Monday, 19 October 2015

keajaiban pada semut: Kelenjar Endokrin



Kelenjar Endokrin
Pada dasarnya terdapat beberapa kelenjar endokrin tempat reaksi kimia kompleks yang telah kita
bicarakan terjadi. Sekresi yang dihasilkan dalam enam kelenjar endokrin memungkinkan korespondensi
kimiawi antarsemut. Akan tetapi, hormon-hormon ini tidak menunjukkan ciri-ciri yang sama dalam setiap
spesies semut; setiap kelenjar endokrin memiliki fungsi terpisah dalam spesies semut yang berbeda. Sekarang
mari kita telaah lebih dekat kelenjar-kelenjar endokrin ini.
Kelenjar Dufour. Hormon yang diproduksi dalam kelenjar ini di-gunakan dalam perintah tanda bahaya
dan berkumpul untuk menyerang.
Kantung Racun: Produksi asam format dalam jumlah besar terjadi dalam kantung racun. Di sini pula
dibentuk racun yang diproduksi untuk digunakan selagi menyerang dan bertahan. Contoh terbaik hormon ini
terdapat pada semut api. Racun semut ini dapat melumpuhkan hewan kecil dan mencederai manusia.
Di hutan yang dihuni semut yang memproduksi asam format, peneliti menemukan asam format pada
tingkat yang tak bisa dijelaskan. Semua teori yang diajukan terbukti keliru dan semua penelitian yang
dilakukan tak membuahkan hasil apa pun. Pada akhirnya, keyakinan umum para ilmuwan berkembang seperti
berikut:
Asam format di hutan dibentuk oleh asam yang berasal dari penguapan asam yang diproduksi semut,
menghasilkan perubahan ekologis. Maksudnya, makhluk mikro ini mampu memproduksi dan, jika perlu,
menggunakan asam, dalam skala yang bahkan dapat mempengaruhi atmosfer daerah yang mereka huni tanpa
membahayakan diri mereka sendiri dan ini membingungkan para peneliti.10
Kelenjar Pigidial: Tiga macam spesies semut menggunakan sekresi yang diproduksi kelenjar ini
sebagai sistem tanda bahaya. Semut panen gurun besar mengirimkan hormon ini dalam bentuk bau yang kuat
dan mengeluarkan tanda bahaya panik; dan Pheidole biconstricta, spesies semut di Amerika selatan,
menggunakan sekresi yang dihasilkannya dalam kelenjar ini untuk tanda penyerangan dan pertahanan
kimiawi.
Kelenjar Sternal: Sekresi di sini digunakan selama migrasi koloni, melacak mangsa, dan mengumpulkan
“prajurit”. Fungsi paling orisinal sekresi ini adalah melumasi daerah perut ketujuh, yang sering harus diputar
saat menyemprotkan racun. Dengan ini pemutaran tubuh untuk menyemprotkan racun menjadi lebih mudah.
Tanpa kelenjar ini, yang merupakan pusat produksi zat pelumas mikroskopis, sistem pertahanan semut tidak
akan efisien.
Namun, kenyataannya tidaklah demikian, karena adanya rancangan sempurna ini: Cara semut mungil
memutar tubuh untuk menyemprotkan racun telah ditentukan, sebagaimana telah ditakdirkan di mana dan
bagaimana produksi pelumas yang diperlukan untuk mengurangi tekanan saat memutar tubuh ini.
Kelenjar metapleural: Telah ditemukan bahwa sekresi dari kelenjar ini adalah antiseptik, yang
melindungi permukaan tubuh dan sarang dari mikroorganisme. Misalnya, asam yang merupakan sejenis
antibiotika selalu terdapat pada tubuh semut Atta pada jumlah yang senantiasa 1,4 mikrogram. Semut pekerja
menyekresikan hormon antiseptik ini dalam jumlah kecil dari waktu ke waktu. Selanjutnya, jika diserang, ia
mengeluarkan hormon ini untuk mengusir musuh.11
Jangan lupa bahwa semut tidak tahu cara melindungi diri dari mikroba, bahkan tidak mengetahui
adanya mikroba. Tapi tubuhnya menghasilkan obat untuk melawan musuhnya tanpa ia sadari. Kenyataan
bahwa dalam tubuh semut selalu ada hormon antiseptik dengan jumlah 1,4 mikrogram adalah detail yang
telah dipikirkan dengan ketelitian tinggi. Karena Dia yang menciptakan semut adalah Dia yang memenuhi
semua kebutuhan makhluk hidup yang diciptakan-Nya dengan detail terkecil dan Dia yang sesungguhnya
Maha Pemurah.
Seperti yang telah ditunjukkan, semua kelenjar endokrin yang disebut dalam bab ini adalah unit yang
berfungsi vital untuk semut. Hilang atau tak berfungsinya kelenjar mana pun akan berpengaruh buruk pada
seluruh hidup sosial dan fisik semut. Bahkan, semut itu tak akan mampu bertahan hidup.
Ini meruntuhkan klaim teori evolusi bahwa makhluk hi-dup berkembang secara bertahap dan berawal
dari bentuk primitif, yang berangsur-angsur makin maju akibat rangkai-an kebetulan yang menguntungkan.
Jika demikian berarti pada tahap-tahap sebelumnya semut tidak memiliki sebagian ciri-ciri fisiologis mereka
hari ini dan baru memperoleh-nya belakangan. Namun, semua sekresi semut yang kita bahas di atas adalah
vital, dan tanpanya spesies semut mustahil mampu bertahan hidup.
Semua ini membawa kepada kesimpulan bahwa sejak awal semut sudah diciptakan bersama kelenjarkelenjar
endokrin dan fungsi-fungsi vital ini. Jadi, mereka tidak pernah menunggu perkembangan kelenjar
endokrin yang diperlukan selama ratusan ribu tahun agar dapat memiliki sistem komunikasi dan pertahanan.
Jika tidak, mustahil genus semut mampu bertahan hidup. Penjelasan satu-satunya adalah bahwa spesies semut
pertama yang ada di bumi bertahan hidup dalam bentuk yang sama sempurnanya dan sama lengkapnya seperti
hari ini. Sistem sempurna ini pastilah karya seni sesosok perancang yang cerdas. Jika kita sekarang bisa
membicarakan masyarakat semut yang berpopulasi miliaran ekor, kita harus mengakui bahwa Pencipta yang
satu telah menciptakan semua ini sekaligus.

No comments:

Post a Comment

ini komentar