Terputusnya WAHYU Dari
Langit
Di
antara dampak yang paling besar adalah terputusnya wahyu dari langit, Yang karenanya seorang shahabiyah seperti
Ummu Aiman menangis dan tangisannya membuat Abu Bakar dan Umar bin Khaththab
juga ikut menangis. Ini menunjukkan bahwa sejak wafatnya Rasulullah M wahyu
tidak akan pernah turun lagi ke dunia ini sampai hati kiamat nanti. " Aku
adalah penutup (para Nabi)." (HR. Al- Bukhari).
Kepergian
Rasulullah telah membawa musibah bagi umatnya
hingga hari kiamat. Berbagai faham dan pemikiran muncul dan saling serang dan
bantah. Para penuntut surga menjadi langka dan para penuntut
neraka menjamur. Berbagai
bid'ah dikultuskan layaknya landasan agama dan rukunnya. Pelaku sunnah dianggap
melakukan bid'ah dan pelaku bid'ahlah yang justru dianggap pengamal sunnah.
Antara kita dengan faham yang shahih tentang agama terbentang padang sahara
yang siap memotong leher setiap orang yang berlalu.
Karena
begitu besarnya pengaruh dan dampak dari wafatnya Rasulullah M tersebut dan
banyaknya kaum muslimin yang tidak mengetahui dan menyadarinya maka kami
terpanggil untuk menerbitkan sebuah buku yang menjelaskan detik-detik menjelang
wafatnya Rasulullah M serta dampak yang ditimbulkan darinya.
Dalam buku ini para
pembaca akan mendapatkan :
1. Dahsyatnya peristiwa
detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah
2. Wasiat-wasiat
Rasulullah untuk umatnya menjelangnya wafatnya.
3. Dampak wafatnya
Rasulullah bagi para keluarga dan shahabatnya.
4. Dampak wafatnya
Rasulullah bagi umatnya secara umum.
5. Dan apa yang mesti kita
lakukan setelah Rasulullah M wafat?
Pendahuluan Perpisahan
setelah sempurna cahaya
risalah Nabi setelah sampai risalah
tauhid kepada manusia, setelah menyebar cahaya Islam dan setelah tinggi
bendera-bendera Islam, Rasulullah
merasakan bahwa perjalanan beliau di dunia dan tinggalnya beliau di
dunia ini hampir berakhir dan beliau hanya memiliki beberapa langkah saja untuk
menuju negeri akhirat, sampai ketika Rasulullah M mengutus Mu'adz bin Jabal ke
Yaman pada tahun ke sepuluh Hijriyah, beliau berkata kepadanya:
"Wahai Mu'adz,
mungkin saja engkau tidak akan berjumpa denganku setelah tahun ini, atau kemungkinan
engkau akan melintasi masjidku ini dan kuburanku. "Maka Mu 'adzinpun
menangis dengan penuh rasa khusyu karena
takut berpisah dengan Rasulullah. Rasulullah mengumumkan keinginannya untuk
menunaikan ibadah haji ke Baitullah, sehingga berdatangan ke Madinah sejumlah
besar manusia, semuanya ingin mendapatkan kepemimpinan Rasulullah di dalam
ibadah hajinya tersebut .
Pada
hari Sabtu empat hari sebelum berakhirnya bulan Dzulqa'dah 13 , Rasulullah bersiap-siap untuk berangkat menuju Makkah.
Rasulullah berangkat setelah Zhuhur sehingga sampai di Dzul Hulaifah sebelum
shalat Ashar. Rasulullah bermalam di
Dzul Hulaifah hingga pagi. Sebelum shalat Zhuhur, Rasulullah mandi untuk ihram dan memakai minyak wangi,
kemudian berihlal dengan ibadah haji dan umrah dengan meniatkan haji qiran.
Kemudian Rasulullah melanjutkan
perjalanannya sampai masuk kota Makkah setelah shalat Shubuh dan mandi pada
pagi hari di hari Ahad tanggal empat Dzulhijjah tahun sepuluh Hijriyah 14 . Pada
hari Tarwiyah 15 Rasulullah menuju Mina dan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib,
Isya' dan Shubuh (shalat lima waktu) di Mina, kemudian tinggal sejenak sampai
terbit matahari. Lalu Rasulullah meninggalkan Mina hingga tiba di Arafah , sehingga ketika matahari telah tergelincir,
berkumpul di sekitarnya seratus dua puluh empat ribu atau seratus empat puluh
empat ribu manusia. Maka Rasulullah berdiri di hadapan mereka untuk berkhutbah.
Rasulullah bersabda:
"Segala puji bagi
Allah, kita memuji, meminta pertolongan, meminta hidayah, meminta ampun dan
bertaubat kepada Allah. Kita berlindung kepada Allah dah kejelekan-kejelekan jiwa
kita dan dari keburukan-keburukan amalan kita. Sesungguhnya barangsiapa yang
telah diberi petunjuk oleh Allah maka tiada seorang pun yang mampu
menyesatkannya. Sebaliknya barangsiapa yang telah disesatkan oleh Allah, maka
tiada seorang pun yang mampu memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada illah
yang hak disembah kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
Hari Jum'at tanggal 9
Dzulhijjah 10 H, bertepatan dengan tanggal 6 Maret 632 M.
"Telah turun firman
Allah Ta'ala, "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, ...dan
telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu' (QS. Al-Maidah: 3). Ayat ini
turun ketika Rasulullah berdiri di Arafah... dan diriwayatkan dengan sanad yang
baik bahwasanya Umar bin Khaththab ketika turun ayat ini menangis. Maka ada
yang bertanya, "Apa yang membuatmu menangis? Dia menjawab,
"Sesungguhnya tidak ada setelah kesempurnaan kecuali kekurangan...",
seolah-olah dia merasakan akan wafatnya Rasulullah. Aku berwasiat kepada kalian
wahai hamba-hamba Allah agar kalian senantiasa bertaqwa kepada Allah, aku
sarankan kepada kalian untuk senantiasa taat kepada-Nya dan aku akan membuka
(khutbah ini) dengan menyebut nama yang pada-Nya sumber kebaikan.
Amma ba'du:
Wahai manusia, dengarkan
dariku, aku akan menjelaskan kepada kalian, sesungguhnya aku tidak tahu kemungkinan
aku tidak akan berjumpa dengan kalian lagi setelah tahun ini, di tempatku.
Wahai manusia, sesungguhnya darah kalian dan harta kalian haram bagi kalian
sampai kalian berjumpa dengan Rabb kalian, sebagaimana keharaman hari kalian
ini, di bulan kalian ini dan di negeri kalian ini.
Ketahuilah , bukankah aku
telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!
Barangsiapa yang memiliki
amanah, hendaknya dia menyampaikan amanahnya kepada orang yang menyerahkan
kepadanya amanah tersebut.
Sesungguhnya riba pada
zaman jahiliyah telah dibatalkan, dan riba yang pertama kali mulai saya
batalkan adalah riba paman saya Al-Abbas bin Abdul Muththalib.
Dan darah pada zaman
jahiliyah telah dibatalkan, dan darah yang pertama kali mulai kita batalkan
adalah darah Aemirbin Rabi'ah bin Al-Harits bin Abdul Muththalib. Sesungguhnya
tugas-tugas terhormat pada zaman jahiliyah telah dibatalkan kecuali melayani
Ka'bah dan memberi minum jamaah haji. Dan pembunuhan dengan sengaja ada
qishashnya, adapun tongkat dan batu, padanya ada diyat seratus ekor unta.
Barang siapa yang menambahinya berarti dia termasuk irang- orang jahiliyah.
Wahai manusia,
sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah di tanah kalian ini, akan
tetapi diaridha untuk ditaati pada selain itu dari berbagai perbuatan yang
kalian meremehkannya.
Wahai manusia. ..
"Sesungguhnya
mengundur undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang
yang kaGr dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu
tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan
dengan bilangan
yang Allah
mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. 'Sesungguhnya
zaman telah berputar sebagaimana kondisinya pada hari Allah menciptakan langit
dan bumi ..........
17. QS. At-Taubah: 37.
18- Mereka pada zaman
jahiliyah berpegang dengan agama Ibrahim dalam mengharamkan bulan-bulan mulia.
Akan tetapi memberatkan mereka untuk mengakhirkan peperangan selama tiga bulan
berturut-turut. Maka
apabila mereka membutuhkan
peperangan, mereka mengakhirkan pengharaman bulan Muharam pada bulan berikutnya
yaitu bulan Shafar. Kemudian mereka mengakhirkannya pada tahun yang lainnya
pada bulan
yang lain. Demikianlah
mereka melakukan hal ini dari tahun ke tahun sehingga masalah ini menjadi rumit
bagi mereka. Dan haji Nabi saw telah bertepatan dengan perintah Allah pengharaman mereka dan sesuai dengan
syariat. Mereka pada tahun
itu telah mengharamkan Dzulhijjah karena bertepatan dengan perhitungan yang telah
kami sebutkan, sehingga Nabi bulan-bulan di sisi Allah ada dua belas bulan di
dalam Kitabullah pada hari Allah mendptakan langit dan bumi, di antara
bulan-bulan tersebut ada empat bulan yang dimuliakan (asyhurulhurum): tiga
bulan berturut-turut dan satu bulan menyendiri yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah,
Muharram dan Rajab yang berada antara Jumadi Tsani dan Syaban. Ketahuilah,
bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah! Wahai manusia, sesungguhnya bagi istri-istri
kalian memiliki hak atas kalian, dan kalian memiliki hak atas mereka. Hak
kalian atasmerekabendaknyamoeka tidakmenempatkanpada tempat tidur kalian selain
kalian, mereka tidak boleh memasukkan ke dalam rumah kalian seorangpun yang
kalian tidak menyukainya kecuali dengan izin kalian, hendaknya mereka tidak
melakukan perbuatan keji yang nyata. Apabila mereka melaku- kannya,
sesungguhnya Allah Ta 'ala telah memberikan izin meninggalkan mereka dari tempat tidur dan
memukul mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan jika mereka berhenti dan
mentaati kalian, maka wajib bagi kalian untuk memberi rezeki kepada mereka dan mmberi
pakaian dengan cara yang baik. Sesungguhnya para istri tersebut di sisi kalian
bagaikan para ta wanart, mereka tidak memiliki sesuatupun pada dir i mereka.
Kalian telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan
kemaluan mereka dengan kalimat Allah, maka bertaqwalah kalian kepada Allah pada
istri-istri kalian dan berwasiatlah kepada mereka dengan kebaikan.
mengabarkan bahwa
perputaran ini telah bertepatan dengan apa yang Allah tetapkan pada hari Allah
mendaptakan langit dan bumi. (Syarh A» - Nawawi Li Shahih Muslim- XI/16h).
Ketahuilah, bukankah aku
telah menyampaikan ? Ya Allah, saksikanlah!
Wahai manusia, sesungguhnya
kaum mukminin itu bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim harta saudaranya
kecuali dengan kerelaan hati.
Ketahuilah, bukankah aku
telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!
Wahai manusia,
sesungguhnya Rabb kalian satu, sesungguhnya bapak kalian satu, kalian semua
keturunan Adam dan Adam (didapatakan) dari tanah. "Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu di sisi' Allah ialah orang yang paling taqwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. "
Ketahuilah, bukankah aku
telah menyampaikan?
Mereka menjawab,
"Ya."
Rasulullah berkata,
"Ya Allah, saksikanlah!"
Kemudian Rasulullah bersabda, "Hendaknya orang Wahai manusia,
sesungguhnya Allah telah membagi-bagi setiap ahli waris bagiannya dari warisan,
maka tidak boleh bagi ahli waris mendapatkan wasiat dan tidak boleh ada wasiat yang
melebihi sepertiga harta warisan. Dan seorang anak dinasabkan kepada bapaknya
sedangkan bagi pezina baginya hukum rajam apabila muhshan
( telah menikah ). Barangsiapa mengaku bernasab kepada selain bapaknya atau berioyal kepada selain walinya, maka baginya laknat dan Allah, para
malaikat dan seluruh manusia. Allah tidak akan menerima dan amalan wajib maupun
sunnah. Wassalaam alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Pada hari raya 'Idul Adha
tanggal sepuluh Dzulhijjah ketika masuk waktu Dhuha, Rasulullah mengendarai
bighalnya yang berwarna
kelabu dan menyampaikan khutbah kedua yang mana beliau mengulangi sebagian apa
yang telah beliau sampaikan kemarin. Dari Abu Bakrah ia berkata,
"Rasulullah berkhutbah pada hari Nahr
(penyembelihan binatang kurban ) 22 saat beliau
21. Sirah Ibnu
Hisyam (TV/173), Rasulullah berkata kepada Rabi'ah, "Katakanlahi Wahai
manusia, Rasulullah -telah bersabda, "Apakah kalian bahu, bulan apa
ini?"Lalu Rabi 'ah menyampaikannya kepada manusia. Maka manusia menjawab,
“Bulan haram." Nabi berkata, "Katakan kepada morvka. Sesungguhnya
AUah tdah mengharamkan kepada kalkm darah dan htirta kalian sanpai W J
wnberfi™uden^nli7bbka/i3n.../ JV Dand*. i mikMtilah Nabi eberkata sedangkan
Rabi'a h menyampaikannya kepada manusia-
22. Hari Sabtu
tanggal 10 Dzulhijjah 10 H, bertepatan dengan tanggal 7 Maret
632 M.
menunaikan ibadah haji
dengan bersabda, 'Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana kondisinya pada
hari Allah mendptakan langit dan bumi, dalam setahun ada dua belas bulan, di
antara bulan-bulan tersebut ada empat bulan yang dimuliakan: tiga bulan
berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab bulannya suku
Mudharyang Kemudian Rasulullah M bertanya, 'Apakah kalian tahu hari apa ini?'
Kami menjawab, "Allah
dan Rasul-Nya lebih mengetahui...', maka beliau terdiam hingga kami mengira
beliau akan menamakan hari
ini dengan selain namanya. Lalu Rasulullah berkata, 'Bukankah sekarang adalah
hari Nahr (menyembelih binatang kurban)?'
Kami menjawab, 'Ya
Rasulullah bertanya, 'Bulan apa ini?'
Kami menjawab: 'Allah dan
Rasul-Nya lebih me- ngetahui...', maka beliau terdiam hingga kami mengira
beliau akan menamakan
bulan ini dengan selain nama- nya.
Lalu Rasulullah berkata:
'Bukankah sekarang adalah bulan Dzulhijjah ?'
Kami menjawab, 'Ya/
Rasulullah M bertanya,
'Negeri apa ini?'
Kami menjawab, 'Allah dan
Rasul-Nya lebih me- ngetahui.., maka beliau terdiam hingga kami mengira
beliau akan menamakannya
dengan selain namanya.
Lalu Rasulullah berkata, 'Bukankah ini adalah
negeri Haram?'
Kami menjawab, 'Ya . '
Rasulullah bersabda,
'Sesungguhnya darah dan harta kalian haram atas kalian, sebagaimana haramnya
hari kalian ini, bulan kalian ini dan negeri kalian ini, sampai kalian bertemu
dengan Rabb kalian. . . . Bukankah aku telah menyampaikan ..
Kami menjawab, 'Ya
Rasulullah bersabda, 'Ya Allah saksikankah! Hendaklah
orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir, terkadang seorang
yang disampaikan lebih memahami daripada orang yang mendengar. Maka
sepeninggalku janganlah kalian kembali menjadi orang-orang kafir yang sebagian
kalian membunuh sebagian yang lain
Jiwaku Mengabarkan
Kepadaku akan Kematianku
Anelaksanakan manasik
haji, mengajarkan kepada manusia syariat Islam, berdzikir kepada Allah,
menegakkan sunnah-sunna h petunjuk dari agama Ibrahim dan menghapus bekas-bekas
kesv i rikan dan lambang-lambangnya . Pada
pertengahan hari tasyriq 24 turun kepada Nabi
hari Senin tanggal 12 Dzulhijjah
10 H, bertepatan dengan tanggal 9 Maret
Jiwaku Mengabarkan
Kepadaku Akan Kematianku 33
" Apabila telah
datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama
Allah dengan berbon- dong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dan
mohonlah ampun kepada-Nya. Sesimgguhrrya Dia adalah Maha Penerima taubat
."
Ibnu Abbas berkata,
"Ketika turun ayat ' Apabila telah datang pertolongan Allah dan
kemenangan', Rasulullah M bersabda. Jiwaku mengabarkan kepadaku akan kematianku,
bahwa aku akan meninggal
dunia pada tahun ini'.
Ibnu Umar berkata:
"Ketika turun surat ini kepada Nabi M pada pertengahan hari tasyriq di
Mina yaitu
ketika beliau melaksanakan
haji Wada', maka beliau M mengetahui bahwasanya ini adalah perpisahan, maka
beliau M menyampaikan
khutbah kepada manusia yang berisikan perintah dan larangan kepada mereka pada
hari ini ."
Khutbah Rasulullah M pada
hari ini -pertengahan hari Tasyriq- seperti khutbah beliau pada hari Nahr.
Rasulullah M bertanya
kepada manusia, "Apakah kalian tahu hari apa ini? Ini adalah hari yang
kalian menyebutnya sebagai hari Kepala. '**
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
No comments:
Post a Comment
ini komentar