Monday, 16 November 2015

tuntunan Rasulullah dalam PUASA ; zadul maad 2



 PUASA 

1.       PUASA adalah tali kendali orang bertaqwa, Baju besi orang mujahid dan latihan pendekatan diri
2.       puasa merupakan hubungan rahasia antara hamba dan Allah
3.       puasa dapat menyehatkan hati dan badan

karena berat kewajiban puasa turun 2 tahun setelah hijrah.  Orang sakit dan musafir  dapat ruksha tapi harus mengganti pada bulan lain. Ibu hamil jika ada kekhawatiran menimbulkan dampak pada janin,  bisa mengkodo atau memberi makan orang miskin.

Puasa wishol =puasa nyambung
terhadap 2 hukum:
1.       Diperbolehakan diriwayatkan abdullah bin Az-Zubair.
2.       Mengharamkanya menurut pendapat imam malik, abu hanifah, asy syafi’y, ats tsauri.
3.       Boleh tapi dari sahur hingga sahur lagi  dari ahmad dan sihaq untuk hadits abu sa’id al khurdy.

Jika mendung untuk menentukan hilal bisa besoknya dengan menyempurnakan bulan sya’ban menjadi 30 hari. Jika sudah lewat waktu  untuk mendirikan sholat id,  maka menghentikan puasa dan melaksanakan sholat id hari besoknya.
Nabi menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Dengan korma jika tak ada maka dengan air. Jika nabi bepergian pada bulan puasa, kadang buka kadang puasa. Tapi jika musuh sudah dekat ketika perang maka dianjurkan nabi untuk berbuka agar kuat.  Musyafir  tidak ada batasan jarak boleh tidaknya berbuka. Yang membatalkan puasa adalah makan, minum, berbekam, dan muntah dengan sengaja. Berkumur dan istinsyaq tidak batal tapi jangan berlebihan.

PUASA SUNNAH
Nabi tidak pernah puasa sebulan penuh kecuali romadhon , tidak puasa lebih banyak selain bulan sya’ban. Tidak ada satu bulan pun yang berlalu tanpa ada hari puasa didalamanya. Tidak pernah puasa 3 bulan terus menerus. Puasa 6 hari ada hadits sahih. Nabi pernah puasa sunnah diniatkan pada siang hari, juga pernah berbuka puasa sunnah pada siang hari. Nabi pernah minum diatas mimbar pada hari jumat untuk menunjukan hari  jumat jangan dikhususkan puasa.

I’tikaf
I’tikaf dimaksudnkan untuk:  menempatkan hati dihadapan Allah, menyendiri bersamanya, memutuskan dari segala kesibukan, sehingga hanya Allah yang diingat.
Itikaf merupakan penyempurna dari puasa.  Dikerjakan pada 10 hari terakhir. Nabi pernah tidak itikaf kemudian mengkodonya pada bulan syawal. Nabi memerintahkan mendirikan tenda di masjid lalu beliau berada didalamnya menyendiri bersama Allah.  Sebelum itikaf,  nabi sholat fajar terlebih dahulu. Pulang kerumah hanya untuk kebutuhan kemanusiaan.

No comments:

Post a Comment

ini komentar