Friday, 22 January 2016

Taisir Al-Wushul Ha Tafshil Wafatur Rasul 1



Terputusnya WAHYU Dari Langit

Di antara dampak yang paling besar adalah terputusnya wahyu dari langit,  Yang karenanya seorang shahabiyah seperti Ummu Aiman menangis dan tangisannya membuat Abu Bakar dan Umar bin Khaththab juga ikut menangis. Ini menunjukkan bahwa sejak wafatnya Rasulullah M wahyu tidak akan pernah turun lagi ke dunia ini sampai hati kiamat nanti. " Aku adalah penutup (para Nabi)." (HR. Al- Bukhari).
Kepergian Rasulullah  telah membawa musibah bagi umatnya hingga hari kiamat. Berbagai faham dan pemikiran muncul dan saling serang dan bantah. Para penuntut surga menjadi langka dan para penuntut
neraka menjamur. Berbagai bid'ah dikultuskan layaknya landasan agama dan rukunnya. Pelaku sunnah dianggap melakukan bid'ah dan pelaku bid'ahlah yang justru dianggap pengamal sunnah. Antara kita dengan faham yang shahih tentang agama terbentang padang sahara yang siap memotong leher setiap orang yang berlalu.
Karena begitu besarnya pengaruh dan dampak dari wafatnya Rasulullah M tersebut dan banyaknya kaum muslimin yang tidak mengetahui dan menyadarinya maka kami terpanggil untuk menerbitkan sebuah buku yang menjelaskan detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah M serta dampak yang ditimbulkan darinya.
Dalam buku ini para pembaca akan mendapatkan :

1. Dahsyatnya peristiwa detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah
2. Wasiat-wasiat Rasulullah untuk umatnya menjelangnya wafatnya.
3. Dampak wafatnya Rasulullah bagi para keluarga dan shahabatnya.
4. Dampak wafatnya Rasulullah bagi umatnya secara umum.
5. Dan apa yang mesti kita lakukan setelah Rasulullah M wafat?  

 Pendahuluan Perpisahan

setelah sempurna cahaya risalah Nabi  setelah sampai risalah tauhid kepada manusia, setelah menyebar cahaya Islam dan setelah tinggi bendera-bendera Islam, Rasulullah  merasakan bahwa perjalanan beliau di dunia dan tinggalnya beliau di dunia ini hampir berakhir dan beliau hanya memiliki beberapa langkah saja untuk menuju negeri akhirat, sampai ketika Rasulullah M mengutus Mu'adz bin Jabal ke Yaman pada tahun ke sepuluh Hijriyah, beliau berkata kepadanya:
"Wahai Mu'adz, mungkin saja engkau tidak akan berjumpa denganku setelah tahun ini, atau kemungkinan engkau akan melintasi masjidku ini dan kuburanku. "Maka Mu 'adzinpun menangis dengan penuh rasa khusyu  karena takut berpisah dengan Rasulullah. Rasulullah mengumumkan keinginannya untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah, sehingga berdatangan ke Madinah sejumlah besar manusia, semuanya ingin mendapatkan kepemimpinan Rasulullah di dalam ibadah hajinya tersebut .
Pada hari Sabtu empat hari sebelum berakhirnya bulan Dzulqa'dah 13 , Rasulullah  bersiap-siap untuk berangkat menuju Makkah. Rasulullah berangkat setelah Zhuhur sehingga sampai di Dzul Hulaifah sebelum shalat Ashar. Rasulullah  bermalam di Dzul Hulaifah hingga pagi. Sebelum shalat Zhuhur, Rasulullah  mandi untuk ihram dan memakai minyak wangi, kemudian berihlal dengan ibadah haji dan umrah dengan meniatkan haji qiran. Kemudian Rasulullah  melanjutkan perjalanannya sampai masuk kota Makkah setelah shalat Shubuh dan mandi pada pagi hari di hari Ahad tanggal empat Dzulhijjah tahun sepuluh Hijriyah 14 . Pada hari Tarwiyah 15 Rasulullah menuju Mina dan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Shubuh (shalat lima waktu) di Mina, kemudian tinggal sejenak sampai terbit matahari. Lalu Rasulullah meninggalkan Mina hingga tiba di Arafah  , sehingga ketika matahari telah tergelincir, berkumpul di sekitarnya seratus dua puluh empat ribu atau seratus empat puluh empat ribu manusia. Maka Rasulullah berdiri di hadapan mereka untuk  berkhutbah.

Rasulullah bersabda:

"Segala puji bagi Allah, kita memuji, meminta pertolongan, meminta hidayah, meminta ampun dan bertaubat kepada Allah. Kita berlindung kepada Allah dah kejelekan-kejelekan jiwa kita dan dari keburukan-keburukan amalan kita. Sesungguhnya barangsiapa yang telah diberi petunjuk oleh Allah maka tiada seorang pun yang mampu menyesatkannya. Sebaliknya barangsiapa yang telah disesatkan oleh Allah, maka tiada seorang pun yang mampu memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada illah yang hak disembah kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

Hari Jum'at tanggal 9 Dzulhijjah 10 H, bertepatan dengan tanggal 6 Maret 632 M.

"Telah turun firman Allah Ta'ala, "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, ...dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu' (QS. Al-Maidah: 3). Ayat ini turun ketika Rasulullah berdiri di Arafah... dan diriwayatkan dengan sanad yang baik bahwasanya Umar bin Khaththab ketika turun ayat ini menangis. Maka ada yang bertanya, "Apa yang membuatmu menangis? Dia menjawab, "Sesungguhnya tidak ada setelah kesempurnaan kecuali kekurangan...", seolah-olah dia merasakan akan wafatnya Rasulullah. Aku berwasiat kepada kalian wahai hamba-hamba Allah agar kalian senantiasa bertaqwa kepada Allah, aku sarankan kepada kalian untuk senantiasa taat kepada-Nya dan aku akan membuka (khutbah ini) dengan menyebut nama yang pada-Nya sumber kebaikan.

 Amma ba'du:

Wahai manusia, dengarkan dariku, aku akan menjelaskan kepada kalian, sesungguhnya aku tidak tahu kemungkinan aku tidak akan berjumpa dengan kalian lagi setelah tahun ini, di tempatku. Wahai manusia, sesungguhnya darah kalian dan harta kalian haram bagi kalian sampai kalian berjumpa dengan Rabb kalian, sebagaimana keharaman hari kalian ini, di bulan kalian ini dan di negeri kalian ini.

Ketahuilah , bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!
Barangsiapa yang memiliki amanah, hendaknya dia menyampaikan amanahnya kepada orang yang menyerahkan kepadanya amanah tersebut.
Sesungguhnya riba pada zaman jahiliyah telah dibatalkan, dan riba yang pertama kali mulai saya batalkan adalah riba paman saya Al-Abbas bin Abdul Muththalib.
Dan darah pada zaman jahiliyah telah dibatalkan, dan darah yang pertama kali mulai kita batalkan adalah darah Aemirbin Rabi'ah bin Al-Harits bin Abdul Muththalib. Sesungguhnya tugas-tugas terhormat pada zaman jahiliyah telah dibatalkan kecuali melayani Ka'bah dan memberi minum jamaah haji. Dan pembunuhan dengan sengaja ada qishashnya, adapun tongkat dan batu, padanya ada diyat seratus ekor unta. Barang siapa yang menambahinya berarti dia termasuk  irang- orang jahiliyah.

Wahai manusia, sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah di tanah kalian ini, akan tetapi diaridha untuk ditaati pada selain itu dari berbagai perbuatan yang kalian meremehkannya.

Wahai manusia. ..
"Sesungguhnya mengundur undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kaGr dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan
yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. 'Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana kondisinya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi ..........

17. QS. At-Taubah: 37.
18- Mereka pada zaman jahiliyah berpegang dengan agama Ibrahim dalam mengharamkan bulan-bulan mulia. Akan tetapi memberatkan mereka untuk mengakhirkan peperangan selama tiga bulan berturut-turut. Maka
apabila mereka membutuhkan peperangan, mereka mengakhirkan pengharaman bulan Muharam pada bulan berikutnya yaitu bulan Shafar. Kemudian mereka mengakhirkannya pada tahun yang lainnya pada bulan
yang lain. Demikianlah mereka melakukan hal ini dari tahun ke tahun sehingga masalah ini menjadi rumit bagi mereka. Dan haji Nabi saw telah bertepatan dengan perintah Allah  pengharaman mereka dan sesuai dengan
syariat. Mereka pada tahun itu telah mengharamkan Dzulhijjah karena bertepatan dengan perhitungan yang telah kami sebutkan, sehingga Nabi bulan-bulan di sisi Allah ada dua belas bulan di dalam Kitabullah pada hari Allah mendptakan langit dan bumi, di antara bulan-bulan tersebut ada empat bulan yang dimuliakan (asyhurulhurum): tiga bulan berturut-turut dan satu bulan menyendiri yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab yang berada antara Jumadi Tsani dan Syaban. Ketahuilah, bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!  Wahai manusia, sesungguhnya bagi istri-istri kalian memiliki hak atas kalian, dan kalian memiliki hak atas mereka. Hak kalian atasmerekabendaknyamoeka tidakmenempatkanpada tempat tidur kalian selain kalian, mereka tidak boleh memasukkan ke dalam rumah kalian seorangpun yang kalian tidak menyukainya kecuali dengan izin kalian, hendaknya mereka tidak melakukan perbuatan keji yang nyata. Apabila mereka melaku- kannya, sesungguhnya Allah Ta 'ala telah memberikan izin  meninggalkan mereka dari tempat tidur dan memukul mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan jika mereka berhenti dan mentaati kalian, maka wajib bagi kalian untuk memberi rezeki kepada mereka dan mmberi pakaian dengan cara yang baik. Sesungguhnya para istri tersebut di sisi kalian bagaikan para ta wanart, mereka tidak memiliki sesuatupun pada dir i mereka. Kalian telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah, maka bertaqwalah kalian kepada Allah pada istri-istri kalian dan berwasiatlah kepada mereka dengan kebaikan.
mengabarkan bahwa perputaran ini telah bertepatan dengan apa yang Allah tetapkan pada hari Allah mendaptakan langit dan bumi. (Syarh A» - Nawawi Li Shahih Muslim- XI/16h).

Ketahuilah, bukankah aku telah menyampaikan ? Ya Allah, saksikanlah!
Wahai manusia, sesungguhnya kaum mukminin itu bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim harta saudaranya kecuali dengan kerelaan hati.  
Ketahuilah, bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!
Wahai manusia, sesungguhnya Rabb kalian satu, sesungguhnya bapak kalian satu, kalian semua keturunan Adam dan Adam (didapatakan) dari tanah. "Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi' Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. "

Ketahuilah, bukankah aku telah menyampaikan?
Mereka menjawab, "Ya."
Rasulullah berkata, "Ya Allah, saksikanlah!"
Kemudian Rasulullah  bersabda, "Hendaknya orang Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membagi-bagi setiap ahli waris bagiannya dari warisan, maka tidak boleh bagi ahli waris mendapatkan wasiat dan tidak boleh ada wasiat yang melebihi sepertiga harta warisan. Dan seorang anak dinasabkan kepada bapaknya sedangkan bagi pezina baginya hukum rajam  apabila muhshan ( telah menikah ). Barangsiapa mengaku bernasab kepada selain bapaknya atau berioyal kepada selain  walinya, maka baginya laknat dan Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Allah tidak akan menerima dan amalan wajib maupun sunnah. Wassalaam alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Pada hari raya 'Idul Adha tanggal sepuluh Dzulhijjah ketika masuk waktu Dhuha, Rasulullah mengendarai
bighalnya yang berwarna kelabu dan menyampaikan khutbah kedua yang mana beliau mengulangi sebagian apa yang telah beliau sampaikan kemarin. Dari Abu Bakrah ia berkata, "Rasulullah  berkhutbah pada hari Nahr (penyembelihan binatang kurban ) 22 saat beliau

21. Sirah Ibnu Hisyam (TV/173), Rasulullah berkata kepada Rabi'ah, "Katakanlahi Wahai manusia, Rasulullah -telah bersabda, "Apakah kalian bahu, bulan apa ini?"Lalu Rabi 'ah menyampaikannya kepada manusia. Maka manusia menjawab, “Bulan haram." Nabi berkata, "Katakan kepada morvka. Sesungguhnya AUah tdah mengharamkan kepada kalkm darah dan htirta kalian sanpai W J wnberfi™uden^nli7bbka/i3n.../ JV Dand*. i mikMtilah Nabi eberkata sedangkan Rabi'a h menyampaikannya kepada manusia-
22. Hari Sabtu tanggal 10 Dzulhijjah 10 H, bertepatan dengan tanggal 7 Maret
632 M.



menunaikan ibadah haji dengan bersabda, 'Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana kondisinya pada hari Allah mendptakan langit dan bumi, dalam setahun ada dua belas bulan, di antara bulan-bulan tersebut ada empat bulan yang dimuliakan: tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab bulannya suku Mudharyang Kemudian Rasulullah M bertanya, 'Apakah kalian tahu hari apa ini?'
Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui...', maka beliau terdiam hingga kami mengira
beliau akan menamakan hari ini dengan selain namanya. Lalu Rasulullah berkata, 'Bukankah sekarang adalah hari Nahr (menyembelih binatang kurban)?'
Kami menjawab, 'Ya
Rasulullah  bertanya, 'Bulan apa ini?'
Kami menjawab: 'Allah dan Rasul-Nya lebih me- ngetahui...', maka beliau terdiam hingga kami mengira
beliau akan menamakan bulan ini dengan selain nama- nya.
Lalu Rasulullah berkata: 'Bukankah sekarang adalah bulan Dzulhijjah ?'

Kami menjawab, 'Ya/
Rasulullah M bertanya, 'Negeri apa ini?'
Kami menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih me- ngetahui.., maka beliau terdiam hingga kami mengira
beliau akan menamakannya dengan selain namanya.
 Lalu Rasulullah berkata, 'Bukankah ini adalah negeri Haram?'
Kami menjawab, 'Ya . '
Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya darah dan harta kalian haram atas kalian, sebagaimana haramnya hari kalian ini, bulan kalian ini dan negeri kalian ini, sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian. . . . Bukankah aku telah menyampaikan ..
Kami menjawab, 'Ya
Rasulullah  bersabda, 'Ya Allah saksikankah! Hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir, terkadang seorang yang disampaikan lebih memahami daripada orang yang mendengar. Maka sepeninggalku janganlah kalian kembali menjadi orang-orang kafir yang sebagian kalian membunuh sebagian yang lain
Jiwaku Mengabarkan Kepadaku akan Kematianku
Anelaksanakan manasik haji, mengajarkan kepada manusia syariat Islam, berdzikir kepada Allah, menegakkan sunnah-sunna h petunjuk dari agama Ibrahim dan menghapus bekas-bekas kesv i rikan dan lambang-lambangnya .  Pada pertengahan hari tasyriq 24 turun kepada Nabi

hari Senin tanggal 12 Dzulhijjah 10 H, bertepatan dengan tanggal 9 Maret

Jiwaku Mengabarkan Kepadaku Akan Kematianku 33

" Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbon- dong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesimgguhrrya Dia adalah Maha Penerima taubat ."

Ibnu Abbas berkata, "Ketika turun ayat ' Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan', Rasulullah M bersabda. Jiwaku mengabarkan kepadaku akan kematianku,
bahwa aku akan meninggal dunia pada tahun ini'.

Ibnu Umar berkata: "Ketika turun surat ini kepada Nabi M pada pertengahan hari tasyriq di Mina yaitu
ketika beliau melaksanakan haji Wada', maka beliau M mengetahui bahwasanya ini adalah perpisahan, maka
beliau M menyampaikan khutbah kepada manusia yang berisikan perintah dan larangan kepada mereka pada
hari ini ."

Khutbah Rasulullah M pada hari ini -pertengahan hari Tasyriq- seperti khutbah beliau pada hari Nahr.
Rasulullah M bertanya kepada manusia, "Apakah kalian tahu hari apa ini? Ini adalah hari yang kalian menyebutnya sebagai hari Kepala. '**

Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."

No comments:

Post a Comment

ini komentar