Keutamaan
Al Qur’an
[1] al-Qur’an adalah Cahaya
“Dahulu kamu -Muhammad- tidak
mengetahui apa itu al-Kitab dan apa pula iman, akan tetapi kemudian Kami
jadikan hal itu sebagai cahaya yang dengannya Kami akan memberikan petunjuk
siapa saja di antara hamba-hamba Kami yang Kami kehendaki.” (QS. asy-Syura: 52)
[2] al-Qur’an adalah Petunjuk
, “Sesungguhnya al-Qur’an ini
menunjukkan kepada urusan yang lurus dan memberikan kabar gembira bagi
orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal salih bahwasanya mereka akan
mendapatkan pahala yang sangat besar.” (QS. al-Israa': 9).
[3] al-Qur’an Rahmat dan Obat
Allah ta’ala berfirman (yang
artinya), “Wahai umat manusia! Sungguh telah datang kepada kalian
nasehat dari Rabb kalian (yaitu al-Qur’an), obat bagi penyakit yang ada di
dalam dada, hidayah, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS.
Yunus: 57). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan
Kami turunkan dari al-Qur’an itu obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Akan tetapi ia tidaklah menambah bagi orang-orang yang zalim selain
kerugian.” (QS. al-Israa': 82)
[4] al-Qur’an dan Perniagaan Yang Tidak Akan Merugi
Allah ta’ala berfirman (yang
artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitab Allah dan
mendirikan sholat serta menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada
mereka secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka berharap akan
suatu perniagaan yang tidak akan merugi. Supaya Allah sempurnakan balasan untuk
mereka dan Allah tambahkan keutamaan-Nya kepada mereka. Sesungguhnya Dia Maha
Pengampun lagi Maha Berterima kasih.” (QS. Fathir: 29-30)
Allah ta’ala berfirman (yang
artinya), “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang
beriman, jiwa dan harta mereka, bahwasanya mereka kelak akan mendapatkan surga.
Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka berhasil membunuh (musuh) atau
justru dibunuh. Itulah janji atas-Nya yang telah ditetapkan di dalam Taurat,
Injil, dan al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih memenuhi janji selain daripada
Allah, maka bergembiralah dengan perjanjian jual-beli yang kalian terikat
dengannya. Itulah kemenangan yang sangat besar.” (QS. at-Taubah: 111)
[5] al-Qur’an dan Kemuliaan Sebuah Umat
[6] al-Qur’an dan Hasad Yang Diperbolehkan
[7] al-Qur’an dan Syafa’at
Dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah al-Qur’an! Sesungguhnya
kelak ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa’at bagi
penganutnya.” (HR. Muslim dalam Kitab Sholat al-Musafirin [804])
8] al-Qur’an dan Pahala Yang Berlipat-Lipat
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca satu
huruf dalam Kitabullah maka dia akan mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan
itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif
Lam Mim satu huruf. Akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu
huruf.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Tsawab al-Qur’an )
[9] al-Qur’an Menentramkan Hati
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang
yang beriman dan hati mereka bisa merasa tentram dengan mengingat Allah,
ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah maka hati akan merasa tentram.” (QS.
ar-Ra’d: 28). Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan bahwa
pendapat terpilih mengenai makna ‘mengingat Allah’ di sini adalah
mengingat/merenungkan al-Qur’an. Hal itu disebabkan hati manusia tidak akan
bisa merasakan ketentraman kecuali dengan iman dan keyakinan yang tertanam di
dalam hatinya. Sementara iman dan keyakinan tidak bisa diperoleh kecuali dengan
menyerap bimbingan al-Qur’an (lihat Tafsir al-Qayyim, hal. 324)
[10] al-Qur’an dan as-Sunnah Rujukan Umat
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang
yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul, dan juga ulil amri di antara
kalian. Kemudian apabila kalian berselisih tentang sesuatu maka kembalikanlah
kepada Allah dan rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari
akhir.”(QS. an-Nisaa': 59)
Maimun bin Mihran berkata, “Kembali kepada Allah adalah kembali
kepada Kitab-Nya. Adapun kembali kepada rasul adalah kembali kepada beliau di
saat beliau masih hidup, atau kembali kepada Sunnahnya setelah beliau wafat.” (lihat ad-Difa’
‘anis Sunnah, hal. 14)
[11] al-Qur’an Dijelaskan oleh as-Sunnah
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Kami
turunkan kepadamu adz-Dzikr/al-Qur’an supaya kamu menjelaskan kepada manusia
apa yang diturunkan kepada mereka itu, dan mudah-mudahan mereka mau berpikir.” (QS.
an-Nahl: 44). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa
menaati rasul itu maka sesungguhnya dia telah menaati Allah.” (QS.
an-Nisaa': 80). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh
telah ada bagi kalian teladan yang baik pada diri Rasulullah, yaitu bagi orang
yang mengharapkan Allah dan hari akhir.” (QS. al-Ahzab: 21)
No comments:
Post a Comment
ini komentar