Inilah sepenggal kisah yang sangat menyentuh hati. Kisah yang memberikan suatu motivasi dan inspirasi kepada setiap mukmin untuk meningkatkan kualitas diri di hadapan Allah SWT serta menyadarkan setiap mukmin yang terhipnotis dengan gemerlapan perhiasan dunia sehingga lalai akan kebersamaan Allah dalam setiap aktivitas. Bukankah Allah telah mengingatkan kita, 'Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.' (QS. 50:18).
Bahkan pada ayat sebelumnya, 'Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.' (QS. 50:16-17). Masih ingatkah kita sabda baginda Rosulullah ketika beliau ditanya malaikat tentang IHSAN, 'engkau beribadah (mengabdi) kepada Allah seakan-akan engkau melihat kepada-Nya, sekalipun engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya ia melihat engkau.
'Khasyyatullah (tahut kpada Alloh) akan tumbuh pada jiwa kita bilamana dalam jiwa kita tumbuh kesadaran akan ma'iyatullah (kebersamaan bersama Allah) dalam segala aktivitas. khasyatullahpun akan tumbuh subur dengan selalu bermu'yasah (berinteraksi) bersama Al-Qur`an dengan merenungi akhir perjalanan kaum terdahulu dan mau mengambil ibrah dari perlawanan mereka terhadap para Nabi sehingga Allah memberikan azab yang sangat dasyat seperti kisah kaum add, stamud dll . Dan yang paling terpenting dari itu semua adalah ilmu (baik syar'i maupun non syar'i). Allah berfirman, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.' (QS. 35:28).
Bahkan syaitan yang merupakan musuh nomer satu bagi umat manusia adalah makhluk yang paling takut kepada Allah sebagaimana yang termaktub dalam Al Qur`an, ' (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika mereka berkata pada manusia: 'Kafirlah kamu', maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata:'Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam'. (QS. 59:16). Itulah gambaran tentang khosyatullah, gambaran yang bukan hanya hayalan idealisme tapi haruslah terbumikan dalam realita kehidupan. Tunggu apa lagi ? ibda` binasfika wad'u ghairuka ...!
wallohu a'lam
Penulis: M. Ihsan Setiawan Tanggal:
No comments:
Post a Comment
ini komentar