Jangan Ada Suatu Golongan Memperolokkan Golongan Lain
Dalam ayat-ayat yang telah kami sebutkan
terdahulu terdapat sejumlah hal yang dilarang oleh Allah, demi melindungi
persaudaraan dan kehormatan manusia.
Yang dinamakan baik dalam pandangan
Allah, yaitu: iman, ikhlas dan mengadakan kontak yang baik dengan Allah. Bukan
dinilai dari rupa, badan, pangkat dan kekayaan.
Dalam hadisnya Rasulullah s.a.w.
mengatakan:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kamu dan kekayaan kamu, tetapi Allah melihat hati kamu dan amal kamu." (Riwayat Muslim)
Bolehkah seorang laki-laki atau
perempuan diperolokkan karena suatu cacat di badannya, perangainya atau karena
kemiskinannya?
Dalam sebuah riwayat diceriterakan,
bahwa Ibnu Mas'ud pernah membuka betisnya dan nampak kecil sekali. Maka
tertawalah sebagian orang. Lantas Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Apakah kamu mentertawakan kecilnya betis Ibnu Mas'ud, demi Allah yang diriku dalam kekuasaanNya: bahwa kedua betisnya itu timbangannya lebih berat daripada gunung Uhud." (Riwayat Thayalisi dan Ahmad)
Al-Quran juga menghikayatkan tentang
orang-orang musyrik yang memperolok orang-orang mu'min, lebih-lebih mereka yang
lemah --seperti Bilal dan 'Amman-- kelak di hari kiamat, neraca menjadi
terbalik, yang mengolok-olok menjadi yang diolok-olok dan
ditertawakan,
Firman Allah:
"Sesungguhnya orang-orang yang durhaka itu mentertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka melalui mereka, mereka berlirik-lirikan. Dan apabila mereka kembali kepada keluarganya, mereka kembali dengan suka cita. Dan apabila mereka melihat mereka itu, mereka berkata: 'Sungguh mereka itu orang-orang yang sesat.' Padahal mereka itu tidak diutus untuk menjadi pengawal atas mereka. Oleh karena itu pada hari ini orang-orang mu'min akan mentertawakan orang-orang kafir itu." (al-Muthaffifin 29-34)
Ayat ini31 dengan tegas dan jelas menyebutkan dilarangnya
perempuan mengolok-olok orang lain, padahal perempuan sudah tercakup dalam
kandungan kata kaum. Ini menunjukkan, bahwa pengolok-olokan sementara perempuan
terhadap yang lain, termasuk hal yang biasa terjadi di kalangan
mereka.
No comments:
Post a Comment
ini komentar