Semut
Legiun
Salah satu
hewan yang paling ditakuti di hutan adalah semut legiun. Komunitas semut ini
dinamai
“pasukan”
karena tindakan mereka me-miliki disiplin militer sejati.
Semut
legiun adalah hewan karnivora. Mereka melahap segala se-suatu yang terlihat.
Setiap semut
panjangnya
6-12 milimeter, tetapi jumlah mereka yang besar dan disiplin mereka mengimbangi
kekurangan
mereka dari
segi ukuran.
Sinar
matahari langsung dapat membunuh semut legiun dalam waktu singkat. Oleh karena
itu, mereka
berjalan di
malam hari atau dalam bayang-bayang. Karena peka cahaya, mereka menggali
terowongan
panjang
saat bergerak maju. Sebagian besar semut berlari dalam terowongan ini tanpa
keluar. Hal ini tidak
mengurangi
kecepatan mereka, karena mereka dapat menggali terowongan sangat cepat dengan
rahang
mereka yang
kuat. Karenanya, mereka lari secara cepat dan rahasia. Semut legiun bergerak
sebagai pasukan
yang sangat
besar, melintasi segala hambatan kecuali api dan air, meskipun mereka buta sama
sekali.34
Semut
legiun mengoyak mangsanya di tempat mereka bertemu, dan membawa potongan mangsa
kecilkecil
ke sarang
sementara. Makanan yang dibutuhkan koloni semut legiun cukup banyak. Kebutuhan
seharihari
koloni
ukuran sedang, yang terdiri atas 80.000 semut dewasa dan 30.000 larva,
kira-kira sekitar 2,27 liter
makanan produk
hewan.35
Karena
tidak memiliki sarang tetap, semut legiun selalu berpindah-pindah. Gerakan dan
migrasi koloni
bergantung
pada daur produksi telur. Ratu menghasilkan sekitar 25-35.000 telur selama dua
hari setiap bulan.
Beberapa
hari sebelum bertelur, koloni berhenti dan berkumpul di daerah luas. Semut
saling bergantungan
dengan kaki
yang berbentuk kait dan membentuk sarang sementara. Ruang kosong di tengah
merupakan
ruangan,
yang siap untuk didiami ratu dan generasi baru. Wajarnya, kaki dan sendi semut
di puncak harus
menerima
beban berlebihan. Namun, karena tubuh mereka dibentuk mampu dibebani berat
beberapa ratus kali
dari berat
mereka sendiri, mereka dapat menahan seluruh koloni tanpa masalah.36
Guna
berburu seefisien mungkin, semut menyesuaikan gerakan mereka dengan kebutuhan
anak-anak
semut yang
sedang berkembang, berganti-ganti antara fase menetap dan ber-pindah-pindah.
Pada masa
istirahat
sekitar 20 hari, ratu yang gemuk dan tak dapat bergerak menghasilkan 50.000
hingga 100.000 telur
sementara anak-anak
lain berada dalam tahap kepompong yang diam. Sebagian besar hari dilewatkan
para
pekerja
men-cari makanan untuk mereka sendiri dan ratu, melakukan serangan singkat dari
sarang dengan
pola
seperti mawar. Pada setiap serangan mereka mengubah arah sebesar rata-rata 123
derajat, se-hingga
meng-hindari
menyisir lahan yang sama.37
Semut bisa
tidak keliru menghitung 123 derajat, sesuatu yang tak dapat dihitung manusia
tanpa alat. Ini
seolah
menunjukkan pengetahuan matematika yang teliti. Namun, semut tidak mengenal
matematika,
berhitung
pun mereka tak bisa. Jadi ini menunjukkan bahwa tindakan mereka dilakukan
menurut ilham
istimewa,
dan tidak secara sadar.
Saat larva
pertama menetas, para pekerja mengumpulkan makanan sementara komunitas tetap di
tempat. Potongan
makanan langsung diberikan kepada larva. Siapnya ratu bertelur lagi biasanya
bersamaan
dengan
transisi larva sebelumnya ke tahap kepompong. Pada tahap ini komunitas berhenti
lagi. Serempaknya
waktu
bertelur ratu dan pindahnya larva ke tahap pupa menunjukkan perencanaan secara
sadar karena ini
mengurangi
waktu berhentinya pasukan.
Perkembangan
larva mendorong semut yang lebih tua untuk memulai daur migrasi baru. Inilah
cara
kerjanya:
larva menghasilkan sekresi ketika dijilat dan dibersihkan para pekerja.
Penelitian menunjukkan
bahwa
cairan ini efektif dalam keputusan untuk bermigrasi.38
Tidak logis
kalau kita mengklaim bahwa larva, yang menjadi semut pun belum, sudah terpikir
untuk
menyekresikan
cairan itu dan mengarahkan seluruh koloni untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Satu-satunya
hal yang
dapat ditangkap pengamat yang pandai adalah keberadaan Sang Pencipta tertinggi,
serta informasi
dan
kekuasaan-Nya di sekeliling kita.
No comments:
Post a Comment
ini komentar