Monday, 19 October 2015

simbiosis semut 6



Tanaman Penghasil Zat Kimia dan Semut Penghasil Nitrogen
Suatu spesies semut, Philidris, dan tumbuhan inangnya, Dischidia major, menghasilkan sejumlah zat
kimia yang rumit sepanjang hidup mereka.
Tumbuhan ini tidak memiliki akar di bawah tanah. Oleh karena itu, tumbuhan ini melilitkan dirinya
pada tumbuhan lain agar dapat berdiri tegak. Tumbuhan ini memiliki cara yang sangat menarik untuk
meningkatkan jumlah karbon dan nitrogen yang mereka dapatkan.
Semut memiliki tempat penyimpanan dalam tumbuhan ini, tempat mereka memelihara larva dan
menyembunyikan sampah-sampah organik mereka (seperti semut mati, potongan tubuh serangga, dan
sebagainya), yang disebut “daun semut”. Tumbuhan menggunakan sampah-sampah ini sebagai sumber
nitrogen. Selain itu, permukaan-dalam dari ruang daun menyerap karbon dioksida yang dihasilkan semut,
sehingga mengurangi jumlah air yang menguap melalui pori-pori daun66. Pencegahan penguapan air ini sangat
penting bagi tumbuhan penghasil zat kimia yang hidup di daerah tropis ini, karena tumbuhan ini tidak pernah
dapat mendapatkan kebutuhan airnya langsung dari tanah karena tidak memiliki akar. Oleh karena itu, semut
menyediakan dua kebutuhan penting tumbuhan sebagai balasan dari “kebaikannya” memberikan tempat
berlindung pada semut.
Semut yang Memberi Makan Inangnya
Spesies semut tertentu memberi makan tumbuhan inangnya. Sebagai contoh, tubuh tumbuhan
Myrmecodia dan Hydnophytum, yang dipenuhi benjolan memberikan ruang-ruang bersekat bagi semut untuk
bersarang. Semut yang hidup di lekukan-lekukan ini berbeda satu dengan yang lain. Ruang-ruang yang
dihuninya berdinding mulus. Mereka menyimpan sisa sampah serangga di ruang lain, yang berdinding kasar.
Riset membuktikan dinding yang kasar menyerap nutrisi, sedangkan dinding mulus tidak berpori. Oleh karena
itu, tumbuhan menyerap sisa sampah serangga yang dibawa masuk oleh semut. Dengan kata lain, semut telah
memilih ruang-ruang yang tepat.
Para ilmuwan melakukan sebuah uji menarik. Pertama-tama mereka memberi makan larva lalat buah
dengan ragi (yeast) yang telah diradiasi. Kemudian mereka meletakkan larva-larva ini pada tanaman yang
dihuni koloni semut. Ketika semut menemukan larva, mereka langsung membawanya ke ruang berdinding
kasar. Selama dua minggu selanjutnya, para ilmuwan mengamati level radioaktif pada tumbuhan, untuk
membuktikan bahwa sampah sisa serangga didistribusikan melalui saluran-saluran dalam tubuh tumbuhan
setelah diasimilasi. Para ilmuwan membuktikan bahwa zat-zat radioaktif dibawa ke seluruh tumbuhan, karena
tumbuhan ini telah menyerap nutrisi yang tersedia67.
Tumbuhan Piper dan Semut Coklat
Hubungan antara tumbuhan piper dan semut mungkin paling menarik dibandingkan dengan contohcontoh
lain yang sudah kita kaji sebelumnya. Tumbuhan bernama piper ini (sejenis tanaman mini dari famili
lada hitam) tumbuh di hutan tropis Amerika Tengah. Tumbuhan ini menyediakan makanan dan tempat
berlindung bagi semut coklat (Pheidole bicornis). Pada saat pohon piper muda baru berdaun lengkap dua atau
tiga buah, salah satu pangkal daunnya – gelembung kosong di antara cabang dan daun – biasanya berisi ratu
Pheidole. Ratu semut membentuk koloni pada tunas tumbuhan piper dengan cara mengunyah pangkal daun
dan membuat lubang, serta bertelur di sana. Ketika telur-telurnya pertama kali menetas menjadi larva, sang
ratu dan anak-anaknya menempati salah satu pangkal daun. Ketika koloni mulai berkembang, para semut
pekerja secara bertahap membuat lubang pada jaringan di bagian tengah tangkai daun, sehingga seluruh
tanaman berubah menjadi tempat tinggal koloni semut68.
Tumbuhan ini juga merupakan sumber makanan bagi semut. Permukaan dalam dari pangkal daun
menghasilkan makanan satu-sel bagi semut. Semut mencabut remah-remah yang kaya akan minyak dan
protein dari dinding pangkal daun, kemudian memberikannya pada larva mereka.
Makanan bergizi ini mungkin tidak dapat ditemukan oleh semut di tempat lain. Makanan ini disediakan
secara khusus oleh piper. Semut-semut ini berpindah ke pohon piper yang memberikan pelayanan terbaik,
tempat berlindung, dan makanan bagi mereka setiap tahunnya, serta membangun sarang mereka di bagian
tumbuhan yang paling sesuai bagi mereka.
Piper yang “Cerdas”
Tumbuhan piper yang berfungsi sebagai sumber makanan, juga memiliki keistimewaan lainnya. Spesies
tumbuhan lain tetap menghasilkan makanan meskipun koloni semut telah meninggalkannya, sedangkan
tumbuhan piper hanya memproduksi makanan ketika koloni semut masih menetap di pohon itu. Para ilmuwan
telah menyadari bahwa tumbuhan berhenti memproduksi makanan ketika semut coklat (Phedoles) tidak ada.
Tolong-Menolong
Perbuatan tumbuhan piper bukanlah pengorbanan sepihak. Selama mereka hidup bersama, semut juga
memproduksi nutrisi yang dibutuhkan oleh inangnya.
Ketika semut bergerombol pada batang tumbuhan yang membusuk, semut dibawa jaringan tumbuhan
bagian dalam yang lunak dalam bentuk ammonia hidrat. Cairan ini sangat menguntungkan bagi tumbuhan,
karena meningkatkan efisiensinya. Selain itu, ketika anggota koloni semut bernapas, mereka mengeluarkan
karbon dioksida sehingga konsentrasinya pada tumbuhan meningkat dan pohon tumbuh lebih sehat.
Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk memahami apakah semut piper menyediakan makanan bagi
tumbuhan inangnya. Terbukti bahwa semut Pheidole membawa serta partikel-partikel tertentu seperti spora,
potongan rumput liar, dan serpihan kulit ngengat, ketika semut sedang mencari makan. Semut menyimpan
makanan yang mereka bawa dalam kantung kecil tempat mereka memelihara larvanya, kemudian tumbuhan
mengambil mineral yang dibutuhkannya dari makanan ini.
Pheidole Sang Pakar Strategi
Sifat semut Pheidole cukup ramah. Mereka bergerak perlahan-lahan dan tidak pernah menyerang
maupun menggigit. Akan tetapi, semut ini menggunakan strategi licik untuk melindungi dirinya dan inangnya,
pohon piper.
Kebanyakan serangga, seperti ulat yang memakan dedaunan, bertelur di atas pohon. Semut segera
membuang sumber bahaya ini. Telur rayap yang diletakkan pada daun tumbuhan piper dapat ditemukan oleh
semut pekerja dalam waktu satu jam. Kemudian para pekerja ini memunguti telur satu demi satu. Mereka
membawa telur-telur ini ke tepi daun dengan dagu dan mejatuhkannya ke bawah. Para ilmuwan mencoba
meletakkan telur rayap di ruang larva semut, agar larva memakannya. Tetapi hasilnya tetap sama, dan semut
pekerja segera membuang apa pun yang dapat membahayakan diri mereka dan inang mereka71.
Aphid Penyerang
Makhluk lain yang membahayakan piper adalah aphid gandum yang suka menyerang, Ambates
melanobs. Aphid gandum menyerang sebagian besar tumbuhan yang tidak ditinggali oleh koloni semut dan
membunuh tumbuhan ini dengan cara melubangi batang pohon dari dalam. Akan tetapi, penyerang kecil ini
tidak mungkin berhasil apabila tumbuhan dijaga oleh semut. Semut menyerang larva aphid yang lunak dan
tidak memiliki pertahanan tubuh ketika mereka mulai melubangi bagian dalam batang. Semut yang bertugas
menjaga tumbuhan bertugas melawan segala jenis serangan serta melindungi keseimbangan ekologi dengan
kemampuan mereka ini.
Keharmonisan dalam kehidupan tumbuhan dan semut tidak mungkin terjadi secara kebetulan.
Gambaran yang kita dapatkan dari informasi yang diberikan melalui seluruh bab ini menunjukkan pada kita
spesies-spesies yang berbeda satu sama lain, tetapi diciptakan untuk dapat bekerja sama dengan baik.
Pada awal bab ini, kami telah memberikan contoh keharmonisan seperti ini. Hubungan antara anak
kunci dan gembok yang sesuai. Hanya ada satu penjelasan dari keharmonisan yang terjadi antara dua obyek
ini. Gembok dan anak kunci dibuat oleh ahli yang sama, artinya keduanya memang sengaja dibuat
berkesesuaian. Dalam contoh kerjasama yang kita temui di alam, logika yang sama juga berlaku. Semut dan
tumbuhan bekerja sama karena mereka adalah produk rancangan secara sadar. Semut tidak mempunyai
kekuasaan terhadap tumbuhan, demikian juga sebaliknya. Karena keduanya tidak mungkin mengeluarkan
gagasan, mereka hanya menjalani kehidupannya menurut ilham yang diberikan oleh Penciptanya, sehingga
mampu memelihara hubungan timbal balik dalam kehidupan mereka.
Tugas bagi manusia adalah menyadari kekuasaan Sang Pencipta dan Si Pemilik kekuasaan ini. Tetapi
sayangnya begitu banyak manusia yang tidak memikirkannya, bahkan tidak pula memedulikannya. Ayat di
bawah ini menyatakan dengan kalimat yang sebaik-baiknya mengenai penciptaan sempurna yang dilakukan
Allah dan kebutaan manusia dalam memandangnya:
Hai Manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.
Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat
pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari
mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah
dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Surat Al-Hajj:73-74)

No comments:

Post a Comment

ini komentar