Tanaman
Penghasil Zat Kimia dan Semut Penghasil Nitrogen
Suatu
spesies semut, Philidris, dan tumbuhan inangnya, Dischidia major,
menghasilkan sejumlah zat
kimia yang
rumit sepanjang hidup mereka.
Tumbuhan
ini tidak memiliki akar di bawah tanah. Oleh karena itu, tumbuhan ini
melilitkan dirinya
pada
tumbuhan lain agar dapat berdiri tegak. Tumbuhan ini memiliki cara yang sangat
menarik untuk
meningkatkan
jumlah karbon dan nitrogen yang mereka dapatkan.
Semut
memiliki tempat penyimpanan dalam tumbuhan ini, tempat mereka memelihara larva
dan
menyembunyikan
sampah-sampah organik mereka (seperti semut mati, potongan tubuh serangga, dan
sebagainya),
yang disebut “daun semut”. Tumbuhan menggunakan sampah-sampah ini sebagai
sumber
nitrogen.
Selain itu, permukaan-dalam dari ruang daun menyerap karbon dioksida yang
dihasilkan semut,
sehingga
mengurangi jumlah air yang menguap melalui pori-pori daun66. Pencegahan penguapan air ini sangat
penting
bagi tumbuhan penghasil zat kimia yang hidup di daerah tropis ini, karena
tumbuhan ini tidak pernah
dapat
mendapatkan kebutuhan airnya langsung dari tanah karena tidak memiliki akar.
Oleh karena itu, semut
menyediakan
dua kebutuhan penting tumbuhan sebagai balasan dari “kebaikannya” memberikan
tempat
berlindung
pada semut.
Semut yang
Memberi Makan Inangnya
Spesies
semut tertentu memberi makan tumbuhan inangnya. Sebagai contoh, tubuh tumbuhan
Myrmecodia dan Hydnophytum, yang dipenuhi
benjolan memberikan ruang-ruang bersekat bagi semut untuk
bersarang.
Semut yang hidup di lekukan-lekukan ini berbeda satu dengan yang lain.
Ruang-ruang yang
dihuninya
berdinding mulus. Mereka menyimpan sisa sampah serangga di ruang lain, yang
berdinding kasar.
Riset
membuktikan dinding yang kasar menyerap nutrisi, sedangkan dinding mulus tidak
berpori. Oleh karena
itu,
tumbuhan menyerap sisa sampah serangga yang dibawa masuk oleh semut. Dengan kata
lain, semut telah
memilih
ruang-ruang yang tepat.
Para
ilmuwan melakukan sebuah uji menarik. Pertama-tama mereka memberi makan larva
lalat buah
dengan ragi
(yeast) yang telah diradiasi. Kemudian mereka meletakkan larva-larva ini
pada tanaman yang
dihuni
koloni semut. Ketika semut menemukan larva, mereka langsung membawanya ke ruang
berdinding
kasar.
Selama dua minggu selanjutnya, para ilmuwan mengamati level radioaktif pada
tumbuhan, untuk
membuktikan
bahwa sampah sisa serangga didistribusikan melalui saluran-saluran dalam tubuh
tumbuhan
setelah
diasimilasi. Para ilmuwan membuktikan bahwa zat-zat radioaktif dibawa ke
seluruh tumbuhan, karena
tumbuhan
ini telah menyerap nutrisi yang tersedia67.
Tumbuhan
Piper dan Semut Coklat
Hubungan
antara tumbuhan piper dan semut mungkin paling menarik dibandingkan dengan
contohcontoh
lain yang
sudah kita kaji sebelumnya. Tumbuhan bernama piper ini (sejenis tanaman mini
dari famili
lada hitam)
tumbuh di hutan tropis Amerika Tengah. Tumbuhan ini menyediakan makanan dan tempat
berlindung
bagi semut coklat (Pheidole bicornis). Pada saat pohon piper muda baru
berdaun lengkap dua atau
tiga buah,
salah satu pangkal daunnya – gelembung kosong di antara cabang dan daun –
biasanya berisi ratu
Pheidole. Ratu semut membentuk koloni pada tunas
tumbuhan piper dengan cara mengunyah pangkal daun
dan membuat
lubang, serta bertelur di sana. Ketika telur-telurnya pertama kali menetas
menjadi larva, sang
ratu dan
anak-anaknya menempati salah satu pangkal daun. Ketika koloni mulai berkembang,
para semut
pekerja
secara bertahap membuat lubang pada jaringan di bagian tengah tangkai daun,
sehingga seluruh
tanaman
berubah menjadi tempat tinggal koloni semut68.
Tumbuhan
ini juga merupakan sumber makanan bagi semut. Permukaan dalam dari pangkal daun
menghasilkan
makanan satu-sel bagi semut. Semut mencabut remah-remah yang kaya akan minyak
dan
protein
dari dinding pangkal daun, kemudian memberikannya pada larva mereka.
Makanan
bergizi ini mungkin tidak dapat ditemukan oleh semut di tempat lain. Makanan
ini disediakan
secara
khusus oleh piper. Semut-semut ini berpindah ke pohon piper yang memberikan
pelayanan terbaik,
tempat
berlindung, dan makanan bagi mereka setiap tahunnya, serta membangun sarang
mereka di bagian
tumbuhan
yang paling sesuai bagi mereka.
Piper yang
“Cerdas”
Tumbuhan
piper yang berfungsi sebagai sumber makanan, juga memiliki keistimewaan
lainnya. Spesies
tumbuhan
lain tetap menghasilkan makanan meskipun koloni semut telah meninggalkannya,
sedangkan
tumbuhan
piper hanya memproduksi makanan ketika koloni semut masih menetap di pohon itu.
Para ilmuwan
telah
menyadari bahwa tumbuhan berhenti memproduksi makanan ketika semut coklat (Phedoles)
tidak ada.
Tolong-Menolong
Perbuatan
tumbuhan piper bukanlah pengorbanan sepihak. Selama mereka hidup bersama, semut
juga
memproduksi
nutrisi yang dibutuhkan oleh inangnya.
Ketika
semut bergerombol pada batang tumbuhan yang membusuk, semut dibawa jaringan
tumbuhan
bagian
dalam yang lunak dalam bentuk ammonia hidrat. Cairan ini sangat menguntungkan
bagi tumbuhan,
karena
meningkatkan efisiensinya. Selain itu, ketika anggota koloni semut bernapas,
mereka mengeluarkan
karbon
dioksida sehingga konsentrasinya pada tumbuhan meningkat dan pohon tumbuh lebih
sehat.
Sejumlah
penelitian telah dilakukan untuk memahami apakah semut piper menyediakan
makanan bagi
tumbuhan
inangnya. Terbukti bahwa semut Pheidole membawa serta partikel-partikel
tertentu seperti spora,
potongan
rumput liar, dan serpihan kulit ngengat, ketika semut sedang mencari makan.
Semut menyimpan
makanan
yang mereka bawa dalam kantung kecil tempat mereka memelihara larvanya,
kemudian tumbuhan
mengambil
mineral yang dibutuhkannya dari makanan ini.
Pheidole
Sang Pakar Strategi
Sifat semut
Pheidole cukup ramah. Mereka bergerak perlahan-lahan dan tidak pernah menyerang
maupun
menggigit. Akan tetapi, semut ini menggunakan strategi licik untuk melindungi
dirinya dan inangnya,
pohon
piper.
Kebanyakan
serangga, seperti ulat yang memakan dedaunan, bertelur di atas pohon. Semut
segera
membuang
sumber bahaya ini. Telur rayap yang diletakkan pada daun tumbuhan piper dapat
ditemukan oleh
semut
pekerja dalam waktu satu jam. Kemudian para pekerja ini memunguti telur satu
demi satu. Mereka
membawa
telur-telur ini ke tepi daun dengan dagu dan mejatuhkannya ke bawah. Para
ilmuwan mencoba
meletakkan
telur rayap di ruang larva semut, agar larva memakannya. Tetapi hasilnya tetap
sama, dan semut
pekerja
segera membuang apa pun yang dapat membahayakan diri mereka dan inang mereka71.
Aphid
Penyerang
Makhluk
lain yang membahayakan piper adalah aphid gandum yang suka menyerang, Ambates
melanobs. Aphid gandum menyerang sebagian besar
tumbuhan yang tidak ditinggali oleh koloni semut dan
membunuh
tumbuhan ini dengan cara melubangi batang pohon dari dalam. Akan tetapi,
penyerang kecil ini
tidak
mungkin berhasil apabila tumbuhan dijaga oleh semut. Semut menyerang larva
aphid yang lunak dan
tidak
memiliki pertahanan tubuh ketika mereka mulai melubangi bagian dalam batang.
Semut yang bertugas
menjaga
tumbuhan bertugas melawan segala jenis serangan serta melindungi keseimbangan
ekologi dengan
kemampuan
mereka ini.
Keharmonisan
dalam kehidupan tumbuhan dan semut tidak mungkin terjadi secara kebetulan.
Gambaran
yang kita dapatkan dari informasi yang diberikan melalui seluruh bab ini
menunjukkan pada kita
spesies-spesies
yang berbeda satu sama lain, tetapi diciptakan untuk dapat bekerja sama dengan
baik.
Pada awal
bab ini, kami telah memberikan contoh keharmonisan seperti ini. Hubungan antara
anak
kunci dan
gembok yang sesuai. Hanya ada satu penjelasan dari keharmonisan yang terjadi
antara dua obyek
ini. Gembok
dan anak kunci dibuat oleh ahli yang sama, artinya keduanya memang sengaja
dibuat
berkesesuaian.
Dalam contoh kerjasama yang kita temui di alam, logika yang sama juga berlaku.
Semut dan
tumbuhan
bekerja sama karena mereka adalah produk rancangan secara sadar. Semut tidak
mempunyai
kekuasaan
terhadap tumbuhan, demikian juga sebaliknya. Karena keduanya tidak mungkin
mengeluarkan
gagasan,
mereka hanya menjalani kehidupannya menurut ilham yang diberikan oleh
Penciptanya, sehingga
mampu
memelihara hubungan timbal balik dalam kehidupan mereka.
Tugas bagi
manusia adalah menyadari kekuasaan Sang Pencipta dan Si Pemilik kekuasaan ini.
Tetapi
sayangnya
begitu banyak manusia yang tidak memikirkannya, bahkan tidak pula
memedulikannya. Ayat di
bawah ini
menyatakan dengan kalimat yang sebaik-baiknya mengenai penciptaan sempurna yang
dilakukan
Allah dan
kebutaan manusia dalam memandangnya:
Hai
Manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.
Sesungguhnya
segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor
lalat
pun,
walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas
sesuatu dari
mereka,
tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang
menyembah
dan amat
lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan
sebenar-benarnya.
Sesungguhnya
Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Surat Al-Hajj:73-74)
No comments:
Post a Comment
ini komentar