Ketika Ali dan Fathimah Inginkan Pembantu
(Sunday, 27 July 2003) - Contributed by Ummu Abdurrohman
- Last Updated (Sunday, 28 November 2004)
Sebagaimana diketahui, Muhammad RasuluLlah sangat sayang
dan cinta kepada putrinya, Fathimah Az-Zahra.
Sampai-sampai RasuluLlah
menggambarkan kecintaannya kepada Fathimah tatkala beliau
berkhutbah di
mimbar:''Sesungguhnya Fathimah adalan bagian dagingku,
maka barangsiapa yang
membuatnya marah, berarti telah menjadikan aku marah''
Namun, dengan kapasitas kecintaan Nabi yang sangat
mendalam kepada Fathimah,
beliau lebih mendahulukan pemberiannya kepada orang-orang
fakir dan yang lebih
membutuhkan daripada Fathimah, sekalipun dia menghadapi
sulit dan susahnya
kehidupan. Fathimah dan suaminya, Ali bin Abi Thalib
memang hidup dalam
kehidupan yang sangat susah payah. Dia menarik penggiling
hingga membekas di
tangannya. Juga mengambil air dengan qirbah dan
dipikulnya hingga membekas di
pundaknya, dan menyapu rumah hingga kotor pakaiannya.
Suaminya adalah orang yang
fakir, sehingga tidak dapat mencarikan pembantu yang akan
membantu pekerjaan
Fathimah yang melelahkan. Sehingga Ali bin Abi Thalib
merasa tidak enak setiap
kali melihat istrinya bersusah payah dan bekerja keras,
sehingga beliau juga
turut membantu istrinya pada sebagian pekerjaan yang
memungkinkan baginya.
Ali bin Abi Thalib tergerak untuk mencari penyelesaian,
hingga tatkala ada
kesempatan, pada suatu hari dia berkata kepada istrinya,
bahwa dia melihat ayah
Fathimah, yaitu Nabi telah kembali dari suatu peperangan
dengan membawa banyak
ghanimah dan tawanan. Ali berkata, ''Sungguh, saya merasa
susah, wahai Fathimah
hingga sesak dadaku. Saya melihat RasuluLlah membawa
tawanan perang, maka
mintalah kepada beliau agar dapat membantu pekerjaanmu''.
Fathimah berkata, ''Akan
aku kerjakan, insya'ALlah''. Kemudian Fathimah mendatangi
Nabi dan disambut Nabi
dengan sabdanya, ''Ada keperluan apa engkau datang
kemari, wahai anakku?''
Fathimah menjawab, ''Aku datang untuk mengucapkan salam
kepada ayah''. Fathimah
merasa malu untuk mengutarakan permintaannya sehingga
iapun kembali ke rumah.
Kemudian, bersama-sama Ali, dia mendatangi RasuluLlah
lagi untuk mengungkapkan
permasalahannya.
Dengan ketegasannya, maka RasuluLlah bersabda:''Tidak,
demi ALlah, aku
tidak akan memberikannya kepada kalian, sedangkan aku
biarkan ahlus-suffah dalam
keadaan kosong perut mereka. Aku tidak mendapatkan
apa-apa untuk aku berikan
kepada mereka, akan tetapi aku akan menjual tawanan
tersebut, dan aku berikan
hasilnya kepada mereka''.
Maka kembalilah ratu ahli jannah, putri RasuluLlah,
sedangkan dia tidak
mendapatkan sesuatu apapun yang ada pada ayahnya.
Kemudian RasuluLlah pun
mendatangi rumahnya, dan mendapatkan mereka sedang
berselimut, yang apabila
ditutupkan kepalanya, maka terbukalah kakinya, dan
apabila ditutupkan kakinya,
maka terbukalah kepalanya. Keduanya hendak bangkit untuk
menyambut Nabi, namun
beliau bersabda:''Tetaplah di tempat kalian berdua...!
Maukah aku beritahukan
kepada kalian tentang sesuatu yang lebih baik dari apa
yang kalian minta
kepadaku tadi?'' Mereka berdua menjawab:''Mau ya
RasuluLlah !''
Kemudian beliau bersabda:''Kuajarkan kepada kalian,
kata-kata yang
diajarkan Jibril kepadaku. Ucapkanlah setiap selesai
sholat fardhu, SubhanaLlah
10 kali, AlhamduliLlah 10 kali, ALlahu Akbar 10 kali.
Apabila kalian hendak
tidur, maka bacalah SubhanaLlah 33 kali, AlhamduliLlah 33
kali, dan ALlahu Akbar
33 kali. Hal itu lebih baik bagi kalian berdua daripada
seorang pembantu''
Maka Ali berkata, ''Demi ALlah, aku tidak meninggalkan
kata-kata ini sejak
beliau mengajarkannya kepadaku.'' Salah seorang shahabat
bertanya, ''Tidak kau
tinggalkan juga tatkala malam di perang shiffin?'' Beliau
menjawab, ''Walaupun di
No comments:
Post a Comment
ini komentar