Wednesday, 16 March 2016

Pekan Terakhir dari Kehidupan Rasulullah

Pekan Terakhir  dari Kehidupan Rasulullah


Pekan Terakhir  dari Kehidupan Rasulullah  Aisyah berkata, "Rasulullah kembali dari Baqi' dan mendapati diriku sedang  pusing. Aku berkata, 'Aduh kepalaku.'
Maka Rasulullah M berkata, 'Bahkan saya juga wahai Aisyah, alangkah sakitnya kepalaku Rasulullah semakin sakit namun beliau masih menggilir istri-istri beliau untuk (bermalam pada mereka) sampai semakin parah sakit beliau ketika beliau berada di rumah Maimunah. Kemudian beliau memanggil istri-istrinya yang lain dan meminta izin mereka untuk dirawat di rumahku, maka mereka mengizinkan Rasulullah  Beliaupun keluar menuju rumahku bersandarkan dua orang lelaki dari keluarga beliau yaitu paman beliau Al-Abbas dan Ali bin Abi Thalib. Rasulullah keluar dengan mengikat kepalanya dan menyeret kedua kakinya sampai masuk ke rumahku Maka Rasulullah  menghabiskan minggu terakhir dari kehidupan beliau di rumahku."

Imam An-Nawawi berkata, "Menyatukan antara seluruh riwayat ini, bahwasanva mereka bergantian memegang tangan Rasulullah yang mulia, suatu kali ini dan di waktu berikutnya dia dan selainnya. Mereka berebutan untuk memegangi Rasulullah. Mereka adalah orang-orang istimewa dari kaum lelaki dewasa dalam ahli bait Rasulullah Dan Al-Abbas adalah orang yang paling sering memegangi tangan Rasulullah yang mulia lagi penuh berkah ini, atau dia terus menerus memegangi tangan Rasulullah, adapun selain Al-Abbas mereka bergantian memegangi tangan Rasulullah yang lain. Mereka memuliakan Al-Abbas dengan
mengistimewakan dia untuk terus-menerus memegangi tangan Rasulullah karena umur dia, kepamanan dia dan selainnya."

Rasulullah Mengabarkan Kematian Dirinya Kepada Fathimah

Dari Ummul Mukminin Aisyah, ia berkata, "Istri-istri Rasulullah berkumpul di  sisi beliau dan tidak ada seorangpun dari istrinya yang meninggalkanya. Kemudian Fathimah  datang sambil berjalan dengan tidak menyimpang dari cara jalan Rasulullah maka beliau  bersabda,  'Selamat datang wahai putriku.' Kemudian Rasulullah mendudukan Fathimah di sebelah kanan atau kiri  beliau, lalu beliau membisikkan sesuatu kepada Fathimah sehingga dia menangis, kemudian Rasulullah  membisikkan lagi kepadanya sehingga dia tertawa. Maka aku bertanya kepada Fathimah, 'Rasulullah  mengkhususkanmu dengan suatu rahasia di hadapan kami sehingga engkau menangis.' Maka Fathimah  berkata, 'Aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah Setelah Rasulullah wafat aku berkata  kepada Fathimah, 'Aku bertekad atasmu dengan apa yang menjadi hakku atas dirimu terhadap apa yang  tidak engkau ceritakan kepadaku  Maka Fathimah berkata, 'Adapun sekarang ya..., Rasulullah membisikan kepadaku yang pertama:
"Sesungguhmya Jibril datang menyimak halaman Al-Qur'anku setiap tahunnya sekali, dan tahun ini jibril menyimak halamanku sebanyak dua kali. Aku tidak meiha t yang demikian kecuali karena telah dekat kematianku, maka bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah, sebaik-baik pendahulu bagimu adalah diriku", maka aku menangis — Kemudian beliau membisikan kepadaku lagi dengan berkata, "Apakah engkau tidak ridha apabila dirimu menjadi pemimpin wanita mukminin atau pemimpin wanita umat ini?"
 
Dan dalam riwayat lain, "Rasulullah mengabarkan kepadaku bahwa beliau akan meninggal karena sakitnya tersebut sehingga aku menangis. Kemudian beliau mengabarkan pula bahwa sesungguhnya aku adalah orang yang paling cepat menyusul beliau dari keluarganya dan aku adalah pemimpin wanita penduduk jannah kecuali Maryam binti Imran, maka aku mengangkat kepalaku dan akupun tertawa ."

Dari Abdul lah bin Mas'ud ia berkata,   "Kekasih dan Nabi kami mengabarkan kepada kami demi bapak dan diriku sebagai tebusannya enam hari sebelum kematian beliau. Ketika telah dekat perpisahan tersebut, Rasulullah mengumpulkan kami di rumah ibu kami Aisyah. Kemudian Rasulullah memandang kami hingga berlinang kedua mata beliau, kemudian beliau bisa menahan diri dan berkata. 'Selamat datang untuk kalian semua , semoga Allah mem- berikan kehidupan yang baik untuk kalian , semoga Allah mengumpulkan, menjaga, melindungi, menolong mengangkat memberikan hidayah, memberi rezeki, memberikan taufik, memberikan keselamatan dan menerima kalian semua. 
Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan Allah telah berwasiat kepada kalian, aku akan meninggalkan-Nya untuk kalian. Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata untuk kalian. Ketahuilah, janganlah kalian menyombongkan diri di hadapan Allah terhadap hamba-hamba Allah dan negeri-negeri-Nya. Sesungguhnya Allah telah berfirman kepadaku dan kepada kalian, 'Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.  Dan Allah juga berfirman, 'Bukankah dalam naar Jahannam itu ada tempat ba gi orang-orang vang menyombongkan diri?

Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, kapan engkau meninggal dunia?'
Maka Rasulullah menjawab, 'Telah dekat kematian dan tempat berakhir atau tempat kembali kepada Allah dan ke Sidratul Muntaha, ke jannah tempat kembali, ke gelas yang sempurna, kepada Ar-Rafiq (Allah) -atau Firdaus- yang tertinggi.'

Kami bertanya kepada Rasulullah, 'Siapa yang memandikanmu wahai Rasulullah?'
Rasulullah menjawab, 'Kaum lelaki dari keluargaku, yang terdekat kemudian yang terdekat'
Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, dengan apa kami mengkafanimu? '
Rasulullah  menjawab, 'Dengan pakaianku ini jika kalian mau, atau dengan kain dari Yaman atau dengan kain putih dari Mesir. '
Kami bertanya, 'Siapakah yang menshalatkanmu di antara kami?' Kamipun menangis demikian juga Rasulullah. Lalu Rasulullah menjawab, 'Pelan-pelan -semoga Allah mengampuni kalian dan membalas kalian dari Nabi kalian, maka letakkan aku pada tempat tidurku di dalam rumahku di tepi kuburanku, kemudian keluarlah kalian dariku beberapa saat. Sesungguhnya orang yang pertama kali menshalatkanku adalah kekasih dan temanku Jibril, kemudian Mikail, kemudian Israfil, kemudian malaikat maut bersama para malaikat yang banyak, kemudian para malaikat keseluruhan. Kemudian masuklah kalian kepadaku dengan berkelompok- kelompok untuk menshalatkanku dan memberi salam kepadaku, janganlah kalian menyakitiku dengan tangisan, tidak pula dengan isakan tangis dan tidak pula dengan teriakan kesedihan. Hendaknya yang pertama-tama menshalatkanku adalah kaum lelaki dari keluargaku, kemudian kaum wanita mereka kemudian kalian setelahnya. Ucapkanlah salam kepadaku dan orang yang tidak ada dari kalangan saudara-saudara kita, sampaikanlah kepada mereka salamku. Ketahuilah bahwa aku memberikan saksi kepada kalian bahwa aku menyampaikan salam kepada setiap orang yang masuk Islam dan kepada setiap orang yang mengikutiku di atas agamaku dari hari ini sampai hari kiamat. '

Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapakah yang memasukkan Anda ke dalam kubur Anda di antara kami?'
Rasulullah menjawab, 'Kaum lelaki dari keluargaku bersama para malaikat yang banyak yang mana mereka bisa melihat kalian akan tetapi kalian tidak bisa melihat mereka ( ada hari Rabu sebelum lima hari dari wafatnya Rasulullah H, semakin tinggi  panas tubuh Nabi dan semakin keras penyakit beliau.

Maka Nabi  berkata kepada keluarganya, "Guyurlah aku dengan tujuh gayung air dari tujuh sumur yang berbeda, sehingga aku bisa keluar menemui manusia dan memberikan wasiat kepada mereka . "

Aisyah berkata, "Maka kami mendudukkan Rasulullah di atas bejana 50 milik Hafshah yang terbuat dari tembaga, sehingga kami bisa mengguyurkan air kepada beliau, sehingga Rasulullah merasakan kelapangan .  Maka Rasulullah keluar menuju masjid. Hari itu bertepatan dengan tangga! 3 Juni 632 M/7 Rahi'ul Awwal II H.
Bejana besar dari tembaga yang digunakan untuk mencuci pakaian.
dan kepalanya terikat dengan kain. Kemudian Rasulullah naik mimbar, memuji dan menyanjung Allah, memintakan ampun untuk para syuhada yang meninggal di perang Uhud serta mendoakan mereka, lalu berkata, 

'Amma ba 'du.. .sesungguhnya kaum Anshar adalah orang-orang kepercayanku yang aku berlindung kepada mereka, maka muliakanlah orang yang mulia di antara mereka dan biarkanlah orang yang salah di antara mereka kecuali di dalam hukuman had. Ketahuilah bahwa seorang hamba dari hamba-hamba Allah telah diberikan pilihan antara hidup di dunia dan antara berada di sisi Allah, diapun memilih berada di sisi Allah Maka Abu Bakar pun menangis karena menyangka bahwa Rasulullah mengabarkan tentang kematian dirinya.

Rasulullah berkata, "Perlahan-lahan wahai Abu Bakar, tutuplah pintu-pintu jalan yang menuju masjid ini kecuali pintu Abu Bakar, sesungguhnya aku tidak mengetahui ada seseorang yang lebih utama di sisiku dalam memberikan bantuan dalam persahabatan melebihi Abu Bakar.
Sedangkan di dalam riwayat Artas, "Maka Rasulullah keluar dengan kepala terikat dengan secarik kain."
Anas berkata, "Lalu Rasulullah naik mimbar dan Rasulullah tidak pernah lagi naik mimbar setelah hari itu ,Rasulullah Mememuji dan menyanjung Allah dan bersabda, 'Aku wasiatkan kepada kalian wahai kaum Anshar, sesungguhnya kalian bagaikan lambung dan tempat menyimpan pakaianku,  mereka telah menyelesaikan kewajiban merekah sehingga tinggal tersisa apa yang menjadi upah mereka. Maka terimalah dari orang yang berbuat kebaikan dari mereka dan t nggalk anlah orang yang berbua salah dari mereka'."

Dan dalam riwayat lain dari Anas bin Malik pula, Rasulullah berkata, "Kaum Anshar adalah lambung dan tempat penyimpan pakaianku dan manusia akan bertambah banyak dan akan berkurang,  maka terimalah dari orang yang berbuat baik dari kalangan mereka dan biarkan orang yang berbuat jelek dari kalangan mereka.

Sedangkan di dalam riwayat Ibnu Abbas, "Amma ba'du, wahai manusia, sesungguhnya manusia akan bertambah banyak dan akan berkurang kaum Anshar sampai mereka seperti garam dalam makanan. Barangsiapa di antara kalian yang menyerahkan kepemimpinan kepada seseorang yang bisa Kantong besar untuk menyimpan baju istimewa. Artinya kaum Anshar adalah kelompok dan orang-orang istimewa Rasulullah yang beliau mempercayai mereka dan bersandar kepada mereka dalam berbagaimasalah. Al-Khaththabi berkata, ''Rasulullah mengumpamakan kaum Anshar dengan lambung, karena lambung adalah tempatnya makanan pada makhluk hidup vang dengan adanya makanan ini mereka bisa tetap hidup,.., sedangkan kantong penyimpan baju adalah kantong yang lebih besar dari keranjang yang mana manusia menyimpan pakaian dan barang berharganya di dalam kantong tensebut dan menjaganya. Rasulullah memisalkan kaum Anshar dengan ini karena mereka adalah orang-orang yang mengetahui rahasia Rasulullah dan kondisi Rasulullah yang tersembunyi,  Fathul Bftnri (VII /152) dan Synrh An-Nnwtupi (XVI /68)].

Rasulullah mengisyaratkan akan baiat mereka kepada Rasulullah pada malam Aqabah, mereka telah membaiat Rasulullah untuk melindungi dan menolong beliau, dan bagi mereka jannah. Maka mereka lelah menepati janji mereka.
 Yaitu kaum Anshar akan berkiming..,, ini merupakan iiuikji/aL

memberikan mudharatan memberikan manfaat, hendaknya dia menerima orang yang berbuat baik dari kalangan Anshar dan membiarkan orang yang berbuat salah dari mereka Sedangkan dalam riwayat lainnya dari seseorang dari kalangan shahabat, bahwasanya Nabi berdiri untuk berkhutbah, lalu beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian memintakan ampun untuk para syuhada yang terbunuh di dalam perang Uhud, kemudian bersabda, "Amma ba 'du. . . wahai seluruh kaum Muhajirin, sesungguhnya kalian semakin bertambah jumlahnya, sedangkan kaum Anshar tidak bertambah dari kondisi mereka sekarang. Sesungguhnya
kaum Anshar adalah seperti tempat menyimpan pakaianku yang aku berlindung kepada mereka, muliakanlah orang yang mulia di antara mereka dan biarkanlah orang yang bersalah di antara mereka. Sesungguhnya mereka telah menyelesaikan kewajiban mereka dan tertinggal apa yang menjadi upah mereka ,

Di dalam hadits Abu Sa'id Al-Khudri, ia berkata, "Rasulullah keluar menemui kami ketika beliau sakit yang beliau meninggal dengan sakitnya tersebut." Abu Sa'id berkata, "Aku mengikuti Rasulullah  sampai beliau naik mimbar dan bersabda, 'Sesungguliriya aku saat irii berdiri di telaga .'

Kemudian berkata, 'Sesungguhnya seorang hamba dibentangkan kepadanya dunia dan perhiasannya, maka dia memilih akhirat . "

Tidak ada seorangpun dari para shahabat yang hadir memahami ucapan Rasulullah  kecuali Abu Bakar, maka Abu Bakar berkata, 'Demi bapak dan ibuku sebagai tebusanmu, bahkan kami akan menebusmu dengan harta, jiwa dan anak-anak kami'." Abu Sa'id berkata, "Kemudian Rasulullah  turun dari mimbar dan Rasulullah tidak pernah lagi terlihat setelah itu/ , Dalam riwayat Ahmad dari Abu Sa'id ia berkata, "Rasulullah  berkhutbah seraya bersabda, 'Sesungguhnya Allah telah memberikan pilihan kepada seorang hamba antara di dunia dan apa yang ada di sisi-Nya, maka hamba tersebut memilih apa yang ada di sisi Allah Abu Sa'id berkata, "Maka Abu bakar menangis sehingga kami heran dengan tangisan Abu Bakar, karena kabar Rasulullah  tentang seorang hamba yang diberi pilihan dan Rasulullah-lah yang diberi pilihan, jadi Abu Bakar adalah orang yang paling paham di antara kami dengan perkataan Rasulullah ini."

Kemudian Rasulullah ^bersabda, "Sesungguhnya orang yang paling banyak memberikan bantuan kepadaku di dalam persahabatannya dan dengan hartanya adalah Abu Bakar ; seandainya aku dibolehkan mengambil seoiarg kekasih (khalil)daii kala ngan umatku niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih (khalil ). . akan tetapi yargdipeft&hkai'i adalah persaudaraan di dalam Islam dan kasih sayangnya, tidak tersisa satu pintupun di masjid melainkan tertutip kecuali pintu Abu Bakar.

Di dalam hadits Jundub, bahwasanya dia mendengar

Rasulullah  bersabda lima hari sebelum meninggal dunia, "Sungguh aku memiliki saudara dan teman di antara kalian, sesungguhnya aku berlepas diri dari setiap kekasih dengan kekasihnya, seandainya aku diperbolehkan mengambil kekasih dari kalangan manusia, maka pastilah aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih . Sesungguhnya Rabb-ku telah menjadikanku sebagai kekasih sebagaimana Rabb-ku telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih. Sesungguhnya suatu kaum dari umat sebelum kalian telah menjadikan kuburan para Nabi dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kalian dari perbuatan ini ."

Ambillah Tanganku, Wahai Fadhl!
 dalam hadits Fadhl bin Abbas, "Rasulullah mendatangiku dengan kondisi panas
 ' tubuh yang sangat tinggi dan beliau mengikat kepalanya, kemudian berkata kepadaku. Ambillah tanganku wahai Fadhl'."

Fadhl berkata, "Akupun mengambil tangan Rasulullah  sampai Rasulullah duduk di atas mimbar, kemudian berkata, 'Panggillah manusia wahai Fadhl'."

Akupun memanggil manusia, " Ash-Shalatu Jaamiah. . (Ayo shalat, berkumpullah...)- Manusiapun berkumpul sehingga Rasulullah berdiri untuk berkhutbah dengan berkata, 'Amma ba'du . . .wahai manusia , sesungguhnya telah dekat bagiku hak-hak di antara kalian dan kalian tidak akan bisa melihatku di tempatku ini di antara kalian. Aku melihat bahwa selainnya tidak bisa mencukupinya dariku sampai aku memenuhi haknya di antara kalian. Ketahuilah bahwa barangsiapa yang pernah saya cambuk punggungnya silakan dia minta qishas
Barangsiapa yang pernah saya ambil hartanya, maka ini adalah hartaku silakan dia mengambilnya. Barangsiapa yang pernah saya cela kehormatannya, maka ini adalah kehormatanku silakan minta qishash. Janganlah ada orang yang berkata, 'Aku takut mendapatkan kebencian dari Rasulullah,' ketahuilah bahwa kebencian bukanlah sifat dan tabiatku. Sesungguhnya orang paling aku cintai di antara kalian adalah orang yang mau mengambil haknya jika dia memiliki hak atas diriku atau halalkanlah untukku, sehingga aku bisa berjumpa dengan Allah dan aku tidak memiliki kezhalimankepada seonangpun'." Fadhl berkata, "Seseorang berdiri dan berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kamu memiliki hutang kepadaku tiga dirham.'

Maka Rasulullah berkata, 'Adapun aku, aku tidak mendustakan orang yang berkata ini dan aku tidak akan memin tanya untuk bersumpah, untuk apa tiga dirham itu darimu untukku ?'

Dia berkata, 'Apakah engkau tidak ingat bahwa suatu hari ada seorang peminta-minta melintasimu, kemudian ngkau memerintahkanku untuk memberinya tiga

Rasulullah berkata, 'Berikan padanya wahai Fadhl'.' fadhl berkata, "Maka orang tersebut diberi uang lalu  linliik..., kemudian Rasulullah mengulang perkataan- yang pertama, kemudian berkata. Wahai manusia apa di antara kalian yang mencuri atau mengkhianati
mimah hendaknya dia mengembalikannya . ' ' 'i '.fnrang berdiri kepadanya dan berkata, 'Wahai
I-’ i nliil l.ih aku memiliki tiga dirham yang saya meng-,i dari jalan Allah

Rasulullah [berkata, 'Kenapa kam u mengambilnya?' Orang tersebut berkata, 'Aku sangat membutuhkan uang tersebut/ Maka Rasulullah M berkata, 'Ambillah uang tersebut daiinva wahai Fadhl.'  Kemudian Rasulullah M mengulang perkataannya yang pertama dan berkata, 'Wahai manusia, barangsiapa yang merasakan pada dirinya sesuatu , maka hendaknya dia berdiri, aku akan berdoa kepada Allah unhiknva'.” Fadhl berkata, "Seseorang berdiri menghadap Rasulullah  dan berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang munafik, aku seorang pendusta dan aku adalah seorang yang banyak tidur

Umar bin Khaththab berkata, 'Celaka kamu, sungguh Allah telah menutupimu seandainya kamu menutupinya Maka Rasulullah  berkata, 'Diamlah wahai Ibnu Khaththab , terbukanya aib di dunia lebih ringan dari pada terbukanya aib di akhirat. Ya Allah, berilah dia rezeki keju; wan dan keimanan, hilangkanlah darinya tidur jika dia mau.' Kemudian beliau berkata, 'Umar bersamaku dan aku bersama Umar. Kebenaran setelahku bersama Umar '.
Allahu a'lam

No comments:

Post a Comment

ini komentar