan lampu penerang bangunan
tersebut. Pintu
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
dan jendela
merupakan lubang tempat masuknya tamu-tamu tak diundang (godaan
syaithan/jin/manusia).
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pintu rumah itu
adalah kesabaran dan keikhlasan, jendela adalah ilmu yang darimana
penghuninya dapat
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
melihat dunia
luar dan belajar mengetahui mana yang benar dan salah. Dengan kesabaran,
keikhlasan dan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
ilmu penghuni
dapat menangkal masuknya tamu-tamu tak diundang tersebut. Syaithan pun akan
lari jika
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
bangunan tersebut
di terang-benderangi oleh lampu dzikrullah dan salawat nabi.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Warna dan model
bangunan dapat membuat siapa saja yang melihatnya tertarik. Bangunan yang
bersih,
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
kokoh dan bagus,
sekilas saja dan dari kejauhan sudah tampak menarik hati banyak orang,
demikian juga
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
ahlak orang
mukmin sejati, membuat teduh dan menarik hati yang melihatnya. Ahlakul
karimah ini merupa-
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
kan daya pikat
seorang mukmin. Seseorang yang rajin beribadah tapi sering menyakiti hati
orang lain ibarat
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
nya seperti
bangunan yang warna dan modelnya tidak menarik hati.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pagar yang
mengelilingi lahan dan bangunan keislaman ibarat sebagai Jihad Fisabilillah,
berjuang di jalan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Allah. Pagar ini
melindungi semua komponen yang ada didalam bangunan islam, menjamin
kelangsungan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
dan tegaknya
syiar islam. Terakhir dari bahasan ini adalah lahan tempat berdirinya bangunan
keislaman ini
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
perlu dibuatkan
sertifikatnya dengan menunailkan ibadah haji.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Mudah2an
perumpamaan ini dapat mempermudah melihat posisi keberagamaan kita, sudah
sejauh mana
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
komitmen
keislaman kita dengan mengibaratkan atau membayangkan bentuk bangunannya.
Jika bangunan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
kita masih rapuh
atau belum lengkap atau tidak menarik hati maka marilah kita tingkatkan
bangunan keis-
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
laman kita
menjadi lebih baik dan menarik hati, bukankah kita juga sangat senang melihat
rumah kita bagus
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
dan bersih?
Itulah Pribadi seorang mukmin sejati, kokoh, bersih, cantik dan menarik hati.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Memang
perumpamaan ini tidak seratus persen sama, tapi penulis kira sudah cukup
untuk memberikan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
gambaran.
Bedanyanya adalah sampai saat ini belum ada yang namanya bangunan tahan gempa
kuat,
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
misalnya 10 Skala
Richter. Pada gempa sekuat ini seluruh bangunan insya Allah sudah ambruk
hancur,
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
tetapi beda
dengan kepribadian muslim, jangankan 10 Skala Richter, sampai bumi ini pun
runtuh dia akan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
tetap kokoh dan
tegar berdiri, insya Allah.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Firman Allah SWT
dalam Surat At Taubah ayat 72:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
"Allah
menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan, (akan
mendapat) syurga yang
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
dibawahnya
mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat)
tempat-tempat yang bagus
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
di syurga Adn.
Dan keridlaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang
besar".
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Jakarta, 20
Dzulhijjah 1421H
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Subscribe to:
Posts (Atom)

