Monday, 9 November 2015

Tuntunan Rasulullah tentang Shalat Kusuf, zadul maad

Tuntunan Rasulullah tentang Shalat Kusuf (Gerhana)

Ketika ada  gerhana matahari, maka nabi Shallallalm buru-buru keluar dari rumah sambil menyeret kain selendangnya. Gerhana mulai tampak pada pagi hari  kira-kira setinggi dua atau tiga tombak dari permukaan bumi  Beliau shalat dua rakaat. Pada rakaat pertama beliau membaca  Al-Fatihah dan surat yang panjang, menyaringkan bacaan, lalu ruku' dan  memanjangkan ruku'nya, kemudian berdiri dari ruku sambil mengucap  sami 'allahu liman hamidahu rabhana wa lakal-hamdu dan memanjangkan  tempo berdirinya,  sekalipun tidak selama berdiri yang pertama, kemudian membaca, lalu ruku  dan memanjangkan ruku'nya, sekalipun tidak selama  ruku  yang pertama, kemudian berdiri dari ruku", lalu sujud dan memanjangkan sujudnya. Rakaat kedua juga sama dengan rakaat yang pertama, Jadi  dalam dua rakaat itu beliau melakukan empat kali ruku' dan empat kali sujud.

Dalam shalatnya itu beliau melihat surga dan neraka. Beliau melihat bagaimana para penghuni  neraka yang mendapatkan siksaan. Beliau melihat seorang wanita yang dicakari kucing dan dicabik-cabik, karena dulunya  sewaktu di dunia dia mengerangkeng kucing itu tanpa memberinya makan
hingga mati kelaparan. Beliau juga melihat Amr bin Malik yang menyeret  ususnya di neraka. Dia adalah orang yang pertama kali merubah agama  Ibrahim dan mendatangkan berhala ke Makkah.

Seusai shalat beliau membalikkan badan dan menyampaikan khutbah  yang amat mendalam. Beliau memulai dengan memuji Allah dan membaca  syahadatain. Setelah itu beliau menyampaikan khutbah sebagai berikut;

" Wahai semua manusia, aku bersumpah kepada Al lah di hadapan kalian, andaikan kalian melihat aku melakukan keterbatasan dalam menyampaikan risalah Rabb-ku, namun kalian tidak berani menyampaikannya  kepadaku."

Ada beberapa orang yang berdiri dan berkata, "Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah Rabb engkau, memberikan nasihat  kepada umat dan engkau telah melaksanakan apa yang diwajibkan kepada  engkau."

Kemudian beliau melanjutkan, "Sesungguhnya ada beberapa orang  yang beranggapan bahwa gerhana matahari dan gerhana rembulan serta tidak tampaknya bintang-gemintang merupakan pertanda kematian para pemimpin  dunia. Mereka telah berkata dusta. Tapi yang demikian itu merupakan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang harus diambil pelajaran oleh  hamba-hamba-Nya. agar dapat melihat siapa yang telah menerima taubat  mereka. Demi Allah, aku telah melihat semenjak muiai berdiri tadi apa yang  akan terjadi dari urusan dunia dan akhirat kalian. Demi Allah, hari kiamat  tidak akan terjadi kecuali setelah muncul tiga puluh pendusta. Yang terakhir
di antara mereka adalah Dajjal yang mata kirinya buta. Seakan-akan itu  adalah mata Abu Yahya yang saat itu menjadi tetua dari kalangan Anshar.  Di antara dirinya dan biliknya ada Aisyah. Setiap kali dia keluar, maka dia  mengaku sebagai Allah. Siapa yang percaya kepadanya, membenarkan dan
mengikutinya. maka amal shalihnya yang telah lampau tidak berguna sama  sekali. Siapa yang mengingkari dan mendustakannya, maka dia tidak akan  disiksa karena keburukan amalnya yang telah lampau. Dia akan menguasai  seluruh dunia kecuali tanah suci dan Baitul-Maqdis. Dia akan mengepung  orang-orang Mukmin di Baitul-Maqdis dan menimbulkan kegemparan yang
hebat. Kemudian Allah membinasakannya beserta pasukannya. Sampai- sampai  fondasi dinding atau pangkal pohon pun akan berkata, 'Hai orang Mukmin, hai orang Muslim, ini ada orang Yahudi'. Atau ia berkata, 'ini ada orang kafir. Maka kemarilah dan bunuhlah dia'. Yang demikian itu tidak akan
terjadi sehingga kalian melihat berbagai perkara yang keadaannya muncak pada diri kalian. Di antara kalian saling bertanya-tanya, adakah nabi kalian menyebutkan yang demikian ini? Kemudian gunung-gunung lepas dari  tempatnya, dan setelah itu adalah kebinasaan."

Beliau memerintahkan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah,  shalat, berdoa, memohon ampunan, bershadaqah dan amal-amal shalih lainnya.

No comments:

Post a Comment

ini komentar