Nasihat untuk keluarga muslim - Kepada Ortu
Selasa, 21 Januari 2004 - 08:38:48, Penulis : Yusuf Bin Abdullah At-Turki
Kategori : Muammalah
Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam
dilimpahkan kepada Rasulullah, para keluarga dan para sahabat beliau, serta
kepada orang-orang yang mengikuti jalan
dan petunjuknya sampai hari pembalasan.
Saudaraku, para bapak dan ibu.
Allah telah berfirman : “Kalian adalah ummat terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, menyeru (mereka) kepada yang ma’ruf dan mencegah
(mereka) dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (Ali-Imran : 110).
Dari Abu Ruqayah Tamim bin Aus Ad-Dari Radiyallahu ‘anhu
bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
“Agama itu adalah nasehat. “Kami bertanya : “untuk siapa?
“Beliau menjawab: “untuk Allah, kitabNya, RasulNya, para imam orang-orang
Islam, dan untuk orang-orang awam mereka.” (riwayat muslim).
Dari sinar cahaya inilah, saya menulis untuk para orang
tua (ibu dan bapak) nasehat ini, dari seorang saudara yang mencintai mereka
seperti kecintaannya kepada dirinya sendiri. Saya memohon kepada Allah agar
nasehat ini akan mendatangkan manfaat. Sesungguhnya Allah Maha dekat, Maha
mengabulkan dan mendengar do’a.
Saudara-saudaraku, para ibu dan bapak. Panjatkanlah puji
dan syukur kepada Allah atas ni’mat anak yang telah diberikan oleh Allah.
Ketahuilah, bahwa anak merupakan suatu amanah yang agung dan tanggung jawab
yang berat di hadapan Allah. Adakah ibu bapak telah memelihara amanat-amanat
tersebut?
Allah berfirman tentang sifat-sifat para hambaNya yang
beriman :
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan
janjinya,” (Al-Mu’minun: 8).
Adakah kuncup-kuncup yang beriman, putera-puteri bapak
ibu, telah bapak ibu didik sehingga berakhlak dengan akhlak Al-Qur’an ?.
Adakah mereka telah bapak ibu didik untuk mengikuti
sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam ?
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-ahzab: 21)
Adakah mereka telah Bapak ibu didik untuk mengesakan
Allah Subhanahu wa ta’ala . dan menjaga fitrah mereka dari noda-noda syirik dan
dosa?
Allah Subhanahu wa ta’ala . berfirman :
“Dan (ingatlah) ketika Luqman kerkata kepada anaknya,
diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya ; ‘Hai anakku, janganlah kamu
mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar
suatu kezaliman yang besar.” (Luqmam:31).
Adakah mereka telah Bapak ibu didik untuk bertaqwa dan
selalu memperhatikah Allah, baik mereka dalam keadaan sembunyi atau
terang-terangan?
Adakah mereka telah Bapak ibu ajarkan rukun iman, rukun
Islam, dan ihsan, sehingga mereka menjadi teladan dan contoh hidup untuk
seorang muslim dan muslimah?
Adakah mereka telah Bapak ibu ajarkan shalat, dan bapak
ibu perintahkan mengerjakannya pada umur tujuh tahun, dan bapak ibu pukul pada
umur kesepuluh (jika tidak mengerjakannya) serta memisahkan tempat tidur mereka
?
Sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam dari Amru bin Syuaib dari bapaknya dari neneknya berkata :
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Perintahlah anak-anakmu
shalat pada umur ketujuh, dan pukul mereka (jika tidak mengerjakannya) pada
umur kesepuluh dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (riwayat Abu Daud dengan
sanad hasan).
Adakah mereka telah Bapak ibu asuh dengan adab dan sopan
santun Islam, seperti: berbakti kepada orang tua, silaturrahim, berbuat baik
kepada tetangga, menghormati tamu, berbuat baik pada fakir miskin, jujur,
amanah, adil, mempunyai rasa malu, memjaga lisan dan pendengaran serta
penglihatannya, memberi nasehat kepada setiap muslim, menyeru (manusia) kepada
yang baik dan mencegah dari kemungkaran, mendahulukan orang lain, randah hati,
memenuhi janji, dan lain-lain yang termasuk akhlak yang baik dan mulia?
Adakah mereka telah Bapak ibu cegah dari akhlak yang
tidak baik, seperti : berbuat aniaya (zhalim) kepada orang lain, sombong,
ghibah, mengadu domba, bohong, bersaksi bohong, hasud, dengki, memata-matai
orang lain, menghina orang Islam, menipu, curang dan khianat ?
Adakah mereka telah Bapak ibu tunjukkan kepada
teman-teman yang baik, dan bapak ibu menjauhkan mereka dari teman-teman yang
tidak baik?
Adakah bapak ibu telah mendidik para puteri sejak kecil
untuk mempunyai rasa malu, menutup badan dan terbiasa memakai hijab syar’i
secara sempurna, terutama wajah mereka, dan menjauhkan diri dari pergaulan kaum
lelaki?
Adakah ibu bapak telah menjadi contoh yang baik dalam hal
ini? Adakah mereka telah bapak ibu didik untuk bertanggung jawab sejak kecil?
Adakah? Adakah? Adakah?
Saudaraku para bapak dan ibu.
Hendaknya masing-masing menjawab pertanyaan-pertanyaan
tersebut secara jujur, kerena tanggung jawab dan amanat ini sangat besar dan
berat.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya adalah maalikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai
Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka, dan selalu mengerjakan
apa yang diperintahkan.” (At-tahrim: 6).
Saudara-saudaraku para bapak dan ibu.
Perkenankanlah saya untuk berbicara tentang suatu hal
penting yang kadang-kadang kedua orang tua meninggalkannya atau tidak tahu
kepentingannya, yaitu upaya mengawinkan putera-puteri pada umur lebih muda.
Dalam hadits dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam
bersabda :
“Wahai seluruh kaum remaja, barangsiapa diantara kamu telah
mempunyai kemampuan maka kawinlah, karena hal itu lebih membantu menahan
pandangan mata dan menjaga kelamin. Dan barang siapa belum mampu, hendaknya
berpuasa, karena itu merupakan obat baginya.” (muttafaq alaih).
Perkawinan akan menjaga dan memelihara kedua suami isteri
di samping akibat-akibat positif lainnya. Para setan penganjur kerusakan dari
golongan jin dan manusia mengerti dengan persis, bahwa perkawinan akan menjaga
individu dan masarakat dari jalan-jalan kerusakan dan kejahatan, maka mereka
memperhatikan sungguh-sungguh untuk menghalangi upaya perkawinan putera-puteri
bapak ibu dengan alasan-alasan yang melenakan sambil memanfaatkan kelengahan
orang tua mereka terhadap bahaya masalah ini.
Hendaknya bapak ibu –semoga Allah memelihara anda- untuk
mengawinkan putera-puteri bapak pada umur lebih muda. Bersungguh-sungguh
mencarikan isteri yang shalehah untuk putera bapak ibu, begitu juga mencarikan
suami yang shaleh untuk puteri bapak ibu, karena mereka merupakan amanat yang
besar, maka penuhilah hak memelihara mereka.
Kepada ummat Islam yang lain, hendaknya ikut bekerjasama
dalam meringankan beban biaya perkawinan. Para ulama hendaknya menganjurkan
ummat Islam untuk itu. Dalam hal ini kita mempunyai suri teladan yang baik dari
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.
Umar bin Khattab berkata :
“Janganlah kalian memahalkan mahar kaum wanita, karena
andaikata merupakan pemberian di dunia dan ketakwaan di akhirat maka hal itu
lebih diutamakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Nabi Shalallahu
‘alaihi wassalam tidak pernah memberi mahar pada siapapun diantara para isteri
beliau, dan tidak juga seorangpun diantara puteri-puteri beliau yang menerima
mahar lebih dari dua belas uqiyah, dan satu uqiyah sama dengan empat puluh
dirham.”
Saya memohon kepada Allah, agar menjaga puteri-puteri
ummat Islam dengan penjagaanNya dari segala kejahatan dan ketidak baikan,
menumbuhkan mereka menjadi tumbuhan yang baik, dan memberi taufiq kepada bapak
ibu untuk mendidik mereka dan memenuhi amanat yang berat ini. Sesungguhnya
Robbku Maha dekat, Maha mengabulkan dan Maha mendengar do’a.
UCAPAN SELAMAT DAN PENGHARGAAN
Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam
dilimpahkan kepada Rasulullah, para keluarga dan para sahabat beliau, serta
pada orang-orang yang mengikuti jalan dan petunjuk beliau sampai hari
pembalasan.
Selanjutnya, Ucapan selamat dan penghargaan saya berikan
pada mereka kaum lelaki yang menjalankan amanah dan tanggungjawab memimpin
keluarga dan memenuhi keridlaan Robb mereka. Mereka tidak rela dengan adanya
sopir, maka mereka sendirilah yang bertanggungjawab mengantar para isteri
mereka ke tempat-tempat yang terpaksa harus didatangi. Semoga Allah memberi
berkah kepada mereka dan memperbanyak orang-orang seperti mereka.
Ucapan selamat dan penghargaan kepada para wanita yang
telah memenuhi amanat dan melaksanakan tangung jawab memimipin rumah dan
anak-anak suaminya; mereka tidak rela adanya pembantu, maka mereka sendirilah
yang mengatur rumah suami. Semoga Allah memberi berkah kepada mereka dan
memperbanyak orang-orang yang seperti mereka.
Ucapan selamat dan penghargaan, saya sampaikan kepada
para kaum wanita yang beriman dan sabar.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan
sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang
apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi
roji’un (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNyalah kita akan
kembali). Mereka mendapat shalawat dan rahmat (kasih sayang) dari Robb mereka.
Dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Albaqarah: 155-157).
Kabar gembira untuk mereka. Semoga Allah memberikan
kepada mereka kesehatan di dunia dan akhirat.
Ucapan selamat dan penghargaan untuk para wanita yang
beriman, yang terdidik untuk mempunyai rasa malu, di suatu zaman yang jarang
wanita memakai hiasan rasa malu.
Dari Abu Said Al-Khudri Radiyallahu ‘anhu berkata :
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah orang yang lebih pemalu dari para
gadis dalam pingitannya, jika melihat sesuatu yang dibencinya kita dapat
melihat dari wajah beliau.” (muttafaq alaih).
Semoga Allah memberi berkah kepada mereka dan
memperbanyak orang-orang seperti mereka, dan menjaga mereka dengan penjagaanNya
dari kejahatan para penganjur kerusakan. Sesungguhnya Robbku Maha dekat, Maha
mengabulkan dan mendengar do’a.
PENUTUP
Ya Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa
atau kami bersalah.
Ya Robb kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban
yang berat sebagimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Robb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang
tak sanggup kami memikulnya. Berikanlah kami maaf; ampunilah kami, dan
rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum
kafir.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada hamba
dan Rasulnya Nabi kita Muhammad, para keluarga dan para sahabat beliau
semuanya.
Dan akhir do’a kita adalah bahwa segala puji bagi Allah
Robb alam semesta.
(Dinukil dari : نصائح
و توجيهات إلى
الأسرة المسلمة
Edisi Indonesia "Beberapa Nasehat Untuk
Keluarga Muslim". Karya Yusuf Bin Abdullah At-Turki)
No comments:
Post a Comment
ini komentar