TAK SESEDERHANA
KATA “AIR”
Sebagian besar
planet bumi tertutupi oleh air.
1.
Samudra dan lautan membentuk tiga perempat permukaan bumi. Sejumlah besar
air ini juga berada di angkasa: setiap awan mengandung ribuan bahkan jutaan ton
air berbentuk uap. Bahkan udara yang Anda hirup saat ini mengandung uap air
dengan kadar tertentu. Bahkan, di ruangan tempat Anda berada saat ini mungkin
terdapat sekitar empat puluh hingga lima puluh liter air, benarkah?
2.
Tubuh manusia terdiri dari sekitar 70% air. Sel-sel tubuh Anda berisi banyak
hal, tapi tidak ada yang lebih banyak atau lebih penting dari air.
3.
Air adalah zat yang diciptakan dan dirancang secara khusus sebagai sumber
kehidupan. Setiap sifat fisika dan kimia air telah diciptakan secara khusus
bagi kehidupan. Air memang memiliki segala sifat yang benar-benar pas dan
sesuai bagi kelangsungan hidup semua makhluk.
4.
Air membeku dari arah sebaliknya. Ini adalah sifat air yang ‘aneh’, akan tetapi
sangatlah penting bagi keberadaan air di permukaan bumi. Jika air tidak membeku
dari atas, dengan kata lain jika es tidak mengapung, maka banyak air di wilayah
dingin di permukaan bumi yang
akan menjadi
es.
Terdapat banyak
tempat di bumi yang memiliki suhu di bawah 00C di musim dingin. yang
terjadi adalah: ketika suhu udara menjadi dingin, masa jenis atau kerapatan air
menjadi semakin besar hingga suhunya mencapai 40C. Namun setelah
mencapai titik ini, segala sesuatunya berubah tiba-tiba. Di bawah suhu ini, air
mulai memuai dan kerapatannya menjadi semakin kecil. Akibatnya, air bersuhu 40C
akan tetap berada di bagian paling bawah. Hanya di bagian paling permukaan
sajalah suhu air mencapai 00C. Dan lapisan teratas inilah yang
membeku. Tapi hanya bagian permukaan saja yang membeku, lapisan air bersuhu 40C
di bawah lapisan es ini tetap berwujud cair, dan ini sudah cukup bagi hewan dan
tumbuhan dalam air untuk tetap hidup.
Untuk volume yang sama, air memiliki berat tertinggi pada suhu +40C. Ini sungguh penting bagi kelangsungan hidup flora dan fauna di muka bumi. Di lautan, air yang bersuhu +40C tenggelam ke dasar lautan karena memiliki berat terbesar. Karenanya, dasar lautan yang permukaannya tertutupi bongkahan es, selalu dalam keadaan cair (tidak beku), dan memiliki suhu +40C yang masih memungkinkan berlangsungnya kehidupan. Hal yang sama berlaku pula di sungai dan di danau.
Mengapa air
berperilaku tidak sebagaimana zat cair lainnya? Mengapa air tiba-tiba saja memuai
di bawah suhu 40C, padahal di atas suhu ini ia menyusut? Ini adalah
pertanyaan yang tak seorang pun mampu menjawabnya. Tapi satu hal yang pasti
adalah: ‘keanehan’ inilah yang menjadikan kehidupan di bumi tetap berlangsung.
Hal ini memunculkan satu pertanyaan lagi: mungkinkah ini semua dikarenakan air
itu sendirilah yang menghendaki perilaku ‘anehnya’ tersebut. Namun air adalah
benda mati. Air hanyalah senyawa yang terdiri dari atom hidrogen dan oksigen
yang tidak memiliki akal pikiran. Sebaliknya, ini bukan pula kehendak seluruh
makhluk hidup yang telah memprogram air agar memiliki sifat yang mendukung
kelangsungan hidup mereka. Jika demikian, tentunya ada kehendak dan kecerdasan
lain yang menciptakan perilaku air agar sesuai dengan kebutuhan makhluk hidup.
1.
Semua hewan menyusui memiliki suhu tubuh yang hampir sama. Kendatipun terdapat
perbedaan, ini hanya sedikit dan suhu tubuh mereka berkisar antara 35-400C.
Manusia normal bersuhu tubuh 370C. Ini adalah suhu yang sangat
kritis dan harus dijaga agar tetap berada pada angka ini. Sebab, jika
suhu tubuh Anda turun beberapa derajat saja, banyak bagian tubuh Anda yang akan
terganggu fungsinya dan sSebaliknya. Singkatnya, suhu tubuh kita berada pada
titik kesetimbangan yang sangat kritis yang hanya memberikan ruang bagi
perubahan yang sangat kecil saja.
2.
Semua gerakan dari seluruh tubuh, memerlukan energi agar dapat berlangsung.
Tapi, proses pembentukan energi senantiasa melepaskan panas sebagai hasil
samping. jika Anda berpikir secara mendalam Anda akan tahu bahwa tubuh Anda
tidak sepanas sebagaimana yang seharusnya.
3.
Satuan panas adalah kalori. Manusia normal yang berlari 10 kilometer selama
satu jam akan menghasilkan panas sebesar 1000 kalori. Panas ini harus dibuang
dari dalam tubuh. Jika tidak, Anda akan jatuh pingsan dan koma sebelum Anda
menempuh kilometer yang pertama. Beruntunglah, Anda terhindarkan dari bahaya
ini oleh dua sifat yang dimiliki air.
4.
Sifat pertama adalah kapasitas panas air yang sangat besar yang berarti: untuk
menaikkan suhu air, sejumlah besar energi dalam bentuk panas dibutuhkan.
Kendatipun air menyusun sekitar 70% dari keseluruhan tubuh kita, air tidak
gampang cepat menjadi panas dikarenakan kapasitas panas yang dimilikinya ini.
5.
Peningkatan sebesar 100C akan berakibat mematikan,
sebagaimana telah disebutkan di atas. Untuk mencegahnya, sifat yang kedua dari
air, yakni panas laten yang tinggi, sangat dibutuhkan. Untuk menjaga agar tetap
dingin meskipun menghasilkan panas, tubuh kita berkeringat. Ketika kita
berkeringat, air menutupi permukaan kulit kita dan menguap dengan cepat. Namun,
oleh karena panas laten air begitu besar, penguapan ini memerlukan panas dalam
jumlah besar. Dan panas ini sudah tentu diserap dari tubuh, dan karenanya tubuh
kita tetap dingin. Proses pendinginan ini bekerja dengan sangat baik sehingga
terkadang kita merasa kedinginan meskipun cuaca agak panas.
6.
Seseorang yang telah berlari sejauh 10 kilometer akan menurunkan suhu tubuhnya
sebanyak 60C akibat penguapan air sebanyak kurang lebih 1 liter.
Semakin banyak tenaga yang ia keluarkan, semakin tinggi kenaikan suhu tubuhnya;
namun pada saat yang sama ia pun semakin banyak berkeringat. Akibatnya, terjadi
pendinginan pada tubuhnya. Keberadaan perangkat termostat (pengatur suhu) pada
tubuh ini dimungkinkan oleh sifat panas air tersebut. Tidak ada cairan yang
dapat menandingi keunggulan air.
7.
Ada satu hal penting lagi. Jika panas yang dihasilkan dalam tubuh tidak
dialirkan ke permukaan tubuh, yakni ke bagian kulit, maka dua sifat air di
atas, termasuk proses berkeringat, tidak akan terjadi.
8.
Jadi, struktur tubuh kita haruslah memiliki kemampuan menghantarkan panas yang
tinggi. Di sinilah perlunya satu lagi sifat air lainnya, yakni kemampuan yang
sangat tinggi untuk menghantarkan panas. Tidak seperti cairan yang lain, air
memiliki daya hantar panas yang sangat tinggi. Akibatnya, tubuh mengalirkan
panas yang dihasilkannya di bagian dalam tubuh keluar menuju kulit di
permukaan. Jika daya hantar ini dua atau tiga kali lebih rendah, maka laju
pengaliran panas ini akan lebih lambat. Hal ini menjadikan kehidupan hewan
seperti mamalia takkan mungkin terjadi.
Semua ini menunjukkan
bahwa ketiga sifat panas air bekerja bersama untuk satu tujuan: mendinginkan
suhu tubuh makhluk hidup, termasuk manusia.
Bahasan Utama - 3
Nampaknya biasa saja...
Nampaknya biasa saja...
Usaha pertama untuk
mengkaji masalah air pada tahun 1832 karya seorang naturalis Inggris, William
Whewell, berjudul “Astronomy and General Physics Considered with Reference to
Natural Theology”. Whewell mengulas sifat-sifat air dan menemukan bahwa
sebagiannya tampak menyalahi sejumlah aturan baku dan hukum alam.
Kesimpulan yang ia dapatkan adalah ketidaksesuaian ini justru menjadi sebagai
bukti bahwa air telah secara khusus diciptakan agar kehidupan dapat
berlangsung.
1.
Air telah diciptakan untuk kehidupan dengan tingkat kesesuaian yang begitu
tinggi.
Dengan kata lain,
segala ciri fisika dan kimia air menunjukkan bahwa air diciptakan secara khusus
bagi kehidupan.
“Dia-lah, Yang
telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi
minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat
tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air
hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah)
bagi kaum yang memikirkan.” (QS. An Nahl, 16:10-11)
No comments:
Post a Comment
ini komentar