Tanggal 16 Juli 622 M adalah permulaan perhitungan dan
penanggalan baru, bertepatan dengan awal bulan Muharram tahun pertama Hijrah
Nabi Muhammad Saw dari kota Mekkah kekota Madinah yang waktu itu masih bernama
Yatsrib. Hijrah itu sendiri terjadi
untuk menghindari penyiksaan demi penyiksaan dan pembunuhan demi pembunuhan
yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap para pengikut Rasulullah.
Allah berfirman dalam AlQur'an
Allah berfirman dalam AlQur'an
"Sungguh
Aku tidak akan menyia-nyiakan amalan dari antara kamu, baik laki-laki atau
perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka
orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung-kampung halamannya, yang
disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, akan Ku-hapuskan
kesalahan-kesalahan mereka dan akan Aku masukkan mereka ke dalam surga yang
mengalir padanya sungai-sungai. Sebagai ganjaran dari Allah, karena Allah itu
pada sisi-Nya ada ganjaran yang baik". (QS. 3195)
Nabi Muhammad Saw sendiri tetap bertahan dikota Mekkah
hingga semua sahabat dan pengikutnya tidak ada lagi yang tertinggal disana. Hingga pada malam dimana Nabi sudah bersiap
untuk hijrah, rumah beliau dikepung oleh penduduk Mekkah yang bermaksud untuk
membunuhnya. Pertolongan Allah datang, manakala Nabi Muhammad keluar dari
rumahnya bersama Abu Bakar, kaum kafir Quraisy itu ditidurkan semuanya,
sehingga mereka tidak mengetahui bahwa Nabi telah lolos dari incaran mereka.
Selanjutnya dalam perjalanannya itupun, Nabi Muhammad
kembali nyaris tertangkap oleh pihak kafir Quraisy suruhan Abu Jahal seandainya
saja Allah tidak melindunginya dengan memerintahkan Rasul bersembunyi diGua
Tsur. Perlindungan Allah datang dengan
burung merpati yang tengah mengerami telur disangkarnya. Serta adanya Laba-laba
yang membangun rumahnya ditengah-tengah pintu masuk Gua, sehingga menimbulkan
kesan bagi orang diluarnya bahwa gua tersebut tidak ada yang pernah
memasukinya.
Tsur adalah sebuah bukit biasa saja yang lebih tinggi
dari bukit-bukit didaerah perbukitan sekeliling Mekkah. Bukit ini berada lebih
kurang 6 Km arah selatan Masjidil Haraam. Dibagian lerengnya terdapat beberapa
buah gua, dan pada bagian yang mendekati puncak terdapatlah Gua dimana
Rasulullah bersama sahabatnya Abu Bakar berlindung. Untuk mencapai Gua Tsur
tersebut, orang harus mendaki lebih kurang 1,5 jam.
Perjalanan
Nabi Muhammad menuju kekota Madinah (Yatsrib), memakan waktu selama delapan
hari, dan kedatangan beliau disebuah kota kecil, Quba, sekitar 9 mil dari
Yatsrib, disambut oleh Kaum Muslimin Anshar dengan penuh gembira dan keharuan.
Di
Quba itu Rasulullah berhenti dan beristirahat ditempat Bani Amr Bin Auf selama
tiga hari, dan dalam pada itu, setelah sehari tiba di Quba, Ali Bin Abu Thalib
menyusul tiba pula.
Selama berada Quba itu, Rasulullah dan para sahabatnya sempat mendirikan sebuah masjid yang pertama dalam sejarah Islam yang dikenal dengan nama Masjid Quba, yang sampai pada hari ini masjid tersebut tetap berdiri dengan megahnya setelah mengalami beberapa kali perluasan dan renovasi.
Selama berada Quba itu, Rasulullah dan para sahabatnya sempat mendirikan sebuah masjid yang pertama dalam sejarah Islam yang dikenal dengan nama Masjid Quba, yang sampai pada hari ini masjid tersebut tetap berdiri dengan megahnya setelah mengalami beberapa kali perluasan dan renovasi.
Dari Quba, Rasulullah melanjutkan perjalanannya ke
Yatsrib. Ketika sebelum sampai di Yatsrib, tiba hari Jum'at dan matahari sudah
miring kebarat, Nabi Muhammad sampai dikediaman Bani Salim Bin 'Auf, yaitu
suatu lembah yang bernama Wadi Ranwana', disitulah Nabi melaksanakan shalat
Jum'at serta khutbah pertamanya. Rasulullah
Saw akhirnya tiba dikota Yatsrib atau Madinah sekarang ini, bersama sahabatnya
Abu Bakar r.a, Ali Bin Abu Thalib, Suraqah Bin Malik Bin Ya'syim serta pemandu
jalan, Amir Bin Fuhairah dan beberapa kaum muslimin lainnya pada bulan Rabi'ul
awal, harinya berkisar antara tanggal 2 hingga tanggal 16, bertepatan dengan
bulan September 622 M.
Dengan demikian maka tahun terjadinya hijrah dihitung
sebagai tahun pertama, dengan penyesuaian bulan dan tanggal menurut perhitungan
tahun hilaliyah Arab. Sehingga akhirnya ditetapkanlah hari pertama bulan
Muharram menjadi awal tahun hijriyah menggantikan hari dan tanggal tibanya Nabi
di Madinah. Di Madinah ini, Rasulullah
mendirikan masjid Nabawi, dan membangun rumahnya berdekatan dengan masjid
tersebut. Rasulullah sendiri langsung memimpin pembangunan masjid itu bersama
kaum Anshar dan Muhajirin.
Kaum Muslimin Anshar, adalah sebutan untuk kaum
Muslimin yang ada dikota Yatsrib/Madinah, sedangkan Kaum Muslimin Muhajirin
adalah sebutan untuk kaum Muslimin yang melakukan hijrah dari Mekkah ke
Yatsrib. Seringkali orang-orang
menamakan Negara Islam yang pertama kali berdiri dahulu itu dengan nama Negara
Madinah karena berada dikota Madinah. Tetapi nama ini sering menimbulkan salah
pengertian, dimana Negara Madinah disamakan dengan City State (Negara Kota)
seperti Athena dan Sparta dijaman purba.
Sebenarnya, negara hijrah, mempunyai kaitan yang luas
dengan Madinah.
Negara Hijrah itu adalah berdasarkan suatu ideologi internasional yang bisa saja didirikan ditempat manapun yang telah menganut ideologi yang diajarkan Islam. Hal ini sudah terbuki pada waktu pemerintahan Khalifah Ali Bin Abu Thalib, pusat pemerintahan dipindahkan ke Iraq. Di Madinah, tidak terdapati hal-hal yang sebagaimana terjadi pada peristiwa imigrasi orang-orang Eropa kebenua Amerika atau ke Australia atau ke Afrika Selatan. Kaum Muhajirin disana tidak pernah berkeinginan untuk menghabisi atau mengusir penduduk asli Madinah, tidak pernah mengadakan penjajahan atau pembedaan terhadap para pendatang.
Negara Hijrah itu adalah berdasarkan suatu ideologi internasional yang bisa saja didirikan ditempat manapun yang telah menganut ideologi yang diajarkan Islam. Hal ini sudah terbuki pada waktu pemerintahan Khalifah Ali Bin Abu Thalib, pusat pemerintahan dipindahkan ke Iraq. Di Madinah, tidak terdapati hal-hal yang sebagaimana terjadi pada peristiwa imigrasi orang-orang Eropa kebenua Amerika atau ke Australia atau ke Afrika Selatan. Kaum Muhajirin disana tidak pernah berkeinginan untuk menghabisi atau mengusir penduduk asli Madinah, tidak pernah mengadakan penjajahan atau pembedaan terhadap para pendatang.
Negara Hijrah adalah Negara Aqidah Islamiyah dimana
penduduk asli kota Madinah dan orang-orang Muhajirin yang bermukim disana
berada pada posisi kemanusiaan dan kedudukan hukum yang sama. Suatu Aqidah atau
ideologi bersifat terbuka bagi semua orang, karena kemanusiaannya semata, tanpa
memandang dari negri mana dan suku apapun dianya. Negara Hijrah adalah negara
terbuka bagi setiap orang dan setiap kel
ompok.
Dia tidak menutup diri seperti negara-negara agama lainnya sepanjang sejarah.
"Jika
kita mengukur kebesaran dengan pengaruh, dia seorang raksasa sejarah. Dia
berjuang meningkatkan tahap rohaniah dan moral suatu bangsa yang tenggelam
dalam kebiadaban karena panas dan kegersangan gurun. Dia berhasil lebih
sempurna dari pembaharu manapun; belum pernah ada orang yang begitu berhasil
mewujudkan mimpi -mimpinya seperti dia," tulis Will Durant dalam the Story
of Civilization terhadap diri Nabi Muhammad Saw. "Dia datang seperti sepercik sinar dari
langit, jatuh kepadang pasir yang tandus, kemudian meledakkan butir-butir debu
menjadi mesiu yang membakar angkasa sejak Delhi ke Granada." Tambah Thomas
Carlyle dalam On Heroes and Hero Worship.
Dengan
sejumlah informasi yang mereka miliki, Durant dan Carlyle berusaha melukiskan
kebesaran Rasulullah Saw. Mereka tidak pernah berjumpa dengan Nabi yang mulia.
Mereka tidak pernah melihat wajah atau mendengar suaranya. Mereka bahkan tidak
beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Saw. Mereka hanya menyaksikan lewat
lembaran-lembaran sejarah yang mereka teliti. Muhammad Saw, sebagaimana Nabi-nabi Allah yang
lain, datang bukan hanya sekedar mengajarkan shalat dan doa. Dia adalah tokoh
revolusioner yang memimpin kelompok tertindas melawan kezaliman sistem yang
berlaku. Dia tampil membimbing kaum Mustadh'afin untuk mengubah nasibnya dan
menentang kaum Mustakbirin supaya menghentikan keserakahannya. Karena itu, dia
didukung rakyat kecil dan dibenci kebanyakan penguasa.
Rasulullah mengatur tata tertib kehidupan setiap umat
Islam dengan cermat.
Beliau melahirkan beberapa pengajaran penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Beliau melahirkan beberapa pengajaran penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Seorang
penulis biographi Nabi yang cukup dikenal, yaitu Muhammad Ahmad Djadil Maula
Beik dalam bukunya "Muhammad Al Matsalul Kamil" (Muhammad teladan
sempurna) mengemukakan tiga macam kerja raksasa yang dibawanya.
Kerja raksasa itu telah dapat direalisir Nabi selama
masa kerasulannya yang berlangsung selama 23 tahun, yaitu 13 tahun dikota
Mekkah dan 10 tahun dikota Madinah. Ialah:
1.
Innahu Kawwana Ummatan; Membentuk suatu ummat
2.
Wassasa daulatan; Mendirikan suatu negara
3.
Waaqoma dinan; Menegakkan suatu agama
Sebagai karya raksasa pertama, Nabi Muhammad telah
berhasil membangun suatu umat yang besar. Umat yang merekam sejarah ke-emasan
dalam peradaban manusia. Yang dibangun serta dibentuknya dari suatu bangsa yang
lemah, bobrok dalam segala bidang, bangsa yang terpecah belah dalam kesukuan
dan kabilah, satu sama lainnya bermusuhan, bangsa berjiwa kasar dan berwatak
buas jauh dari nilai-nilai akhlak dan budaya, yaitu bangsa Arab Jahiliyah yang
sangat terbelakang baik material maupun spiritual. Suatu bangsa yang tidak
pernah dikenal sebelumnya sama sekali dalam catatan sejarah dunia.
Bangsa seperti bangsa Arab yang sedemikian rupa
keadaannya, dalam tempo relatif singkat, hanya kurang dari seperempat abad
telah berubah keadaannya sama sekali.
Dari
suatu bangsa yang tidak masuk "bilangan" atau perhitungan, berubah
menjadi suatu bangsa yang disegani, dihormati bahkan ditakuti. Bukan karena
kekejaman dan keganasannya melainkan karena keluhuran dan kebesaran jiwanya,
karena kecemerlangan peradaban dan kebudayaannya. Sebagai perwujudan janji
Tuhan kepada Ibrahim atas keturunan Ismail kelak ratusan tahun dari masanya.
Berkat perjuangan Muhammad Rasulullah Saw Al-Amin,
bangsa yang semula terasing di Sahara sekarang menentukan sejarah umat manusia.
Orang-orang Arab yang miskin kini menjadi penguasa dunia meskipun keadaan diri
Rasul yang agung itu sendiri bertolak belakang dengan kejayaan yang dicapainya,
dia berada dalam keadaan yang serba kekurangan dan sederhana hingga hari
wafatnya, beliau hanya meninggalkan kitabullah dan keluarganya.
Ini adalah tujuan terakhir bagi manusia; untuk menjadi
tuan rumah didalam semesta dan menyaksikan ketentraman jiwanya bersama
Tuhannya, yang tidak hanya Tuhannya merasa senang, tetapi diapun merasa senang
bersama Tuhannya. Kesenangan yang
sempurna. Kepuasan yang sempurna. Kedamaian yang sempurna. Kasih sayang Tuhan
adalah makanannya dipentas dunia ini dan dia minum dari air mancur kehidupan.
Duka cita dan kekecewaan tidak meliputinya dan keberhasilan tidak menjadikan
dia sombong dan merasa mulia. Jika
keagungan tujuan, kesempitan sarana dan hasil yang menakjubkan, adalah tiga
kriteria kejeniusan manusia, siapa yang berani membandingkan manusia yang
memiliki kebesaran didalam sejarah modern dengan Muhammad ?
Orang-orang paling terkenal menciptakan tentara, hukum
dan kekaisaran semata.
Mereka mendirikan apa saja, tidak lebih dari kekuatan material yang acapkali hancur didepan mata mereka sendiri. Nabi Muhammad Saw, Rasul Allah yang agung, penutup semua Nabi, tidak hanya menggerakkan bala tentara, rakyat dan dinasti, mengubah perundang-undangan, kekaisaran. Tetapi juga menggerakkan jutaan orang bahkan lebih dari itu, dia memindahkan altar-altar, agama-agama, ide-ide, keyakinan-keyakinan dan jiwa -jiwa. Berdasarkan sebuah kitab, yang setiap ayatnya menjadi hukum, dia menciptakan kebangsaan beragama yang membaurkan bangsa-bangsa dari setiap jenis bahasa dan setiap ras. Dalam diri Muhammad, dunia telah menyaksikan fenomena yang paling jarang diatas bumi ini, seorang yang miskin, berjuang tanpa fasilitas, tidak goyah oleh kerasnya ulah para pendosa. Dia bukan seorang yang jahat, dia keturunan baik-baik, keluarganya merupakan keluarga yang terhormat dalam pandangan penduduk Mekkah kala itu. Namun dia meninggalkan semua kehormatan tersebut dan lebih memilih untuk berjuang, mengalami sakit dan derita, panasnya matahari dan dinginnya malam hari ditengah gurun pasir hanya untuk menghambakan dirinya demi Tuhannya. Dia lebih baik dari apa yang semestinya terjadi pada seseorang seperti dia.
Mereka mendirikan apa saja, tidak lebih dari kekuatan material yang acapkali hancur didepan mata mereka sendiri. Nabi Muhammad Saw, Rasul Allah yang agung, penutup semua Nabi, tidak hanya menggerakkan bala tentara, rakyat dan dinasti, mengubah perundang-undangan, kekaisaran. Tetapi juga menggerakkan jutaan orang bahkan lebih dari itu, dia memindahkan altar-altar, agama-agama, ide-ide, keyakinan-keyakinan dan jiwa -jiwa. Berdasarkan sebuah kitab, yang setiap ayatnya menjadi hukum, dia menciptakan kebangsaan beragama yang membaurkan bangsa-bangsa dari setiap jenis bahasa dan setiap ras. Dalam diri Muhammad, dunia telah menyaksikan fenomena yang paling jarang diatas bumi ini, seorang yang miskin, berjuang tanpa fasilitas, tidak goyah oleh kerasnya ulah para pendosa. Dia bukan seorang yang jahat, dia keturunan baik-baik, keluarganya merupakan keluarga yang terhormat dalam pandangan penduduk Mekkah kala itu. Namun dia meninggalkan semua kehormatan tersebut dan lebih memilih untuk berjuang, mengalami sakit dan derita, panasnya matahari dan dinginnya malam hari ditengah gurun pasir hanya untuk menghambakan dirinya demi Tuhannya. Dia lebih baik dari apa yang semestinya terjadi pada seseorang seperti dia.
Mereka, para sahabatnya, orang-orang Arab, yang
terlahir bergumul dengannya selama 23 tahun, begitu menghormatinya. Padahal
mereka itu adalah orang-orang liar, mudah meledak dan cepat terseret kedalam
pertikaian yang sengit. Tanpa semua ketulusan hati, keberanian yang dahsyat,
kebenaran nilai dan kedewasaan, tak ada orang yang dapat memerintah mereka.
Tetapi mereka mau memanggil Muhammad sebagai Nabi, sebagai pimpinan, sebagai
seorang bapak dan sebagai manusia yang harus mereka hormati dan mereka patuhi. Disana Muhammad berdiri bertatap muka dengan
mereka, nyata tidak tersembunyi dalam suatu misteri, ia menjahit jubah
panjangnya dan memperbaiki sepatunya sendiri. Bertempur, menasehati, memerintah
ditengah-tengah mereka, mereka tentu menyaksikan seorang macam apakah Muhammad
itu sebenarnya. Orang dapat memanggil
dirinya dengan panggilan apa saja, tidak ada kaisar dengan mahkotanya yang
dipatuhi secara ikhlas seperti laki-laki ini, dalam jubah panjangnya yang
dijahit sendiri.
Setelah kota Mekkah jatuh, lebih dari satu juta mil
persegi tanah terletak dibawah telapak kakinya. Penguasa Jazirah Arabia ini
tetap saja menjahit sendiri sepatunya dan pakaian dari bahan yang kasar,
memerah susu kambing, meniup tungku menyalakan api dan mengunjungi
keluarga-keluarga miskin. Seluruh kota Madinah dimana beliau tinggal,
berkembang dengan amat pesat dimasa hidupnya. Dimana-mana ada emas dan perak
dengan cukup, namun dihari-hari kemakmuran tersebut, berminggu-minggu berlalu
tanpa api menyala ditungku raja Arabia ini. Makanannya kurma dan air putih. Keluarganya
kelaparan beberapa malam berturut-turut karena mereka tidak mendapatkan sesuatu
untuk dimakan dimalam hari. Beliau tidak tidur diatas tempat tidur yang empuk
tetapi diatas tikar setelah hari-hari sibuknya yang panjang, menghabiskan
sebagian besar malamnya dengan sembahyang, tak jarang hingga mencucurkan air
mata sebelum sang Pencipta mengabulkan permohonan beliau akan kekuatan untuk
menunaikan tugas-tugasnya sebagai seorang Rasul.
Selamat
Datang ya Nabi Salam,
Haji
Wada'
Haji Wada' adalah haji perpisahan. artinya Haji
terakhir kalinya Nabi Saw Bersama umat mengerjakan ibadah Haji bersama. Ketika
haji Wada' wukufnya tepat hari Jum'at Dan saat itu pula wahyu terakhir turun
(QS. 5:3)
"Pada
hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan Aku telah ridhai Islam sebagai agamamu."
(QS. 5:3)
(QS. 5:3)
Rasulullah berangkat meninggalkan Madinah dengan
serombongan besar kaum Muslimin pada tanggal 25 Dzulka'idah (23 Pebruari 632)
menuju ke Mekkah Almukarromah. Dengan kata-kata yang akan tetap hidup dalam
hati sekalian orang Muslim.
"Wahai manusia ! Dengarkanlah kata-kataku ini,
mungkin sesudah tahun ini, aku tidak berkumpul bersama kamu lagi ditempat ini. Nyawamu dan harta bendamu adalah suci bagi
kamu hingga kamu menghadap kepada Tuhan, sebagaimana hari ini dan bulan ini
adalah suci buat kamu sekalian. Kamu
berhak atas istri-istrimu dan istri-istrimu berhak atas kamu. Perlakukanlah
istri-istrimu dengan lemah lembut dan kasih sayang, Sesungguhnya kamu telah
mengambil mereka atas jaminan Tuhan dan mereka menjadi halal bagi kamu karena
kalimatullah.
Mereka adalah pendamping alias teman hidupmu, karena
itu berilah kepadanya petunjuk-petunjuk. Mereka tidak memiliki apa-apa pada
dirinya. Bertanggung jawablah kamu kepada Allah tentang istri. Karena itu
berilah mereka pelajaran yang baik. Dan
hamba sahayamu ! Jagalah supaya mereka makan makanan yang kamu makan dan
berilah mereka pakaian yang kamu pakai; dan jika mereka melakukan kesalahan
yang kamu tidak mudah mengampuninya, maka berpisahlah dengan mereka, karena
mereka adalah hamba-hamba Tuhan dan tidak boleh diperlakukan dengan kasar.
Wahai manusia ! Sesungguhnya Tuhan kamu satu dan orang
tuamu juga satu.
kamu semua dari Adam dan Adampun dari tanah. sebenarnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa. Tidak ada kelebihan golongan Arab atas golongan yang bukan Arab, kecuali tentang takwa.
kamu semua dari Adam dan Adampun dari tanah. sebenarnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa. Tidak ada kelebihan golongan Arab atas golongan yang bukan Arab, kecuali tentang takwa.
Wahai Manusia ! Dengarkanlah kata-kataku dan
pahamilah, umat Islam itu bersaudara, maka tidak halal baginya kecuali sesuatu
yang memang diberikan sesuai kata hati saudaranya, karena itu janganlah menipu
diri sendiri. Jagalah dirimu, dan
janganlah kamu kembali kafir sesudah aku tiada. hendaklah yang hadir hari ini
menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir, mungkin orang yang diberi tahu
lebih ingat dari 0rang yang mendengarNya."
Pada akhir khutbah itu, Rasulullah terharu melihat
kegembiraan yang sangat dari umatnya yang memperhatikan setiap katanya. Dan ia
pun berseru "Ya Allah, aku telah menyampaikan amanatku dan menunaikan
kewajibanku." Orang banyak yang berkumpul berseru serentak "Ya,
memang demikianlah adanya." Disambung oleh Rasulullah "Ya Allah,
saksikanlah ini !" Setelah
mengucapkan salam, Rasulullah mengakhiri khutbahnya yang berintikan hak -hak
asasi manusia, beliau pun beristirahat. Kemudian bangkit untuk mengerjakan
Sholat dzuhur dan Ashar dengan jama'.
Sore harinya beliau meninggalkan Arafah menuju
Mudzdalifah dan bermalam disana. Pagi harinya, ba'da subuh, beliau ke Masjidil
Haraam terus ke Mina untuk melontarkan Jumroh. Dan setelah usai mengerjakan
ibadah hajinya, Beliau kembali dengan pengikut-pengikutnya kekota Madinah.
Tahun terakhir dari hidup Nabi Muhammad Saw dihabiskannya
dikota itu.
diaturnya organisasi propinsi-propinsi Dan masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam dan menjadi bagian dari Persekutuan Islam. Hari-hari terakhirnya begitu menarik hati, karena ketenangan dan kejernihan pikirannya yang memungkinkan ia, meskipun badannya lemah tidak bertenaga, memimpin sholat berjemaah sampai tiga hari sebelum wafatnya.
diaturnya organisasi propinsi-propinsi Dan masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam dan menjadi bagian dari Persekutuan Islam. Hari-hari terakhirnya begitu menarik hati, karena ketenangan dan kejernihan pikirannya yang memungkinkan ia, meskipun badannya lemah tidak bertenaga, memimpin sholat berjemaah sampai tiga hari sebelum wafatnya.
Terakhir kali beliau muncul dalam masjid dipapah oleh
dua orang keponakannya, Ali dan Fazal, putra pamannya Abbas Bin Abdul Muthalib.
Wajahnya pucat dan dahinya dibalut kain. Perlahan-lahan beliau berjalan menuju
mimbar. Beberapa orang sahabat sudah mulai terisak.sebagian besar berusaha
menahan air mata mereka. Suatu senyuman
yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, bermain diwajahnya dan nampak
oleh semua yang hadir mengelilinginya. Sesudah berdoa dan memuji Tuhan seperti
biasa, Rasulullah berkhutbah kepada orang banyak yang kesemua isinya tidaklah
dapat kita uraikan disini karena keterbatasan tempat dan panjangnya isi khutbah
beliau Saw itu, inilah sekedar beberapa diantaranya
"Wahai manusia, bagaimana mungkin kalian menolak
kematian Nabimu. Seandainya ada orang yang sebelumku yang hidup kekal, aku akan
hidup kekal bersama kalian. Ketahuilah, Aku akan menemui Tuhanku. Sudah tua usiaku, sudah rapuh tulangku, sudah
lemah tubuhku, sudah siap diriku, sudah besar kerinduanku untuk menemui
Tuhanku. Aku kira, inilah hari terakhir antara aku dan kalian. Selama aku
hidup, kalian menyaksikanku. Sesudah aku tiada, Allah akan menjadi khalifahku
bagi setiap mukmin, laki-laki dan perempuan.
Wahai sahabat-sahabatku, menurut kalian, Nabi macam
apakah aku ini ?
bukankah aku berjuang bersama kalian, bukankah pernah sobek bahuku, bukankah dahiku pernah Berdebu, bukankah darah pernah mengalir diwajahku dan membasahi janggutku, bukankah telah kutanggung duka dan derita Menghadapi kaumku yang bodoh, bukankah pernah kuikatkan batu diperutku untuk menahan rasa lapar ?"
bukankah aku berjuang bersama kalian, bukankah pernah sobek bahuku, bukankah dahiku pernah Berdebu, bukankah darah pernah mengalir diwajahku dan membasahi janggutku, bukankah telah kutanggung duka dan derita Menghadapi kaumku yang bodoh, bukankah pernah kuikatkan batu diperutku untuk menahan rasa lapar ?"
Para
sahabat serentak berkata, "Benar, wahai Rasulullah. Engkau sudah memikul
semuanya dengan tabah, engkau telah menolak kemungkaran sehingga engkau
menghadapi cobaan-cobaan karena Allah. Semoga Allah membalas kebaikan engkau
dengan pahala yang paling utama."
"Semoga Allah juga memberikan pahala kepada
kalian !" kata Rasulullah Saw.
selanjutnya beliau berkata, "Sesungguhnya Allah Azza Wa jalla telah menetapkan bahwa tidak boleh orang datang kepada-Nya dengan meMbawa kezaliman. Demi Allah, siapakah dIantara kaliaN yang pernah disakiti Muhammad, berdirIlah dan balaslah sekarang (lakukan QisHash), disinilah aku untuk mempertanggung jawabkannya. qishash di Dunia lebih aku sukai dari pada Qishahs dihari akhirat nanti dihadapan para malaikat dan para Nabi. Jika aku ada berhutang sesuatu kepada salah Seorang, segala yang kebetulan aku miliki akan kujadikan bayarannya."
selanjutnya beliau berkata, "Sesungguhnya Allah Azza Wa jalla telah menetapkan bahwa tidak boleh orang datang kepada-Nya dengan meMbawa kezaliman. Demi Allah, siapakah dIantara kaliaN yang pernah disakiti Muhammad, berdirIlah dan balaslah sekarang (lakukan QisHash), disinilah aku untuk mempertanggung jawabkannya. qishash di Dunia lebih aku sukai dari pada Qishahs dihari akhirat nanti dihadapan para malaikat dan para Nabi. Jika aku ada berhutang sesuatu kepada salah Seorang, segala yang kebetulan aku miliki akan kujadikan bayarannya."
Seorang laki-laki berdiri dari tengah-tengah hadirin.
Namanya Sauda Bin Qais. dia berkata, "Semoga orang tuaku menjadi
tebusanmu, Ya Rasul Allah. ketika engkau kembali dari Tha'if, aku menjemput
anda. engkau mengendarai unta anda, qushwa, dan pada tangan engkau ada Tongkat
kecil. engkau mengangkat tongkat Itu
ketika bermaksud untuk menggerakkan unta engkau Tersebut. tongkat itu mengenai
perutKu. aku tidak tahu apakah engkau melakukannya dengan sengaja atau
tidak."
Menjawab
Rasulullah
"Aku berlindung kepada Allah jika aku lakukan dengan sengaja. Wahai Bilal, pergilah kerumah Fatimah dan Ambil tongkat kecilku itu." Bilal keluar dari masjid Nabawi dan pergi menuju kerumah Fatimah, putri bungsu Rasulullah dari perkawinannya dengan Khadijjah.
"Aku berlindung kepada Allah jika aku lakukan dengan sengaja. Wahai Bilal, pergilah kerumah Fatimah dan Ambil tongkat kecilku itu." Bilal keluar dari masjid Nabawi dan pergi menuju kerumah Fatimah, putri bungsu Rasulullah dari perkawinannya dengan Khadijjah.
Setelah
kembali dan menyerahkan tongkat tersebut kepada Nabi Saw., Rasulullah Saw
berseru "Mana Sauda ?"
"Ini saya, ya Rasul Allah," kata Sauda Bin Qais.
"Bukalah perut anda, ya Rasul allah !" Dan Nabi yang mulia itupun menyingkapkan pakaiannya.
sauda Bin Qais serta merta memeluk Nabi dan memohon Izin untuk mencium perut beliau, setelah Nabi mengizInkannya, ia Berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari api neraka dengan meletakkan mulutku pada tempat Qishash diperut rasul."
"Ini saya, ya Rasul Allah," kata Sauda Bin Qais.
"Bukalah perut anda, ya Rasul allah !" Dan Nabi yang mulia itupun menyingkapkan pakaiannya.
sauda Bin Qais serta merta memeluk Nabi dan memohon Izin untuk mencium perut beliau, setelah Nabi mengizInkannya, ia Berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari api neraka dengan meletakkan mulutku pada tempat Qishash diperut rasul."
Nabi
Saw bertanya, "Ya Sauda Bin Qais, Akan engkau lakukan Qishashmu itu atau
engkau maafkan perbuatanku itu ?" "Aku maafkan, ya Rasul Allah
!" Jawab Saudah.
Rasulullah
Kemudian berdoa dan memohon rahmat Allah bagi mereka yang hadir dan bagi mereka
yang telah gugur dalam penganiayaan oleh musuh; dinasehatinya sekali lagi
kaumnya untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agama dan hidup dalam damai dan
kelapangan hati; diakhirinya khutbahnya itu dengan mengutip ayat Qur'an
"Negeri
akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri
dan berbuat kerusakan. Karena kesudahan itu adalah bagi mereka yang
berbakti."
(QS. 28:83)
(QS. 28:83)
Selanjutnya, Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah lagi
tampil dalam sholat berjemaah dan menunjuk Abu Bakar untuk menjadi imam sholat.
Kepada Ali Bin Abu Thalib Rasulullah berwasiat untuk memandikan dan
mengafaninya bila ia telah kembali kerahmatullah.
Tidak lama setelah peristiwa itu, pada hari Senin, 12
Rabi'ul awal 11 hijriah, manusia mulia itu menghembuskan napasnya yang
terakhir, kembali kepada Tuhan yang telah mengutusnya, Tuhan yang telah
memuliakan hidupnya, menjadikannya sebagai penghulu semua Nabi yang hanya
namanya saja berhak disandingkan bersama -sama dengan nama Allah dalam kalimah
syahadah.
Nabi yang mulia, Paraclete yang dipenuhi oleh ruh suci
itu, telah tiada.
namun meski begitu, ajarannya, risalah Yang dibawanya akan tetap Hidup selama -lamanya, bersemayam dihati setiap umat Muslimin, mukminin dan mukminat, sebagaImana yang diwasiatkan oleh Jesus The Christ, Nabi Isa Almasih putra maryam dalam Biblenya
namun meski begitu, ajarannya, risalah Yang dibawanya akan tetap Hidup selama -lamanya, bersemayam dihati setiap umat Muslimin, mukminin dan mukminat, sebagaImana yang diwasiatkan oleh Jesus The Christ, Nabi Isa Almasih putra maryam dalam Biblenya
St.
John 1416
"There
is no compulsion in religion. The right direction is henceforth distinct from
error. And he who rejecteth false deities and believeth in Allah hath grasped a
firm handhold which will never break. Allah is Hearer, Knower."
(QS. 2:256)
(QS. 2:256)
Jenazah Nabi Muhammad Saw dikuburkan diMadinah. dahulu,
kuburan Nabi Muhammad saw berada diluar masjId dan mulai masuk kedalam ruang
masjid setelah MasjId Nabawi mengalami perluasan hingga sekarang. Didekat makam Nabi ini juga terdapat kuburan 2
sahabat utama beliau, yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar Bin Khatab yang
masing-masingnya menjabat khalifah pertama dan kedua setelah kepergian Rasul.
Ditempat
lain, makam/pekuburan Baqi' tidak jauh dari Masjid Nabawi, dapat dicapai dengan
jalan kaki, lebih kurang 10 menit; letaknya disebelah timur kota Madinah.
Sahabat Rasulullah yang dikuburkan di Baqi' mencapai lebih kurang 10.000
jenazah; diantaranya Usman Bin Mazh'un dan As'ad Bin Zurarah.
Kuburan Khalifah ketiga, Ali Bin Abu Thalib, Sufyan
Bin Harits Bin Abu Thalib dan Abdullah Bin Ja'far terletak hanya sekitar 40
meter dari pintu masuk pemakaman sebelah barat daya. Dibagian selatannya terdapat kuburan Aqil Bin
Abu Thalib, dan sejauh lebih kurang 5 meter terdapat kuburan Ummul Mukminin;
'Aisyah Istri Nabi Muhammad Saw, Saudah Binti Zam'ah, Hafshah binti Umar
AlKhatab, Zainab Binti Khuzaimah, Ummu Salamah Binti Umayyah, Juariah Binti
AlHaritsz, Ummu Habibah, Ramlah Binti Abi Sufyan, Shafiah Binti Huyaya Binti
AlKhatab.
Sekitar 15 meter dari sana, disebelah barat terdapat
pula kuburan puteri Nabi Ummu Kalsum (wafat 9 H), Ruqayah, Zainab (wafat 8 H).
Dan 25 meter darinya keselatan condong ketimur terdapat kuburan paman Nabi,
Abbas Bin Abdul Muthalib, Hasan Bin Ali Bin Abu Thalib (cucu Rasulullah),
puteri bungsu Rasul dari Khadijjah, Fatimahtuzzahra, Ali Bin Abu Thalib, putera
Rasulullah Saw, Ibrahim (wafat usia 22 bulan atau 16 bulan, sekitar 3 bulan
menjelang Nabi Muhammad wafat) dan Imam Malik Bin Anas (179 H).
Disana juga terdapat kuburan Abdurrahman Bin 'Auf,
Saad Bin Abi Waqas, As'ad Bin Zurarah, Hunain Bin Huzafah, Fatimah Bin As'ad
(Ibu dari Ali Bin Abu Thalib), dan sekitar jarak 135 meter dari sana terdapat
kuburan Usman Bin Affan (wafat 35 H atau 656 M).
Adapun
kuburan Khadijjah Binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah Saw dan Maimunah
Binti AlHarits, istri Rasulullah yang terakhir, terdapat dikota Mekkah dimakam
Ma'ala atau nama lainnya Ma'ulla.
Sejahtera
untukmu ya Nabi Allah, Rahmah dan Berkah jugalah untukmu
engkau telah Dengan susah Payah melepasKan umat manusia dari belenggu kebodohan dan kejahilIyahan, penuh sakit dan derita engkau tanggung demi Syiar Allah.
cinta kasihmu terhadap umat manusia, tidak akan pupus diterjang masa. ajaranmu, risalahmu akan tetap terjaga sampai kapanpun tidak ada satupun yang dapat merobohkan api kebenaranmu !
engkau telah Dengan susah Payah melepasKan umat manusia dari belenggu kebodohan dan kejahilIyahan, penuh sakit dan derita engkau tanggung demi Syiar Allah.
cinta kasihmu terhadap umat manusia, tidak akan pupus diterjang masa. ajaranmu, risalahmu akan tetap terjaga sampai kapanpun tidak ada satupun yang dapat merobohkan api kebenaranmu !
No comments:
Post a Comment
ini komentar