Showing posts with label akherat. Show all posts
Showing posts with label akherat. Show all posts

Sunday, 21 February 2016

ajal dan malaikat

BILA AJAL MULAI MENDEKAT

Hasil gambar untuk ajal mendekat kuburan      Dari sebuah hadis bahwa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: "Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini karena orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T." Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain." Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu. Maka berkata tangan: "Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan."

       Oleh karena malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cubapula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata:"Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu." Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh org mukmin dari arah kaki,maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir." Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis karena takutkan Allah." Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu."

       Sebaik saja mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang. Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad.

Maka berkata Abu Bakar R.A: "Roh itu menuju ketujuh tempat:
1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka diseksa berserta jasad-nya hingga sampai hari Kiamat."

Telah bersabda Rasullullah S.A.W :
"Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya :
1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.


Insya Allah kita termasuk kelompok yang tersebut diatas Amin ya robbal 'Alamiin

PANGGILAN TERHADAP MAYAT

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT

       Yang akan ikut mayat adalah tiga: keluarga, hartanya, dan amalnya.
Hasil gambar untuk mayatAda dua yang kembali dan satu tinggal bersamanya; keluarga dan hartanya akan kembali sementara amalnya akan tinggal bersamanya.

Ketika roh meninggalkan jasad… terdengar suara dari
langit memekik,
"Wahai Polan anak si Polan !!! :
Apakah kau yang telah meninggalkan dunia, atau

AZAB KUBUR

AZAB KUBUR

Hasil gambar untuk kuburan       Allah Azza wa Jalla berfirman: "Wahai segenap orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim". (QS. Al Imram:102).
Kami bersaksi bahwa tidak ada Illah selain Allah yang Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

       Sahabat Nabi, Barra bin Azib RA bertutur: Pada suatu hari, kami turut mengantar jenazah seorang Anshar bersama Rasulullah S.A.W ke kubur. Selesai dikuburkan, Rasulullah S.A.W duduk menghadap kiblat sementara kami duduk di samping beliau dengan tenang. Setelah Rasulullah S.A.W membuat garis-garis di tanah dengan sebatang kayu yang beliau pegang, beliau mengarahkan pandangannya ke langit, kemudian menunduk kebawah. Beliau lakukan itu tiga kali, lantas bertutur dua sampai tiga kali:
"Berlindunglah kalian kepada Allah dari azab kubur", ucapnya mengiringi perintahnya itu.
       Dan kami pun menundukkan kepala turut berdoa.
Kemudian beliau berujar: Seorang hamba manakala memasuki pintu kematian, ia didatangi oleh malaikat dari langit dengan wajah yang cerah laksana matahari, membawa kain kafan dan balsam dari surga. Setelah malaikat tersebut duduk setentang pandangannya, maka hadirlah malaikat maut pencabut nyawa duduk di kepalanya, seraya berkata: "Wahai jiwa yang tenang dan baik!, keluarlah menuju magfirah (ampunan) dan keridhaan Allah!". Maka keluarlah ruh itu seperti keluarnya tetesan air dari mulut kendi, lalu malaikat maut tersebut mengambilnya. Dan seluruh malaikat yang ada diantara langit dan bumi serta yang berada di langit menshalatkannya, sedang pintu-pintu langit dibuka, sehingga tak ada satupun dari malaikat penunggu pintu-pintu tersebut melainkan semuanya memohon kepada Allah agar ruh tersebut diangkat oleh Allah dari tangan mereka.

       Setelah ruh tersebut dipegang oleh malaikat maut, para malaikat tersebut serta-merta memegangnya pula untuk mereka masukkan dan membungkusnya dengan kain kafan dari surga tersebut yang berbau harum wangi semerbak.
Itulah dia firman Allah Azza wa Jalla: "... ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami dan mereka itu tidak melalaikan kewajibannya". (QS. Al-An'am:61). Karena itu, keluarlah ia dari dunia dalam keadaan laksana kesturi terwangi yang didapati di muka bumi ini.
Rasulullah S.A.W melanjutkan: Lalu malaikat-malaikat itu naik membawa ruh tersebut. Setiap malaikat yang dijumpainya bertanya: "Siapakah yang memiliki ruh dan jiwa yang baik, dan lagi wangi ini?"
Mereka menjawab: "Si fulan bin fulan". Disebutnya ia dengan namanya yang paling baik dan bagus yang pernah didapatnya dari orang-orang ketika di dunia. Tatkala sampai kelangit dunia dan mereka minta dibukakan pintu, maka ruh tersebut disambut oleh setiap malaikatyang bertugas untuk membawanya ke langit berikutnya. Begitulah hingga sampai ke langit yang ketujuh.

       Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman: "Simpanlah kitab (catatan) amal hamba-Ku pada Illiyyin". Setelah kitab catatan amal itu disimpan di Illiyyin, Allah menyuruh malaikat untuk mengembalikan ruh tersebut ke bumi: "AKU telah berjanji kepada mereka, bahwa AKU yang telah menciptakan mereka dari bumi, kepadanya mereka akan AKU kembalikan dan dari bumi itu mereka akan AKU keluarkan sekali lagi". Maka ruh itupun dikembalikan ke jasadnya, bersamaan mayit tersebut berada diliang lahat kubur, hingga ia mendengar suara langkah kaki orang terakhir yang mengantarnya ke kubur saat mereka pulang meninggalkannya. Kemudian datanglah dua malaikat, yang bernama Munkar dan Nakir yang berwajah hitam kebiru-biruan. Dengan suaranya yang menggelegar, keduanya menyuruh duduk lantas bertanya kepadanya: "Siapakah Rabb-mu?".
Sang hamba itu menjawab: "Rabbku adalah Allah" Dua malaikat itu bertanya lagi: "Apa agamamu?"
"Agamaku Islam". Dua malaikat itu bertanya lagi: "Tahukah engkau, lelaki yang telah diutus kepadamu?"
Ia menyahut: "Ia adalah Rasulullah". Dan malaikat bertanya lagi: "Apa amalmu?"
Si Hamba menyahut: "Membaca Kitabullah (Al-Qur'an) mengamalkannya, lalu aku beriman dan mempercayainya". Lalu ia dibentak lagi dengan serangkaian pertanyaan:
"Siapa Tuhanmu?"; Apa agamamu?"; "Siapa Nabimu?". Itulah ujian terakhir yang dialami orang-orang yang beriman.
Yaitu saat Allah Ta'ala berfirman: "Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang mantap, teguh, dan tauhid itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat". (QS. Ibrahim:27)
Sang hamba menjawab: "Tuhanku adalah Allah, agamaku Islam dan Nabiku adalah Muhammad S.A.W".

       Lalu terdengarlah suara dari langit: "Benarlah hamba-Ku. Kalau begitu, berilah ia seprai dan pakaian dari surga, dan bukakan untuknya pintu surga".
Maka datanglah seorang pria yang tampan berkain bagus lagi wangi baunya, dan pria itu berkata: "Bergembiralah engkau dengan berita gembira untukmu. Bergembiralah engkau dengan keridhaan Allah dan surga yang didalamnya terdapat kenikmatan abadi. Inilah dia hari yang dijanjikan itu".
Sang hamba menyahut: "Semoga engkau bergembira dan mendapat kebaikan dari Allah.
Kalau boleh tahu, siapakah engkau? Engkau begitu tampan, datang membawa kebaikan".
Pria tampan itu menjawab: "Aku adalah amal salehmu. Wallahi, aku tidak mengenalmu selain seorang yang suka bergegas untuk menaati Allah dan menjauhi maksiat.
Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan".

       Lalu diperlihatkanlah kepadanya pintu surga dan pintu neraka. "Inilah tempatmu neraka, bila engkau bermaksiat kepada Allah. Namun karena engkau taat, maka Allah mengganti dengan ini surga". Ketika ia melihat dalamnya surga, maka hamba berujar: "Ya Rabbi, segerakanlah kiamat agar aku segera menikmatinya". Dan pria tampan itu akan menjadi pendamping dan penghiburnya di kubur, sedang lubang kuburnya pun menjadi luas sejauh mata memandang dan karena semasa di dunia membaca Al-Quran maka kuburannya menjadi terang bercahaya, seraya diperintahkan padanya untuk tidur dengan tenang sampai Allah membangkitkannya.

       Lalu Rasulullah S.A.W melanjutkan: "Adapun seorang hamba yang kafir, ketika ia akan mati, malaikat turun dari langit dengan muka jelek, hitam, seram menakutkan sambil membawa kain kasar dari bulu yang dipintal yang diambil dari neraka dan amatlah berbau busuk.

Setelah malaikat itu duduk mengelilinginya, hadirlah malaikat maut pencabut nyawa, duduk di kepalanya, seraya berseru:
 "Wahai jiwa yang busuk, keluarlah engkau menuju kemurkaan dan kebencian Allah".
 Maka berpencaranlah ruh tersebut dari jasadnya, kemudian malaikat maut mencabutnya dengan keras seperti menusukkan tusukan besi ke daging sate yang banyak dan berbulu lagi basah hingga patah dan putuslah urat dan ototnya.

       Setiap malaikat yang berada di antara langit dan bumi begitu juga yang ada di langit mengutuknya sementara pintu-pintu langit pun ditutup. Tak ada satupun dari malaikat penunggu pintu itu berkenan membukakan pintu, melainkan memohon kepada Allah agar tidak mengangkat ruh busuk tersebut.
Setelah masing-masing malaikat membawanya, maka mereka memasukkannya ke kain kasar dari bulu yang dipintal dari neraka itu, lalu dikeluarkan darinya dengan baunya yang paling busuk yang dikenal di dunia. Lalu mereka naik membawa ruh tersebut.

       Setiap malaikat yang dilewatinya tidak ada yang bertanya selain: "Ruh siapakah yang buruk dan berbau busuk ini?" Mereka berkata: "Si anu bin anu". Disebutnya ia dengan nama terburuk yang pernah disandangnya didunia. Ketika sampai di langit dunia dan malaikat yang membawanya minta di bukakan pintu, maka malaikat penunggu pintu langit tersebut tidak mau membukakannya.
Lantas Rasulullah S.A.W membaca ayat: "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk surga hingga unta masuk ke lubang jarum". (QS. Al-A'raf:40)

       Kemudian Allah Azza wa Jalla berseru: "Simpanlah kitab catatan amalnya pada Sijjin di lapis bumi paling bawah". Lalu dikatakan kepada para malaikat: "Kembalikanlah ia ke bumi, sesungguhnya AKU telah berjanji kepada mereka bahwa mereka AKU ciptakan dari tanah, kepadanya mereka AKU kembalikan dan darinya mereka akan AKU bangkitkan (keluarkan) sekali lagi".

       Maka ruh buruk dan busuk itu pun dilemparlah dari langit sampai jatuh ke jasadnya diliang lahat. Sebelum melanjutkan penuturannya, Rasulullah S.A.W membacakan ayat: "Barangsiapa yang musyrik kepada Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambut oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh". (QS. Al-Hajj:31)
 Maka kembalilah ruh tersebut ke jasadnya hingga dapat mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari kuburnya setelah mengantarnya. Ketika itulah datang dua malaikat dengan suara bagai halilintar yang menakutkan seraya mendudukkannya: "SiapakahTuhanmu?"
 Ia menyahut: "nnggg. . ngg. . nngg aku tidak tahu". "Apa agamamu?", tanyanya lagi. "Aku. . ng. . aku tidak tahu". "Tahukah engkau siapakah pria yang telah diutus oleh Allah untukmu?". Ia tak dapat menjawab. Dan dengan kasar malaikat tersebut berteriak kepadanya "Muhammad!".
Si mayit kembali menyahut: "Haah. . ngng. . haah aku tidak tahu aku tidak kenal, aku mendengar orang-orang mengatakannya Muhammad. dan sungguh aku tidak mengenalnya" Kedua malaikat itu menggertaknya: "Engkau bodoh dan rupanya engkau tidak pernah membaca Al-Qur'an apalagi mengamalkannya".

       Lalu terdengar seruan dari langit: "Ia telah berdusta. Kalau begitu, berikanlah dia selimut kasar dari neraka dan bukalah untuknya pintu neraka!". Tak lama kemudian, udara panas dan racun dari neraka datang sementara kuburannya disempitkan hingga bumi meremukredamkan tulang belulangnya.

       Lalu datanglah seorang pria berwajah buruk seram mengerikan dengan baunya yang busuk, menyapa: "Bergembiralah engkau dengan berita buruk untukmu! Inilah hari yang telah dijanjikan itu".
Si mayit menimpali: "Semoga engkaupun mendapat berita buruk dari Allah, siapakah engkau? wajahmu begitu jelek". Pria itu menyahut: "Aku adalah amal buruk dan jahatmu. Wallahi, aku tidak mengenalmu selain seorang pelaku maksiat dan seorang yang kafir lagi musyrik sepertimu.
Semoga Allah membalas kejahatanmu". Kemudian dijadikanlah untuknya seorang laki-laki yang buta, tuli dan bisu, memegang gada dari besi yang seandainya dipukulkan pada gunung, pasti gunung itu hancur menjadi abu. Dengan gada tersebut ia dipukul sekali pukulan dan hancur menjadi debu, kemudian dikembalikan lagi oleh Allah seperti semula dan dipukul lagi hingga menjerit sejadi-jadinya sampai didengar oleh semua makhluk/ binatang, kecuali manusia dan jin.

       Setelah itu, dibukalah pintu neraka dan dibentangkan baginya tempat tinggalnya kelak. Ketika itu ia berkata: "Wahai Tuhanku, janganlah Engkau bangkitkan hari kiamat".
Dan pria buruk itu membentak "Diam kau" sambil memukulkan gadanya kepadanya, berulang-ulang sampai hari kiamat, hari kebangkitan bagi seluruh umat.

       Rasulullah S.A.W bersabda: "Jika salah seorang di antara kamu meninggal, maka diperlihatkan kepadanya tempatnya pada pagi dan sore hari. Kalau ia termasuk penghuni surga, maka ia akan menjadi penghuni surga, dan apabila tergolong penghuni neraka, maka iaakan menjadi penghuni neraka. Kepadanya akan dikatakan: 'Inilah tempatmu sampai Allah membangkitkanmu pada hari kiamat". (HR. Bukhari 1379 dan Muslim 2866).
Dan pada hari kiamat, Allah membangkitkan seluruh umatnya dari alam kubur, termasuk semua umatnya yang tak terkuburkan didalam tanah bumi, yang meninggal karena tenggelam dilaut, dimakan oleh binatang buas, yang meninggal dibakar dan abunya di tabur di lautan, sangatlah mudah bagi Allah untuk mengumpulkannya dan menghidupkan kembali umat-Nya.
Allah Azza wa Jalla yang Maha Kuasa, penguasa seluruh jagat raya semesta alam.
Dan Rasulullah berdoa: "Ya Allah, aku berlindung kepada MU dari azab kubur, dari siksa neraka, dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari fitnah Dajjal". (HR. Bukhari 1377 dan Muslim 588)

       (Doa ini dibaca beliau seusai membaca tahiyat dalam salat seperti disebutkan dalam sejumlah hadist yang sebagiannya menyebutkan bahwa Nabi S.A.W telah mengajarkan doa ini kepada mereka (sahabatnya) sebagaimana telah mengajarkan surat-surat dalam Al-Qur'an).

       Bila ia seorang mukmin yang taat, maka salatnya akan berada dibelakangnya, puasa ada di samping kanannya, dan zakat di sebelah kirinya, sedang amal-amal salehnya yang terdiri dari sedekah, infak, silaturrahim, berbuat makrufdan ihsan/baik kepada orang lain berada di kakinya. Ketika dia didatangi dari arah kepalanya, maka salatnya bertutur: "Tak ada jalan disini". Lalu didatangilah arah kanannya, namun puasanya berkata: "Tak ada jalan disini".

       Kemudian didatangi dari arah kakinya, maka sedekah, silaturrahim, perbuatan makruf dan ihsan/baik kepada orang lain yang telah dikerjakannya berkata: "Disini tidak ada jalan...".
Maka hanya orang-orang yang beriman dan yang diteguhkan imannya oleh Allah yang dapat menjawab mantap dengan kalimat yang tauhid. Dan janganlah diantara kalian untuk mempersiapkan atau menghafalkan jawabannya didunia, agar dapat menjawab bila ditanyakan oleh malaikat Munkar dan Nakir kelak, karena itu mustahil/sia-sia dan Allah Maha Mengetahui.

       Sahabat Nabi, Khalifah Utsman RA, beliau acapkali berada disisi kubur Rasulullah S.A.W dan menangis hingga jenggotnya basah bersimbah air mata. Ketika beliau ditanya: "Mengapa tuan menangis padahal ketika surga dan neraka disebut-sebut di hadapan tuan, tuan biasa saja?".

       Beliau menjawab, Karena aku mendengar Rasulullah S.A.W bersabda: "Kuburan itu merupakan awal persinggahan sebelum menuju akherat. Barang siapa yang selamat darinya, maka apa yang akan dialami sesudahnya akan lebih ringan. Sebaliknya, barang siapa yang tidak selamat darinya (celaka), maka apa yang akan dialami olehnya setelah itu akan jauh lebih berat"

       Khalifah Utsman RA bertutur, ia ingat akan pesan terakhir Rasullullah S.A.W : "Aku tidak pernah melihat satu pemandangan pun yang lebih mengerikan dan lebih menakutkan daripada kuburan". Dan ingat akan pesan terakhir Rasullullah S.A.W :
"Ingatlah, suatu hari kamu akan menghadap Allah dan harus mempertanggung jawabkan semua amalanmu.

       Karena itu berhati-hatilah jangan menyimpang dari jalan kebenaran setelah kepergianku nanti. Ya, saudara-saudaraku, tidak akan ada Nabi atau Rasul sesudahku dan tidak akan ada agama lain yang lahir. Karenanya simaklah baik-baik ya Saudaraku, dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu, bahwa aku meninggalkan dua pusaka, Al-Qur'an dan contoh-contohku sebagai As-Sunnah dan bila kalian mengikutinya tidak mungkin akan tersesat selamanya"

       Bila engkau senantiasa ingat, memelihara semua ini, persiapkanlah bekal akheratmu, maka usahakanlah perbanyak amal ibadahmu seperti membaca Al-Quran, shalat, puasa, zakat, shadaqoh, silaturrahim, berbuat makruf dan ihsan sesamanya karena ini semua sebagai penyelamat dirimu sendiri, tidak ada seorangpun kelak yang dapat menolongmu di alam kubur. Jika kau menjadi seorang yang taat dan beriman maka Allah akan melindungimu. Lakukanlah muhasabah (introspeksi) terhadap dirimu sebelum terlambat. Bergegaslah jangan buang-buang waktu, karena hidup didunia hanyalah sebentar, sekejap. Hanya sebagai persinggahan menuju ke akherat. Segala yang engkau miliki dan banggakan di dunia ini, seperti kedudukan jabatan, harta benda kekayaan, orang-orang tercinta tidak akan dipertanyakan di alam kubur, yang akan dipertanyakan dan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah hanyalah amal ibadah mu. Perbaharuilah taubatmu yang tulus, jauhilah maksiat dan larangan Nya, janganlah berat akan dunia fanamu dan janganlah mengabaikan akherat yang abadi.

       Usia itu akhirnya akan habis jua walaupun lama. Dunia ini hanya seperti fatamorangana. Diam sejenak, kemudian pergi dan tak kembali lagi. Bekalilah hari-harimu dengan amal dan ibadahmu. Agar Allah kelak menyongsongmu.

       Semoga Allah Azza wa Jalla mengampuni dosa dan kesalahanmu yang lalu, serta menerima amal salehmu. Aku mohon kepada Allah yang Mahaagung dengan Asma Al-Husna-Nya dan dengan sifat-sifat-Nya yang luhur, mudah-mudahan Dia mengampuniku, mengampuni engkau dan kaum muslimin seluruhnya, menjadikan kubur kita semua sebagai taman surga bercahaya dan menyelamatkan kita dari kedahsyatan paling besar di hari kiamat, hari kebangkitan seluruh umat.


Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan Maha patut untuk memperkenankan doa. 

KISAH NERAKA JAHANNAM

KISAH NERAKA JAHANNAM

Hasil gambar untuk neraka       Dikisahkan dalam sebuah hadis bahawa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah hiam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala.
Dan ianya memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70,000 lembah dari api.

       Dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa pada setiap lembah itu terdapat 70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000 kala, dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa setiap kala itu mempunyai 70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut ianya mempunyai 70,000 qullah bisa.

      Dalam hadis yang sama menerangkan bahawa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka sebaik sahaja pintu neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka disebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Manusia) apabila terpandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan memanggil-manggil, "Ya Tuhan kami, selamatkanlah."

       Diriwayatkan bahawa sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda : "Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu besarnya ada diterangkan oleh Allah S.W.T dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang bermaksud : "Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras."



       Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka nescaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan sahaja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam.