Monday, 9 November 2015

Tuntunan Rasulullah tentang Slialat 'Id, zadul maad



Tuntunan Rasulullah tentang Slialat 'Id

Rasulullah senantiasa  sholat id di tempat sholat yaitu di pintu gerbang Madinah bagian timur. dan beliau tidak pernah  shalat  Id di masjid  kecuali hanya sekali saja.  itu pun karena saat itu turun
hujan  sebagaimana  yang disebutkan di dalam  riwayal Abu Daud dan Ibnu Majah.  Tapi tuntunan beliau adalah di mushalla (tempat vang digunakan untuk shakit).

Beliau mengenakan pakaian yang paling indah saat keluar untuk shalat 'Id. Bahkan beliau mempunyai pakaian khusus yang digunakan hany a untuk  shalat Jumat dan 'id. Terkadang beliau mengenakan dua mantel  berwarna  hijau dan terkadang satu mantel  warna merah.Tapi bukan merah menyala  seperti anggapan banyak orang. Warna merah itu hanya sekedar berupa  garis-garis  seperti  model kain Yaman. Disebut merah karena ada warna merah pada  mantel itu.

Beliau makan beberapa biji  buah korma di rumah . sebelum berangkat ke shalat  id.  Namun hal ini tidak dilakukan ketika hendak pergi ke shalat  iedul-Adhha. Beliau makan sepulang dari shalat "Idul-Adhha, yaitu dari  daging korbannya, beliau mandi sebelum berangkal shalat  Id. dan herjalan menuju tempat shalat sambil membawa tombak kecil. Jika sudah tiba di  tempat shalat. beliau menancapkanya di  depannya sebatas pembatas tempat  shalat. Sebab tempat shalat 'Id itu merupakan lapangan yang terbuka. tanpa  ada dinding maupun bangunannya. Beliau agak menunda shalat 'Idul-fitri  dan menyegerakan shalat 'idul-Adhha. Ibnu Umar yang sangat  besar antusiasinya dalam mengikuti As-Sunnah tidak keluar ke tempat shalat kecuali  setelah matahari terbit.  Dan mengucapkan takbir dari  rumah hingga ke tempat  shalat.
Mendirikan sholat 2 rokaat dulu sebelum khotbah.  Pada rakaat pertama beliau bertakbir tujuh kali setelah takbiratul-ihram.  diam sejenak di antara takbir-takbir itu. dan tidak ada riwayat yang menyebutkan adanya bacaan di antara takbir-takbir itu. hanya saja disebutkan dari  ibnu Mas'ud  bahwa dia mengucapkan labih dan sholawat kepada Nabi . Sementara ibnu Umar mengangkat kedua  langan pada setiap takbir. Setelah lakbir itu beliau membaca Al-Fatihah.  setelah itu membaca surat Qaf atau Al-Qamar. dan terkadang beliau membaca  Ai-A’la dan Ai-Ghasy iyah. Hanya inilah riwayat yang shahih dari beliau  tentang bacaan itu. Kemudian pada rakaat kedua jumlah takbirnya lima kali.

Seusai shalat beliau herbalik dan berdiri menghadap ke arah manusia.  Mereka duduk di shaffnya masing-masing.  Lalu beliau menyampaikan  wasiat,  pelajaran, perintah dan larangan. Tidak ada mimbar yang digunakan. Mimbar di masjid Madinah juga tidak dikeluarkan. Beliau berdiri diatas tanah. Yang pertama kali mengeluarkan mimbar masjid Madinah ialah Marwan bin Al-Hakam.  tapi kemudian perbuatannya di ditentang banyak orang. Tapi boleh jadi beliau berdiri di tempat yang agak tinggi. yang disebut mishthabah. Beliau memulai khutbahnya dengan bacaan hamdalah dan tidak disebutkan dalam satu hadits pun bahwa beliau memulai khutbah  Id dengan takbir.

Nabi memberikan rukhshah kepada orang-orangyang menghadiri shalat  Id untuk duduk mendengarkan khutbah atau pergi  tanpa mendengarkannya.  Jika  id Jatuh pada hari Jum'at. beliau
memberikan rukhshah untuk tidak ikut shalat jum’at.

Beliau selalu menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat dan  ketika pulang dari tempat shalat Id  agar perjalanan yang ditempuu lebih banyak. Orang yang berjalan ke masjid atau ke tempat shalat maka salah satu langkah kakinya untuk meninggikan derajatnya. sedang langkah kaki yang lain untuk menghapus kesalahan-kesalahan.

Diriwayatkan dari Nabi bahwa beliau beliau takbir dari shalat subuh hingga setelah ashar pada hari terakhirdari hari hari tasyriq. dengan lafazh Allahu Akbar, Allahu Akbar,  la ilaha illallah wallahu akbar  Allahu Akbar wa lillahil hamd.


No comments:

Post a Comment

ini komentar