Allah Mengkhususkan Diri-Nya dengan Kebaikan
Maksudnya, Allah memilih yang terbaik untuk segala jenis,
lalu mengkhususkannya bagi Diri-Nya. Allah adalah baik dan tidak menyukai
kecuali yang baik-baik, tDengan begitu dapat diketahui tanda kebahagiaan dan penderitaan hamba. Karena yang baik hanya cocok untuk yang baik pula. Allah menghindar dari
perkataan yang keji, dusta, ghibah, adu domba, pernyataan palsu dan segala
perkataan yang tidak baik. Allah juga tidak menerima perkataan, amal dan shadaqah kecuali yang
baik-baik.
"Kesejahteraan (dilimpahkan) kepada kalian.
Berbahagialah kalian. Karena itu masuklah surga ini, sedang kalian kekal di
dalamnya'. " {Az-Zumar: 73).
Huruf' pada fadkhuluha di dalam ayat ini merupakan
as-sababiyah. Dengan kata lain, dikarenakan kebaikan kalian, maka masuklah
surga. Allah juga telah memasangkan orang atau sesuatu yang baik dengan
pasangannya yang baik pula. Begitu pula
kebalikannya.
Firman-Nya,
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang
keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji pula, dan
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang
baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula. Mereka
(yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia,
" (An-Nur: 26).
Sekalipun memang ayat ini ditafsiri untuk laki-laki dan
wanita. tapi maknanya lebih umum lagi dan mencakup untuk hal-hal yang lain.
Jika Allah menghendaki kebaikan pada dirinya, maka Dia
mensucikannya sebelum mati, hingga pensucian dirinya tidak memerlukan api
(neraka). Hikmahnya. Allah tak mau didekati seseorang dengan kekotorannya. Maka
Dia memasukkannya ke neraka agar menjadi
suci. Proses pensucian ini tergantung dari cepat atau lambatnya kotoran itu sirna.
Karena orang musyrik itu serba kotor
dirinya, maka dia sama sekali tidak bisa dibersihkan dan disucikan. Karena
orang Mukmin itu bersih dan terbebas dari kotoran, maka api haram menyentuhnya.
Sebab tidak ada yang harus dibersihkan dalam dirinya. Mahasuci Allah,
yang hikmah-Nya dapat dibaca orang-orang yang berakal.
No comments:
Post a Comment
ini komentar