Monday, 19 October 2015

semut ahli 4



Pengorbanan Para Pekerja
Telur dari sang ratu dan semut muda yang belum dewasa ini hidup di ruang pemeliharaan dalam sarang
semut. Jika suhu dan kelembapan udara membahayakan bagi semut muda, para pekerja membawa telur dan
semut muda ke lingkungan yang lebih sesuai. Pada siang hari, mereka menyimpan telur dekat ke permukaan
agar hangat, lalu membawa telur kembali ke ruangan yang lebih dalam pada malam hari atau ketika hujan.
Ini berarti para pekerja berusaha melindungi telur dan semut muda dengan cermat dan berusaha agar
mereka tetap nyaman. Jika hari sedang panas, sebagian semut pekerja membawa larva berkeliling sarang
untuk mendinginkannya. Sebagian menutupi dinding sarang dengan kulit kepompong buangan untuk
mencegah kelembaban. Sebagian lagi mencari makanan. Setiap tindakan ini menunjukkan bahwa semut ini
baik hati. Seekor membawa larva berkeliling sarang untuk mendinginkannya, sementara seekor menyekat
dinding sarang dengan kulit kepompong –teknik sekat yang modern – untuk mengatur suhu. Namun, jangan
lupa bahwa semut yang bersikap sangat penyayang ini tidak memiliki kemampuan berpikir. Bagaimanapun
majunya teknologi mereka, ilmu pengetahuan tidak akan dapat menemukan penyebab pengorbanan yang
ditunjukkan serangga kecil ini. Selain itu, pengorbanan ini sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip
dasar teori evolusi.
Contoh-contoh ini menunjukkan betapa makhluk hidup juga bertindak menurut kehendak Allah dan
mereka pun mematuhi-Nya. Rahasia ini dijelaskan dalam Al Quran sebagai berikut:
Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua yang makhluk
yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat)tidak menyombongkan diri.
Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan
(kepada mereka). (Surat An-Nahl: 49-50)
Harta Karun Semut
Semua kegiatan koloni semut berkisar seputar ratu dan telurnya. Ratu semut yang bertugas bereproduksi
ini sangat dijunjung tinggi oleh rakyatnya. Semua keperluan sang ratu dipenuhi para pekerjanya. Hal
terpenting yang dilakukan semut pekerja adalah melayani sang ratu dan memastikan bahwa sang ratu dan
bayinya selamat.
Ttelur semut sebagai harta karun yang paling berharga bagi koloni. Ketika semut merasakan bahaya
mengancam larva, yang pertama ia lakukan adalah memindahkannya ke tempat aman. Akan tetapi, karena
bayi semut mati jika berada di udara kering di luar sarang selama beberapa jam, para pekerja berusaha
menjaga kelembapan udara tempat larva berada. Ada berbagai teknik yang mereka gunakan untuk hal ini.
Pertama, mereka membangun sarang sedemikian rupa untuk menjaga kelembapan udara dan tanah. Selain itu,
semut yang menjadi perawat bayi memindahkan semut muda naik-turun di dalam sarang untuk mencari
tempat yang paling sesuai. Kebutuhan bayi semut berubah-ubah sesuai usia. Misalnya, telur dan larva
membutuhkan lingkungan yang lembap, sedangkan kepompong semut harus diletakkan di lingkungan yang
benar-benar kering. Para pekerja tetap melaksanakan tugasnya selama 24 jam tanpa henti untuk
menyelesaikan kewajibannya.80
Semut pekerja tidak bertelur, melainkan mengabdikan dirinya mengurus telur-telur ratunya. Mereka
menghadapi risiko kerja yang tinggi, karena medium lembap yang dibutuhkan telur dan larva ideal bagi
pertumbuhan bakteri dan jamur yang berbahaya bagi kesehatan semut.
Bagaimana para pekerja melindungi dirinya di lingkungan yang tidak sehat ini? Selain menciptakan
semut dengan tubuh yang sempurna, Allah menganugerahi mereka teknik pertahanan diri. Kelenjar
metapleural di rongga dada semut dewasa terus-menerus menghasilkan senyawa-senyawa yang dapat
membunuh bakteri dan jamur. Oleh karena itu, koloni semut jarang sekali terserang infeksi bakteri dan
jamur81.
Dapatkah Darwinisme Menjelaskan Pengorbanan Semut?
Charles Darwin, penggagas teori evolusi, menyatakan bahwa tujuan mendasar dari proses evolusi
adalah bertahan hidup. Menurut pandangan Darwin, ketika seekor hewan memiliki sifat yang meningkatkan
kemampuannya untuk bertahan hidup, hewan ini memiliki kelebihan. Karena kelebihan ini, mereka selamat
dan menghasilkan lebih banyak keturunan, sehingga akhirnya sifat ini tersebar ke seluruh anggota spesiesnya.
Oleh karena itu, evolusi akan meningkatkan pertahanan diri, bukan pengorbanan diri82.
Meskipun demikian, teori Darwin mengenai seleksi alam diruntuhkan dengan ditemukannya berbagai
contoh pengorbanan diri yang ditunjukkan semut. Sulit sekali bagi para pendukung teori evolusi untuk
menemukan jawaban kejadian ini. Bahkan, banyak dari fenomena ini yang sudah ditemukan sejak Darwin
masih hidup. Darwin sendiri menulis dalam bukunya, The Origin of Spesies.
Banyak sekali naluri hewan yang begitu menakjubkan, sehingga proses pembentukannya mungkin
dapat digunakan oleh para pembaca sebagai sebuah alasan untuk menolak teori saya. Pada kesempatan ini,
saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak ada hubungannya dengan asal mula kekuatan pikiran, seperti
halnya saya tidak ada hubungannya dengan kehidupan ini sendiri.83
Setelah adanya pengakuan yang begitu terbuka, hipotesis yang dikemukakan Darwin untuk
menyelamatkan teorinya semakin mendapatkan tantangan. Berdasarkan penjelasan Darwin terhadap situasi
yang membingungkan ini, seleksi alam tidak terjadi pada level individu, melainkan pada level kelompok,
dalam kelompok di dalam kelompok.
Meskipun demikian, ini tidak lebih dari pendapat yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, karena
pendapat ini hanya berupa perkiraan yang dikemukakan untuk menyelamatkan teorinya dan tidak didasarkan
pada penemuan nyata maupun pengamatan. Para pendukung evolusi yang muncul setelah Darwin tidak dapat
menjelaskan sifat pengorbanan yang ada pada hewan.
Sulit kita menjelaskan pengorbanan dan kedermawanan yang dilakukan semut, rayap, lebah, dan
serangga sosial lainnya sebagaimana dicontohkan sebelum ini, dengan menggunakan teori evolusi. Hanya ada
satu penjelasan mengapa seekor hewan merelakan keamanan dan kenyamanannya demi keamanan dan
kenyamanan anggota koloninya: strata sosial dalam koloni telah ditentukan oleh perancang yang menyadari
apa yang dilakukannya dan perancang ini telah memberikan tugas yang berbeda pada setiap anggota
kelompok. Anggota kelompok mematuhi pembagian tugas ini dan, jika perlu, mengorbankan dirinya. Yang
terpenting bagi hewan-hewan ini adalah kelangsungan hidup kelompoknya, dan pengorbanan yang
dibutuhkan untuk itu tidak dilakukan karena kemauan serangga yang tidak memiliki kesadaran dan
pertimbangan, melainkan karena kemauan pengaturnya.

No comments:

Post a Comment

ini komentar