Sunday, 8 November 2015

Allah Mengkhususkan Diri-Nya dengan Kebaikan, ZADUL MAAD



Allah Mengkhususkan Diri-Nya dengan Kebaikan

Maksudnya, Allah memilih yang terbaik untuk segala jenis, lalu mengkhususkannya bagi Diri-Nya. Allah adalah baik dan tidak menyukai kecuali yang baik-baik, tDengan begitu dapat diketahui tanda kebahagiaan dan penderitaan hamba. Karena yang baik hanya cocok untuk yang baik pula.  Allah menghindar dari perkataan yang keji,  dusta, ghibah, adu domba, pernyataan palsu dan segala perkataan yang tidak baik. Allah juga tidak menerima  perkataan, amal dan shadaqah kecuali yang baik-baik.

 "Kesejahteraan (dilimpahkan) kepada kalian. Berbahagialah kalian. Karena itu masuklah surga ini, sedang kalian kekal di dalamnya'. " {Az-Zumar: 73).
 Huruf' pada fadkhuluha di dalam ayat ini merupakan as-sababiyah. Dengan kata lain, dikarenakan kebaikan kalian, maka masuklah surga. Allah juga telah memasangkan orang atau sesuatu yang baik dengan pasangannya yang baik pula.  Begitu pula kebalikannya.

 Firman-Nya,
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji pula, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang
baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh).  Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia, " (An-Nur: 26).
Sekalipun memang ayat ini ditafsiri untuk laki-laki dan wanita. tapi maknanya lebih umum lagi dan mencakup untuk hal-hal yang lain.

Jika Allah menghendaki kebaikan pada dirinya, maka Dia mensucikannya sebelum mati, hingga pensucian dirinya tidak memerlukan api (neraka). Hikmahnya. Allah tak mau didekati seseorang dengan kekotorannya. Maka  Dia memasukkannya ke neraka agar menjadi suci. Proses pensucian ini tergantung dari cepat atau lambatnya kotoran itu sirna. Karena orang musyrik  itu serba kotor dirinya, maka dia sama sekali tidak bisa dibersihkan dan disucikan.  Karena orang Mukmin itu bersih dan terbebas dari kotoran, maka api haram menyentuhnya. Sebab tidak ada yang harus dibersihkan dalam dirinya. Mahasuci Allah, yang hikmah-Nya dapat dibaca orang-orang yang berakal.

No comments:

Post a Comment

ini komentar