Saat kesulitan menghimpit, bersabarlah….
Saat kita menghadapi masalah. Saat kita memerlukan pertolongan,
yang kita
bisa lakukan selain shalat adalah bershabar. Memang ada yang lain?
Usaha!
Yah usaha, yang sebenarnya usaha adalah bagian dari shabar. Hanya
saja
usaha dalam rangka shabar lebih bermakna ketimbang hanya usaha
saja yang
bisa saja membuat kita frustasi.
Memang, makna kesabaran bukanlah kita diam, pasrah, dan menyerah.
Shabar
bersanding dengan usaha bahkan dalam berbagai ayat kita temukan
shabar
sering disandingkan dengan kata jihad. Inilah maknanya buat kita,
Usaha/jihad + shabar = pertolongan Allah SWT
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah
kesabaranmu
dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan
bertakwalah kepada
Allah, supaya kamu beruntung. (QS. Ali
'Imraan: 200)
Jadi janganlah cepat menyerah. Majulah terus, usahalah terus,
sebab jika kita
shabar insya Allah, Allah SWT akan menolong kita karena ini yang
diperintahkan-Nya kepada kita. Kenapa harus takut jika ada jaminan
dari Allah?
Kenapa harus ragu jika Allah SWT akan menolong kita? Ini bukan
kata saya, ini
ayat Al Quran, yang ditujukan untuk kita semua.
Dengan bershabar, kita akan menjadi lebih semangat dalam menjalani
hidup.
Bagaimana tidak, pertolongan Allah SWT sudah di depan mata.
Tinggal sejauh
mana kita bisa meraih pertolongan tersebut dengan kesabaran kita.
Kesulitan
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS.
Alam Nasyrah:5-6).
Jika kita membaca ayat ini, mengapa kita harus takut. Sebab jika
saat ini kita
sedang sulit, maka esok kemudahanlah yang akan menghampiri kita.
Ayat ini
sungguh memberikan inspirasi bagi kita yang sedang mengalami
kesulitan, ayat
yang memberikan dorongan kepada kita untuk tetap bertahan, tetap
semangat
dalam menghadapi hidup yang penuh kesulitan.
Kemudahan, atau pertolongan Allah SWT, akan datang. Tenanglah!
Seperti
tenangnya Nabi Musa as. saat akan tersusul oleh pasukan Fir’aun,
seperti
diceritakan dengan indah dalam Al Quran,
Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu
matahari
terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah
pengikutpengikut
Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".
Musa
menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya
Tuhanku besertaku,
kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku". (QS.
Asy Syu'araa':60-62).
Jika kita meneladani Nabi Musa as., kita juga bisa mengatakan “sesungguhnya
Allah bersamaku, Dia akan memberikan petunjuk kepadaku” saat kita
ditimpa
masalah yang seolah-olah tidak akan bisa hadapi atau selesaikan.
Jadi,
janganlah bersedih dan janganlah berputus asa saat kesulitan
menghimpit kita,
karena dengan pertolongan Allah SWT, kemudahan akan datang kepada
kita.
Jangan pernah terhimpit, karena keadaan akan berubah. Seperti
sebuah lagu
dari mendiang Chrisye, Badai pasti berlalu. Tunggulah kemudahan
tersebut,
sudah dijamin koq oleh Allah dalam Al Quran yang mustahil salah.
Tentu saja
sambil mengharap pertolongan Allah dengan shabar dan shalat. Hari
esok
adalah ghaib, kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, bisa
saja esoklah
datangnya kemudahan tersebut. Jadi selalu ada harapan di hari
esok. Justru jika
kita tidak memiliki harapan di hari esok, artinya kita sudah sok
mengetahui apa
yang akan terjadi esok hari. Kita menganggap esok hari akan
seperti ini saja,
maka sama artinya kita mendahului ketentuan Allah SWT. Allahlah
yang
menentukan hari esok akan seperti apa, dan kita memang tidak
diberitahu. Bisa
saja besok hidup kita lebih baik. Besok, selalu ada harapan untuk
kita.
Begitu juga dengan rezeki, mungkin saat ini begitu sulit karena
akan ada
kemudahan setelah ini. Jangan sampai kita menyerah dengan cara
tidak mau
mencari rezeki yang lebih besar karena takut kehilangan rezeki
yang sudah ada.
Ada juga yang berharap kepada orang dengan cara menjilat dan
merendahkan
diri dihadapan orang lain.
Allah sudah menyiapkan rezeki bagi kita, jadi meskipun saat ini
serasa sulit,
sebenarnya sudah Allah siapkan untuk kita. Kemudahan akan kita
dapatkan
setelah kesulitan ini.
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan
Allah-lah yang
memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu
dan tempat
penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
(QS. Huud:6).
http://www.motivasi-islami.com 10
No comments:
Post a Comment
ini komentar