Pekan Terakhir dari Kehidupan Rasulullah Aisyah berkata, "Rasulullah kembali dari Baqi' dan mendapati
diriku sedang pusing. Aku berkata, 'Aduh
kepalaku.'
Maka Rasulullah M berkata,
'Bahkan saya juga wahai Aisyah, alangkah sakitnya
kepalaku Rasulullah semakin sakit namun beliau masih menggilir istri-istri
beliau untuk (bermalam pada
mereka) sampai semakin parah sakit beliau ketika beliau berada di rumah Maimunah. Kemudian beliau memanggil
istri-istrinya yang lain dan meminta izin mereka untuk dirawat di rumahku, maka mereka mengizinkan
Rasulullah Beliaupun keluar menuju rumahku bersandarkan dua orang lelaki
dari keluarga beliau yaitu
paman beliau Al-Abbas dan Ali bin Abi Thalib. Rasulullah keluar dengan mengikat kepalanya dan menyeret kedua kakinya sampai masuk ke rumahku. Maka
Rasulullah menghabiskan minggu terakhir dari kehidupan beliau di
rumahku."
Imam An-Nawawi berkata,
"Menyatukan antara seluruh riwayat ini, bahwasanva mereka bergantian
memegang tangan Rasulullah yang mulia, suatu kali ini dan di waktu berikutnya
dia dan selainnya. Mereka berebutan untuk memegangi
Rasulullah. Mereka adalah orang-orang istimewa dari kaum lelaki dewasa
dalam ahli bait Rasulullah Dan Al-Abbas adalah orang yang paling sering
memegangi tangan Rasulullah yang mulia lagi penuh
berkah ini, atau dia terus menerus memegangi tangan Rasulullah, adapun selain
Al-Abbas mereka bergantian memegangi tangan Rasulullah yang lain. Mereka
memuliakan Al-Abbas dengan
mengistimewakan dia untuk
terus-menerus memegangi tangan Rasulullah karena umur dia, kepamanan dia dan
selainnya."
Rasulullah Mengabarkan
Kematian Dirinya Kepada Fathimah
Dari Ummul Mukminin Aisyah, ia berkata, "Istri-istri Rasulullah berkumpul di sisi beliau dan tidak ada seorangpun dari
istrinya yang meninggalkanya. Kemudian Fathimah datang sambil berjalan dengan tidak menyimpang
dari cara jalan Rasulullah maka beliau bersabda, 'Selamat datang wahai putriku.' Kemudian
Rasulullah mendudukan Fathimah di sebelah kanan atau kiri beliau, lalu beliau membisikkan sesuatu
kepada Fathimah sehingga dia menangis, kemudian Rasulullah membisikkan lagi kepadanya sehingga dia
tertawa. Maka aku bertanya kepada Fathimah, 'Rasulullah mengkhususkanmu dengan suatu rahasia di
hadapan kami sehingga engkau menangis.' Maka Fathimah berkata, 'Aku tidak akan menyebarkan rahasia
Rasulullah Setelah Rasulullah wafat aku berkata kepada Fathimah, 'Aku bertekad atasmu dengan
apa yang menjadi hakku atas dirimu terhadap apa yang tidak engkau ceritakan kepadaku Maka Fathimah
berkata, 'Adapun sekarang ya..., Rasulullah membisikan kepadaku yang pertama:
"Sesungguhmya Jibril
datang menyimak halaman Al-Qur'anku setiap tahunnya sekali, dan tahun ini jibril
menyimak halamanku sebanyak dua kali. Aku tidak meiha t yang demikian kecuali
karena telah dekat kematianku, maka bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah,
sebaik-baik pendahulu bagimu adalah diriku", maka aku menangis — Kemudian
beliau membisikan kepadaku lagi dengan berkata, "Apakah engkau tidak ridha
apabila dirimu menjadi pemimpin wanita mukminin atau pemimpin wanita umat
ini?"
Dan dalam riwayat lain,
"Rasulullah mengabarkan kepadaku bahwa beliau akan meninggal karena
sakitnya tersebut sehingga aku
menangis. Kemudian beliau mengabarkan pula bahwa sesungguhnya aku adalah
orang yang paling cepat menyusul
beliau dari keluarganya dan aku adalah pemimpin wanita penduduk jannah kecuali Maryam binti Imran,
maka aku mengangkat kepalaku dan akupun tertawa ."
Dari Abdul lah bin Mas'ud
ia berkata, "Kekasih dan Nabi kami
mengabarkan kepada kami demi bapak dan
diriku sebagai tebusannya enam hari sebelum kematian beliau. Ketika telah dekat perpisahan
tersebut, Rasulullah mengumpulkan kami di rumah ibu
kami Aisyah. Kemudian Rasulullah memandang kami hingga berlinang kedua mata beliau, kemudian
beliau bisa menahan diri dan berkata. 'Selamat datang untuk kalian semua ,
semoga Allah mem- berikan kehidupan yang baik untuk kalian , semoga Allah
mengumpulkan, menjaga, melindungi, menolong mengangkat memberikan hidayah,
memberi rezeki, memberikan taufik, memberikan keselamatan dan menerima kalian
semua.
Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan Allah telah berwasiat kepada kalian, aku akan meninggalkan-Nya untuk kalian. Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata untuk kalian. Ketahuilah, janganlah kalian menyombongkan diri di hadapan Allah terhadap hamba-hamba Allah dan negeri-negeri-Nya. Sesungguhnya Allah telah berfirman kepadaku dan kepada kalian, 'Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. Dan Allah juga berfirman, 'Bukankah dalam naar Jahannam itu ada tempat ba gi orang-orang vang menyombongkan diri?
Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan Allah telah berwasiat kepada kalian, aku akan meninggalkan-Nya untuk kalian. Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata untuk kalian. Ketahuilah, janganlah kalian menyombongkan diri di hadapan Allah terhadap hamba-hamba Allah dan negeri-negeri-Nya. Sesungguhnya Allah telah berfirman kepadaku dan kepada kalian, 'Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. Dan Allah juga berfirman, 'Bukankah dalam naar Jahannam itu ada tempat ba gi orang-orang vang menyombongkan diri?
Kami bertanya, 'Wahai
Rasulullah, kapan engkau meninggal dunia?'
Maka Rasulullah menjawab,
'Telah dekat kematian dan tempat berakhir atau tempat kembali kepada Allah
dan ke Sidratul Muntaha, ke jannah tempat kembali, ke gelas yang sempurna,
kepada Ar-Rafiq (Allah) -atau Firdaus- yang tertinggi.'
Kami bertanya kepada
Rasulullah, 'Siapa yang memandikanmu wahai Rasulullah?'
Rasulullah menjawab,
'Kaum lelaki dari keluargaku, yang terdekat kemudian yang terdekat'
Kami bertanya, 'Wahai
Rasulullah, dengan apa kami mengkafanimu? '
Rasulullah menjawab,
'Dengan pakaianku ini jika kalian mau, atau dengan
kain dari Yaman atau dengan kain putih dari Mesir. '
Kami bertanya, 'Siapakah
yang menshalatkanmu di antara kami?' Kamipun menangis demikian juga Rasulullah. Lalu Rasulullah menjawab,
'Pelan-pelan -semoga Allah mengampuni kalian dan membalas kalian dari Nabi
kalian, maka letakkan aku pada tempat tidurku di dalam rumahku di tepi
kuburanku, kemudian keluarlah kalian dariku beberapa saat. Sesungguhnya orang
yang pertama kali menshalatkanku adalah kekasih dan temanku Jibril, kemudian
Mikail, kemudian Israfil, kemudian malaikat maut bersama para malaikat yang banyak,
kemudian para malaikat keseluruhan. Kemudian masuklah kalian kepadaku dengan
berkelompok- kelompok untuk menshalatkanku dan memberi salam kepadaku,
janganlah kalian menyakitiku dengan tangisan, tidak pula dengan isakan tangis
dan tidak pula dengan teriakan kesedihan. Hendaknya yang pertama-tama
menshalatkanku adalah kaum lelaki dari keluargaku, kemudian kaum wanita mereka
kemudian kalian setelahnya. Ucapkanlah salam kepadaku dan orang yang tidak ada
dari kalangan saudara-saudara kita, sampaikanlah kepada mereka salamku.
Ketahuilah bahwa aku memberikan saksi kepada kalian bahwa aku menyampaikan
salam kepada setiap orang yang masuk Islam dan kepada setiap orang yang mengikutiku
di atas agamaku dari hari ini sampai hari kiamat. '
Kami bertanya, 'Wahai
Rasulullah, siapakah yang memasukkan Anda ke dalam kubur Anda di antara kami?'
Rasulullah menjawab, 'Kaum
lelaki dari keluargaku bersama para malaikat yang banyak yang mana mereka bisa
melihat kalian akan tetapi kalian tidak bisa melihat mereka ( ada hari Rabu sebelum lima hari dari wafatnya Rasulullah H,
semakin tinggi panas tubuh Nabi dan semakin keras penyakit beliau.
Maka Nabi berkata kepada
keluarganya, "Guyurlah aku dengan tujuh gayung air dari tujuh sumur yang
berbeda, sehingga aku bisa keluar menemui manusia dan memberikan wasiat kepada
mereka . "
Aisyah berkata, "Maka
kami mendudukkan Rasulullah di atas bejana 50 milik Hafshah yang terbuat dari tembaga, sehingga
kami bisa mengguyurkan air kepada beliau, sehingga Rasulullah merasakan kelapangan . Maka Rasulullah keluar menuju masjid. Hari itu bertepatan
dengan tangga! 3 Juni 632 M/7 Rahi'ul Awwal II H.
Bejana besar dari
tembaga yang digunakan untuk mencuci pakaian.
dan kepalanya terikat
dengan kain. Kemudian Rasulullah naik mimbar, memuji dan menyanjung Allah, memintakan ampun
untuk para syuhada yang meninggal di perang Uhud serta mendoakan mereka, lalu berkata,
'Amma ba 'du.. .sesungguhnya kaum Anshar adalah orang-orang kepercayanku yang aku berlindung kepada mereka, maka muliakanlah orang yang mulia di antara mereka dan biarkanlah orang yang salah di antara mereka kecuali di dalam hukuman had. Ketahuilah bahwa seorang hamba dari hamba-hamba Allah telah diberikan pilihan antara hidup di dunia dan antara berada di sisi Allah, diapun memilih berada di sisi Allah Maka Abu Bakar pun menangis karena menyangka bahwa Rasulullah mengabarkan tentang kematian dirinya.
'Amma ba 'du.. .sesungguhnya kaum Anshar adalah orang-orang kepercayanku yang aku berlindung kepada mereka, maka muliakanlah orang yang mulia di antara mereka dan biarkanlah orang yang salah di antara mereka kecuali di dalam hukuman had. Ketahuilah bahwa seorang hamba dari hamba-hamba Allah telah diberikan pilihan antara hidup di dunia dan antara berada di sisi Allah, diapun memilih berada di sisi Allah Maka Abu Bakar pun menangis karena menyangka bahwa Rasulullah mengabarkan tentang kematian dirinya.
Rasulullah berkata,
"Perlahan-lahan wahai Abu Bakar, tutuplah pintu-pintu jalan yang menuju
masjid ini kecuali pintu Abu Bakar, sesungguhnya aku tidak mengetahui ada
seseorang yang lebih utama di sisiku dalam memberikan bantuan dalam
persahabatan melebihi Abu Bakar.
Sedangkan di dalam riwayat
Artas, "Maka Rasulullah keluar dengan kepala terikat dengan secarik
kain."
Anas berkata, "Lalu
Rasulullah naik mimbar dan Rasulullah tidak pernah lagi naik mimbar setelah
hari itu ,Rasulullah Mememuji dan
menyanjung Allah dan bersabda, 'Aku wasiatkan kepada kalian wahai kaum
Anshar, sesungguhnya kalian bagaikan lambung dan tempat menyimpan pakaianku, mereka
telah menyelesaikan kewajiban merekah sehingga tinggal tersisa apa yang menjadi
upah mereka. Maka terimalah dari orang yang berbuat kebaikan dari mereka dan t
nggalk anlah orang yang berbua salah dari mereka'."
Dan dalam riwayat lain
dari Anas bin Malik pula, Rasulullah berkata, "Kaum Anshar adalah
lambung dan tempat penyimpan pakaianku
dan manusia akan bertambah banyak dan akan berkurang, maka terimalah dari
orang yang berbuat baik dari kalangan mereka dan biarkan orang yang berbuat
jelek dari kalangan mereka.
Sedangkan di dalam riwayat
Ibnu Abbas, "Amma ba'du, wahai manusia, sesungguhnya manusia akan
bertambah banyak dan akan berkurang kaum Anshar sampai mereka seperti garam
dalam makanan. Barangsiapa di antara kalian yang menyerahkan kepemimpinan
kepada seseorang yang bisa Kantong besar untuk
menyimpan baju istimewa. Artinya kaum Anshar adalah kelompok dan orang-orang
istimewa Rasulullah yang beliau mempercayai mereka dan bersandar kepada mereka
dalam berbagaimasalah. Al-Khaththabi
berkata, ''Rasulullah mengumpamakan kaum Anshar dengan lambung, karena lambung
adalah tempatnya makanan pada makhluk hidup vang dengan adanya makanan ini
mereka bisa tetap hidup,.., sedangkan
kantong penyimpan baju adalah kantong yang lebih besar dari keranjang yang mana
manusia menyimpan pakaian dan barang berharganya di dalam kantong tensebut dan
menjaganya. Rasulullah memisalkan kaum Anshar
dengan ini karena mereka adalah orang-orang yang mengetahui rahasia Rasulullah
dan kondisi Rasulullah yang tersembunyi, Fathul Bftnri (VII /152) dan Synrh
An-Nnwtupi (XVI /68)].
Rasulullah
mengisyaratkan akan baiat mereka kepada Rasulullah pada malam Aqabah, mereka
telah membaiat Rasulullah untuk melindungi dan menolong beliau, dan bagi mereka
jannah. Maka mereka lelah menepati janji mereka.
Yaitu kaum Anshar akan
berkiming..,, ini merupakan iiuikji/aL
memberikan mudharatan
memberikan manfaat, hendaknya dia menerima orang yang berbuat baik dari
kalangan Anshar dan membiarkan orang yang berbuat salah dari mereka Sedangkan
dalam riwayat lainnya dari seseorang dari kalangan shahabat, bahwasanya Nabi
berdiri untuk berkhutbah, lalu beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian
memintakan ampun untuk para syuhada yang terbunuh di dalam perang Uhud,
kemudian bersabda, "Amma ba 'du. . . wahai seluruh kaum Muhajirin,
sesungguhnya kalian semakin bertambah jumlahnya, sedangkan kaum Anshar tidak
bertambah dari kondisi mereka sekarang. Sesungguhnya
kaum Anshar adalah seperti
tempat menyimpan pakaianku yang aku berlindung kepada mereka, muliakanlah orang
yang mulia di antara mereka dan biarkanlah orang yang bersalah di antara
mereka. Sesungguhnya mereka telah menyelesaikan kewajiban mereka dan tertinggal
apa yang menjadi upah mereka ,
Di dalam hadits Abu Sa'id
Al-Khudri, ia berkata, "Rasulullah keluar menemui kami ketika beliau sakit yang beliau meninggal
dengan sakitnya tersebut." Abu Sa'id berkata, "Aku mengikuti
Rasulullah sampai beliau naik mimbar dan bersabda, 'Sesungguliriya aku saat
irii berdiri di telaga .'
Kemudian berkata,
'Sesungguhnya seorang hamba dibentangkan kepadanya dunia dan perhiasannya, maka
dia memilih akhirat . "
Tidak ada seorangpun dari
para shahabat yang hadir memahami ucapan Rasulullah kecuali Abu Bakar, maka Abu Bakar berkata,
'Demi bapak dan ibuku sebagai tebusanmu, bahkan kami akan menebusmu dengan harta, jiwa dan
anak-anak kami'." Abu Sa'id berkata, "Kemudian Rasulullah turun
dari mimbar dan Rasulullah tidak
pernah lagi terlihat setelah itu/ , Dalam riwayat Ahmad dari
Abu Sa'id ia berkata, "Rasulullah berkhutbah seraya bersabda,
'Sesungguhnya Allah telah memberikan
pilihan kepada seorang hamba antara di dunia dan apa yang ada di sisi-Nya, maka
hamba tersebut memilih apa yang ada di sisi Allah Abu Sa'id berkata,
"Maka Abu bakar menangis sehingga kami heran dengan
tangisan Abu Bakar, karena kabar Rasulullah tentang seorang hamba yang diberi
pilihan dan Rasulullah-lah yang diberi pilihan, jadi Abu Bakar adalah orang
yang paling paham di antara kami dengan perkataan Rasulullah ini."
Kemudian Rasulullah
^bersabda, "Sesungguhnya orang yang paling banyak memberikan bantuan
kepadaku di dalam persahabatannya dan dengan hartanya adalah Abu Bakar ;
seandainya aku dibolehkan mengambil seoiarg kekasih (khalil)daii kala ngan
umatku niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih (khalil ). . akan
tetapi yargdipeft&hkai'i adalah persaudaraan di dalam Islam dan kasih
sayangnya, tidak tersisa satu pintupun di masjid melainkan tertutip kecuali
pintu Abu Bakar.
Di dalam hadits Jundub,
bahwasanya dia mendengar
Rasulullah bersabda lima
hari sebelum meninggal dunia, "Sungguh aku memiliki saudara dan teman di antara kalian,
sesungguhnya aku berlepas diri dari setiap kekasih dengan kekasihnya,
seandainya aku diperbolehkan mengambil
kekasih dari kalangan manusia, maka pastilah aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih .
Sesungguhnya Rabb-ku telah menjadikanku sebagai kekasih sebagaimana Rabb-ku telah menjadikan Ibrahim
sebagai kekasih. Sesungguhnya suatu kaum dari umat sebelum kalian telah menjadikan kuburan
para Nabi dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan
sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kalian dari perbuatan ini ."
Ambillah Tanganku, Wahai
Fadhl!
dalam hadits
Fadhl bin Abbas, "Rasulullah mendatangiku dengan kondisi panas
' tubuh yang sangat
tinggi dan beliau mengikat kepalanya, kemudian berkata kepadaku. Ambillah tanganku wahai
Fadhl'."
Fadhl berkata,
"Akupun mengambil tangan Rasulullah sampai Rasulullah duduk di atas
mimbar, kemudian berkata, 'Panggillah manusia wahai Fadhl'."
Akupun memanggil manusia,
" Ash-Shalatu Jaamiah. . (Ayo shalat, berkumpullah...)- Manusiapun
berkumpul sehingga Rasulullah
berdiri untuk berkhutbah dengan berkata, 'Amma ba'du . . .wahai manusia ,
sesungguhnya telah dekat bagiku hak-hak di antara kalian dan kalian tidak akan
bisa melihatku di tempatku ini di antara kalian. Aku melihat bahwa selainnya
tidak bisa mencukupinya dariku sampai aku memenuhi haknya di antara kalian.
Ketahuilah bahwa barangsiapa yang pernah saya cambuk punggungnya silakan dia
minta qishas
Barangsiapa yang pernah
saya ambil hartanya, maka ini adalah hartaku silakan dia
mengambilnya. Barangsiapa yang pernah saya cela kehormatannya, maka ini adalah
kehormatanku silakan minta qishash. Janganlah ada orang yang berkata, 'Aku
takut mendapatkan kebencian dari Rasulullah,' ketahuilah bahwa kebencian
bukanlah sifat dan tabiatku. Sesungguhnya orang paling aku cintai di
antara kalian adalah orang yang mau mengambil haknya jika dia memiliki hak atas
diriku atau halalkanlah untukku, sehingga aku bisa berjumpa dengan Allah dan
aku tidak memiliki kezhalimankepada seonangpun'." Fadhl berkata, "Seseorang
berdiri dan berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kamu memiliki hutang kepadaku tiga dirham.'
Maka Rasulullah berkata,
'Adapun aku, aku tidak mendustakan orang yang berkata ini dan aku tidak akan
memin tanya untuk bersumpah, untuk apa tiga dirham itu darimu untukku ?'
Dia berkata, 'Apakah
engkau tidak ingat bahwa suatu hari ada seorang peminta-minta melintasimu,
kemudian ngkau
memerintahkanku untuk memberinya tiga
Rasulullah berkata, 'Berikan padanya wahai Fadhl'.' fadhl berkata,
"Maka orang tersebut diberi uang lalu linliik..., kemudian
Rasulullah mengulang perkataan- yang pertama, kemudian berkata. Wahai
manusia apa di antara kalian yang
mencuri atau mengkhianati
mimah hendaknya dia
mengembalikannya . ' ' 'i '.fnrang berdiri kepadanya dan berkata, 'Wahai
I-’ i nliil l.ih aku
memiliki tiga dirham yang saya meng-,i dari jalan Allah
Rasulullah [berkata,
'Kenapa kam u mengambilnya?' Orang tersebut berkata, 'Aku sangat membutuhkan uang tersebut/ Maka
Rasulullah M berkata, 'Ambillah uang tersebut daiinva wahai Fadhl.' Kemudian Rasulullah M
mengulang perkataannya yang pertama dan berkata, 'Wahai manusia, barangsiapa yang merasakan pada
dirinya sesuatu , maka hendaknya dia berdiri, aku akan berdoa kepada Allah
unhiknva'.” Fadhl berkata,
"Seseorang berdiri menghadap Rasulullah dan berkata, 'Wahai Rasulullah,
sesungguhnya aku adalah seorang
munafik, aku seorang pendusta dan aku adalah seorang yang banyak tidur
Umar bin Khaththab
berkata, 'Celaka kamu, sungguh Allah telah menutupimu seandainya kamu
menutupinya Maka Rasulullah berkata,
'Diamlah wahai Ibnu Khaththab , terbukanya aib di dunia lebih ringan dari pada terbukanya aib di akhirat.
Ya Allah, berilah dia rezeki keju; wan dan keimanan, hilangkanlah darinya tidur
jika dia mau.' Kemudian beliau berkata, 'Umar bersamaku dan aku bersama Umar.
Kebenaran setelahku bersama Umar '.
Allahu a'lam
Allahu a'lam
No comments:
Post a Comment
ini komentar