Monday, 19 October 2015

spesies semut: Semut Kayu



Semut Kayu
Semut kayu terkenal dengan bukit yang mereka bangun dari daun cemara dan cabang tipis di atas
sarang bawah tanah mereka. Sarang ini biasanya ditemukan di sekitar batang pohon. Bagian sarang yang di
atas tanah, terbuat dari ranting, tangkai daun, dan daun cemara, adalah atap sarang. Atap ini bisa mencapai
dua meter tingginya, mencegah meresap-nya air hujan ke dalam dan mengatur suhu sarang dalam cuaca yang
sangat panas atau sangat dingin.32
Semut kayu, seperti semut lain, juga rajin bekerja. Mereka selalu saja menghias ulang sarang. Mereka
memindahkan lapisan permukaan semula ke lapisan bawah secara bertahap dan mereka menaikkan material
dari lapisan bawah untuk mengganti lapisan atas. Ada pengamatan menarik tentang perubahan yang dibuat
semut pada sarang. Cat biru disemprotkan ke puncak bukit sarang dan empat hari kemudian diamati bahwa
puncak bukit sudah kembali coklat. Partikel biru ditemukan 8-10 cm di bawah permukaan. Dalam sebulan
partikel ini turun hingga kedalaman 40 cm. Selanjutnya, partikel ini mencapai lagi permukaan.
Nah, apakah semut melakukan proses pemindahan sinambung ini hanya untuk iseng? Tidak. Para
peneliti menjelaskan mengapa semut kayu melakukan tindakan terus-menerus ini sebagai berikut: Gerakan
terus-menerus ini mengeringkan zat lembap di dalam la-pisan permukaan dan mencegah terbentuknya jamur.
Kalau tidak, sarang semut ini akan dihuni jamur yang berbahaya.
Dalam situasi seperti ini ada dua kemungkinan. Salah satunya adalah zaman dulu sekali, dengan
penelitian sendiri, semut menemukan fakta bahwa jamur berkembang dalam lingkungan lembab (sesuatu yang
ditemukan manusia sebagai hasil penelitian ilmiah jangka panjang), dan mengembangkan metode paling
rasional untuk melenyapkan masalah ini! Kemungkinan lain adalah pemikiran dan penerapan proses yang
sempurna ini hanya mungkin melalui ilham oleh kecerdasan yang lebih tinggi. Kasus pertama jelas mustahil.
Dia yang telah mengilhami semut untuk melindungi diri mereka dari jamur dan menunjukkan caranya tentu
saja adalah Allah yang Mahakuasa.
Metode Reproduksi Semut Kayu yang Berbeda-Beda
Para pejantan dan ratu semut kayu bersayap. Namun, mereka tidak melakukan penerbangan kawin
seperti spesies semut kecil lain. Kawin dilakukan di permukaan sarang atau tempat lain yang dekat. Setelah
kawin, ratu mencabut sayapnya dan melakukan salah satu dari tiga hal berikut:
(1) Dia kembali ke sarang tempat dia semula hidup sebagai larva dan meninggalkan telurnya di sana.
(2) Kadang dia meninggalkan sarang dengan diangkut para pekerja, mencari tempat baru untuk
membangun sarang.
(3) Jika dia pergi sendiri, dia masuk ke sarang dari semut lebih kecil dari spesies yang berhubungan,
misalnya semut hitam Formica fusca, dan menggantikan ratu di sana. Ratu meninggalkan telurnya untuk
dirawat para pekerja F. fusca di sana. Untuk beberapa lama, di sarang terdapat pekerja tamu dan pekerja tuan
rumah. Namun, karena tuan rumah tak punya ratu, lambat laun para pekerjanya mati dan ratu kayu
memperoleh sarang-jadi tanpa perlu melakukan apa-apa.33
Dalam taktik semut kayu ratu yang dibahas pada bagian 3, diamati adanya kesadaran yang jernih.
Namun, jelas kesadaran itu tak mungkin dimiliki semut itu sendiri. Semut ratu belum pernah melihat tempat
lain selain beberapa meter persegi dalam sarangnya. Dia masuk ke dalam koloni yang belum pernah ia lihat
atau ia ketahui sebelumnya, dan ia tahu siapa yang harus ia singkirkan dalam koloni tersebut. Ia melakukan
hal ini dengan mengatasi segala rintangan. Semua faktor ini membuktikan tanpa ragu lagi bahwa semut ratu
ini bertindak menuruti ilham. Fenomena yang disebut di atas adalah bukti jelas akan kekuasaan dan kekuatan
Allah atas segala makhluk hidup.

No comments:

Post a Comment

ini komentar