BAB 11: Geologi
Bagaimana Anda dapat membuktikan agama yang benar kepada siapa yang tidak
berbicara bahasa Arab atau mengetahui sesuatu tentang kelancaran al-Quran yang
tidak dapat ditiru atau ada bandingannya? Apakah hanya dengan cara itu mereka
mempelajari bahasa Arab ini dan untuk pemilik ilmu pengetahuan? Jawabannya
"tentu tidak". Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia telah menunjukkan
rahmat-Nya kepada mereka dan kepada generasi lain dengan menurunkan bukti yang
tepat kepada seluruh manusia, terlepas dari perbedaan di antara mereka seperti
ras, bahasa, dan waktu.
Kami bertemu dengan Profesor Palmer, salah satu ahli geologi terkemuka di
Amerika Serikat. Dia mengepalai sebuah panitia yang mengatur ulang tahun
perkumpulan atau Perhimpunan Ahli Geologi Amerika. Ketika kami bertemu
dengannya, kami menunjukkan keajaiban ilmiah beberapa ayat al-Quran dan Hadis
Nabi, di mana dia sangat heran dan kaget. Saya ingat sebuah anekdot yang
menyenangkan. Ketika menunjukkannya bahwa al-Quran menyebutkan bagian terdekat
dan dinyatakan di dekat Yerusalem, di mana peperangan yang terjadi di antara
Persia dan Romawi. Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia berfman:
"Alif Laam Miim, telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang
terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. " (QS ar Ruum:
13)
Kata "adna" bisa berarti yang terdekat atau terendah. Penafsir
al-Quran, yang kemungkinan Allah senang dengan mereka yang disebutkan "adnal
ardhi"' yang berarti daerah terdekat dengan Jazirah Arab. Akan tetapi
arti kedua itu juga menyebutkan di sana. Dengan cara inilah al-Quran memberikan
satu kata yang memiliki banyak arti, sebagaimana yang digambarkan Nabi Muhammad
SAW dalam sabdanya:
"Saya telah diberi banyak kata yang meliputi banyak hal. " (HR
Bukhari-Muslim)
Ketika kami menanyakan bagian bumi yang rendah, kami mendapatkan bahwa hal
ini memiliki tempat yang sama persis sebagai saksi peperangan yang mana Romawi
terkalahkan. Ketika kam.i memberitahu Profesor Palmer tentang hal ini, dia
menandingi sebelum berkata bahwa ada beberapa daerah lain yang lebih rendah
daripada yang disebutkan dalam ayat al-Quran. Dia memberi contoh nama daerah
lain itu di Eropa dan Amerika. Kami meyakinkannya bahwa informasi kami itu
teruji dan tepat. Kami menunjukkannya globe topografi yang menunjukkan bagian
yang tinggi dan rendah. Dia mengatakan bahwa hal ini akan mudah dengan globe
untuk memastikan tempat terendah di bumi. Dia memutar tangan globe dengan
tangannya dan memusatkan tanda pada daerah dekat Yerusalem. Untuk kebenarannya,
ada tanda panah kecil yang menonjol menghadap ke arah area itu dengan
kata-kata: "Daerah yang terdekat yang menghadap ke bumi."
Profesor Palmer dengan cepat mengakui bahwa informasi kami memang tepat.
Dia meneruskan pembicaraan bahwa negeri ini memang yang terdekat dengan bumi.
Profesor Palmer berkata: "Hal ini terjadi di daerah Laut Mati yang ada
di atasnya sini dan cukup menarik dengan diberi nama di atas globe:
"Negeri yang terdekat di dunia. " Sehingga hal ini didukung oleh
tafsiran kata-kata yang kritis. "
Profesor Palmer lebih heran lagi ketika menemukan al-Quran berbicara
tentang zaman dulu dan menggambarkan bagaimana awal mula penciptaan,
bagaimana bumi dan langit diciptakan, bagaimana air memancar terus dari tempat
terdalam di bumi, bagaimana gunung ditegakkan di atas daratan, bagaimana
tumbuh-tumbuhan dimulai, bagaimana bumi sekarang, menggambarkan gunung-gunung
fenomena alam, serta perubahan yang ada di permukaan bumi sebagai saksi di
Jazirah Arab. Hal ini bahkan digambarkan masa depan daratan Arab dan masa depan
daratan seluruh bumi ini. Dengan hal ini, Profesor Palmer mengakui bahwa
al-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang,
dan masa depan.
Seperti ilmuwan lain, Profesor Palmer pada mulanya ragu-ragu, tetapi tidak
lama kemudian dia datang dengan pendapatnya. Di Kaim, dia mempresentasikan
hasil penelitiannya yang berhubungan dengan aspek yang tidak dapat ditiru dari
ilmu pengetahuan tentang geologi yang terdapat di dalam al-Quran. Dia
mengatakan bahwa dia tidak mengetahui bahwa seni pernyataan dalam bidang
keilmuan selama zaman Nabi Muhammad SAW. Namun, dari apa yang kita ketahui
tentang pengetahuan dan peralatan yang hanya sedikit pada saat itu, niscaya
kita dapat menyimpulkan bahwa alQuran adalah cahaya yang hebat yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW Di sini Profesor Palmer menyimpulkan dengan
kata-katanya sebagai berikut:
"Kami membutuhkan penelitian sejarah sebelum pertengahan timur tradisi
lisan untuk mengetahui apakah kenyataan itu berhubungan dengan peristiwa
sejarah yang telah dilaporkan. Jika tidak ada catatan, hal ini diperkuat dengan
kepercayaan bahwa Allah menurunkannya melalui Nabi Muhammad SAW dengan sedikit
pengetahuannya dan kita hanya menemukan untuk diri kita pada akhir-akhir ini.
Kita melihat kelanjutan dialog dengan topik ilmu pengetahuan menurut al-Quran
dalam konteks geologi. Terima kasih banyak. "
Sebagaimana Anda lihat, inilah salah satu tokoh besar dalam bidang geologi
di dunia sekarang ini, yang datang dari Amerika Serikat, dia masih mernbutuhkan
seseorang untuk menunjukkan kebenaran kepadanya. Orang Barat dan orang Timur
yang tinggal di tengahtengah peperangan antara agama dan ilmu pengetahuan.
Akan tetapi, peperangan ini tidak dapat dielakkan sebab semua pesan itu
sebelumnya telah berubah. Oleh karena itu, Allah mengutus Nabi Muhammad SAW
dengan Islam yang menawarkan kebenaran yang telah dirusak.
Seseorang mungkin bertanya: Bagaimana orangorang ini menerima apa yang
kita katakan kepada mereka ketika kita secara jasmaniah orang-orang bawahan
dan kita tidak mengikuti agama kita dengan taat? Jawaban saya untuk mereka
adalah pengetahuan yang menambah keinsafan dari seseorang yang memperolehnya.
Pengetahuan orang-orang itu peduli hanya untuk melihat kenyataan, tidak hanya
pada gambar. Kekayaan Islam sekarang ini tepat dengan ilmu pengetahuan ini dan
kemajuan ilmiah. Ilmu pengetahuan modern dapat tetap menundukkan kepalanya
dalam penghormatan kepada kitab Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Sifat dasar dari masa purba, al-Fitrah, yang mana Allah menciptakan
manusia, tidak mencapai ketenangan kecuali dengan cara Islam. Orang itulah yang
tidak memiliki iman yang terus-menerus yang dipenuhi rasa gelisah dan bingung.
Terlebih lagi suasana kebebasan di Barat membantu ilmuwan Barat untuk
mengekspresikan apa yang mereka percayai tanpa takut maupun malu. Kami
mendengar mereka dalam beberapa tahap pengakuan dan penegasan keajaiban saat
ini, al-Quran yang mengingatkan kehidupan sampai akhir zaman.
BAB 12: Gunung
Sekarang kami bertemu dengan seseorang ahli yang unik. Dia berbeda dengan
ahli yang lain, tetapi pada saat yang sama, dia anggota dari kelompok ahli.
Namanya adalah Profesor Siaveda, salah satu anggota ahli geologi dari Jepang.
Dia juga salah satu ilmuwan terkenal dunia. Pemikiran Profesor Siaveda
dipenuhinya dengan beberapa distorsi dan kecurigaan tentang semua agama. Memang
benar apa yang dia katakan yang berkenaan dengan semua agama, kecuali Islam,
sebab Islam berbeda dengan semua agama yang ia bicarakan.
Ketika kami bertemu dengannya, dia berkata kepada kami: "Anda belajar
agama yang semua ada di dunia seharusnya Anda menjaga dengan menutup mulut Anda
selamanya." Kami menjawab: "Tetapi mengapa, Profesor, mengapa?"
Dia menjawab: "Sebab, jika Anda berbicara, Anda menyebabkan perang yang
berkobar antara keseluruhan manusia di dunia". Kami bertanya kepadanya:
"Mengapa persekutuan NATO dan Pakta Warsawa mengumpulkan gudang senjata
nuklir secara besar-besaran dan senjata nuklir di angkasa, laut, darat, dan
bawah tanah. Mengapa hal ini? Apakah hal ini untuk alasan agama?" Dia
terdiam. Kemudian kami berkata kepadanya: "Bagaimananapun kami tahu bahwa
sikap Anda yang berhubungan dengan semua agama, namun karena Anda tidak tahu
banyak tentang Islam, Anda mungkin mendengar apa yang kami katakan." Jadi,
kami menanyakannya banyak pertanyaan tentang keahliannya dan juga memberikan
informasi kepadanya tentang ayat-ayat al-Quran dari Hadis Nabi yang menyebutkan
fenomena yang ia bicarakan.
Satu dari pertanyaan ini adalah tentang gunung yang benar-benar mengakar di
bumi. Dia menjawab: "Perbedaan pokok antara gunung yang ada di benua
dan gunung yang ada di samudera terletak pada bahannya. Gunung yang ada di
benua pada dasarnya terbuat dari endapan, sedangkan gunung di samudera terbuat
dari batu vulkanik. Gunung di benua terbentuk dari kekuatan tekanan , sedangkan
gunung di samudera terbentuk dari kekuatan perpanjangan. Tetapi, di antara
kedua gunung itu memiliki persamaan bahwa mereka mengakar untuk mendukung
pegunungan. Dalam hal ini, gunung di benua, ringan rendahnya berat jenis bahan
dari gunung secara luas turun ke bumi sebagai akar. Sedangkan gunung di
samudera juga ada bahan ringan yang menyokong gunung sebagai akar, tetapi
bahan-bahan gunung disamudera ini tidak ringan sebab komposisinya ringan,
tetapi panas, oleh karena itu agak meluas Tetapi dari sudut pandang berat
jenis, mereka mengerjakan hal yang sama dalam menyokong pegunungan. Oleh karena
itu, fungsi akar adalah penyokong gunung sesuai dengan hukum Archimedes. "
Profesor Siaveda menggambarkan semua bentuk gunung, baikyang di darat
maupun di laut, sebagaimana yang menjadi bentuk iris. Dapatkah seseorang pada
masa Nabi Muhammad SAW mengetahui kondisi gunung ini? Dapatkah seseorang
membayangkan bongkahan gunung yang dia lihat sebelumnya benar-benar memperluas
ke dalam bumi dan memiliki akar sebagaimana yang dipercayai para ilmuwan.
Banyak buku geografi yang membicarakan gunung, hanya menggambarkan bagian
permukaan bumi. Hal inilah yang tidak ditulis oleh ahli geologi, akan tetapi
ilmu pengetahuan modern memberikan informasi kepada kita tentang gunung dan
Allah berfirman,
"Dan gunung gunung sebagai pasak" (QS anNaba'.
7)
Kami bertanya kepada Profesor Siaveda: "Apakah gunung-gunung itu
memiliki fungsi dalam membangun kerak bumi?" Dia mengatakan bahwa hal ini
belum ditemukan dan dibangun oleh para ilmuwan. Dalam pandangan jawaban, kami
menyelidiki dan menanyakan tentang hal ini dan kami mendapati beberapa ahli
geologi memberikan jawaban yang sama, kecuali hanya sedikit. Di antara yang
sedikit itu sebagai penulis buku yang berjudul "Bumi". Buku ini
dijadikan sebagai dasar referensi di beberapa universitas di seluruh dunia.
Salah satu penulis buku ini bernama Frank Press. Sekarang ini dia Presiden
Akademi Ilmu Pengetahuan di Amerika Serikat. Sebelum itu, dia penasihat ilmu
pengetahuan bekas Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter.
Apa yang dikatakan dalam bukunya, ia menggambarkan gunung menyerupai bentuk
iris di mana gunung itu bagian kecil dari semua yang memiliki akar dan mengakar
kuat di dasar tanah. Prof Press menulis fungsi gunung dan menyatakan bahwa
mereka memainkan peran penting dalam menstabilkan kerak bumi. Inilah kenyataan
mengapa al-Quran menggambarkan gunung pada 14 abad yang lalu.
Allah berfirman:
"Dan gunung gunung dipancangkannya dengan teguh. " (QS an-Naazi'at : 32)
"Dan Dia menancapkan gunung gunung di bumi supaya bumi itu tidak
goncang bersama kamu. " (QS an-Nahl : 15)
Namun, siapa yang telah memberi tahu Nabi Muhammad SAW tentang hal ini?
Kami menanyakan kepada Profesor Siaveda pertanyaan berikut: “Apa pendapat Anda
setelah melihat al-Quran dan Sunnah yang berkaitan dengan rahasia alam semesta
yang baru saja ditemukan para ilmuwan akhir-akhir ini?" Dia menjawab:
"Saya pikir, hal ini terlihat sangat misterius bagi saya, hampir tidak
dapat dipercaya. Saya sungguh berpikir apa yang Anda katakan itu benar. Buku
itu sungguh luar biasa, saya setuju. "
Ya, apa yang dapat dikatakan para ilmuwan? Mereka tidak dapat menghubungkan
pengetahuan yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan yang tertulis di
dalam al-Quran untuk seluruh umat manusia atau ahli ilmiah pada masa lalu,
sebab semua ilmuwan tidak menyadari akan rahasia semua ini. Terlebih lagi,
semua manusia tidak dapat menjelaskan tetapi untuk menghubungkan pengetahuan
itu untuk beberapa kekuatan bumi. Ya, inilah petunjuk dari Allah yang
diturunkan kepada utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW yang buta huruf yang dibuat
Allah sebagai tanda yang abadi untuk mengantarkan manusia sampai akhir zaman.
No comments:
Post a Comment
ini komentar