Tuntunan
Rasulullah ketika Membesuk Orang Sakit
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa
membesuk di antara shahabat yang sakit.
Suatu hari beliau membesuk seorang pemuda dari Ahli Kitab yang pernah menjadi pembantu beliau.
Pada saat yang sama paman pemuda itu, seorang musyrik juga membesuknya. Beliau
menawarkan agar keduanya masuk Islam. Maka pemuda itu memenuhi
tawaran beliau dan pamannya menolak.
Biasanya beliau mendekati orang yang sakit, duduk di
samping kepalanya dan menanyakan keadaannya, ''Apa yang engkau rasakan?''
Beliau juga pernah menanyakan apa yang
diinginkan orang sakit yang sedang beliau besuk, "Apakah engkau
menginginkan sesuatu?" Jika memang dia menghendaki sesuatu dan tidak
mudharat, maka beliau memerintahkan orang lain untuk meladeninya. Beliau mengusapkan tangan
kanan ke badan orang yang sakit seraya
mengucapkan doa,
'Ya Allah. Rabb manusia, singkirkanlah siksaan dan
berilah kesembuhan, karena Engkaulah Maha Pemberi kesembuhan, yang tiada kesembuhan
selain kesembuhan dari-Mu, suatu kesembuhan yang tidak disertai penderitaan. "
Beliau biasamembacakan doa tiga kali bagi orang yang
sakit, seperti yang beliau lakukan
terhadap Sa'd dengan bersabda, "Ya Allah, berikanlah kesembuhan kepada
Sa'd. Ya Allah, berikanlah kesembuhan kepada Saad. Ya Allah, berikanlah
kesembuhan kepada Sa'd."
Saat inemasuki tempat tinggal orang yang sakit. beliau
mengucapkan. "Tidak apa-apa, suci insya Allah. "
Beliau pernah me-ruqyah orang yang mendapat luka atau mengeluhkan rasa sakit. Beliau
meletakkan jari telunjuk ke tanah, kemudian meiigangkatnya seraya bersabda.
"Dengan asma Allah, ini adalah tanah bumi kami.
dengan ludah sebagian di antara kami. menyembuhkan orang yang sakit di antara
kami, dengan seizin Rabb kami. " (Diriwayalkan Al-Bukhary dan Muslim).
Hadits ini menggugurkan lafazh yang disebutkan dalam
hadits tentang tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab, yang di
antara sifat mereka ialah tidak me-ruqyah dan tidak meminta agar dirinya di-ruqyah,
sebagaimana yang disebutkan di dalam Ash-Shahihain. Lafazh dalam hadits ini,
"Tidak meruqyah merupakan kesalahan
dari rawi. Ibnu Taimiyah berkata, "Yang benar ialah dengan lafazh, "Mereka tidak meminta di-Yang demikian
itu karena kesempurnaan tauhid mereka. Karena itu mereka tidak meminta agar orang lain me-ruqyah
dirinya, dan karena mereka hanya bertawakal kepada Allah.
Bukan termasuk tuntunan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam
yang mengkhususkan hari tertentu untuk membesuk orang sakit atau pun waktu
tertentu. Yang beliau syariatkan kepada umatnya ialah membesuk orang sakit kapan pun waktunya, siang maupun malam. Diriwayatkan dari beliau,
"Tidaklah seorang Muslim mengunjungi orang Muslim
lainnya, melainkan Allah mengutus tujuh
puluh ribu malaikaiyang bershalawat atas dirinya, kapan pun waktunya dari siang
hari hingga sore hari, kapan pun
waktunya dari malam hari hingga pagi hari. " (Diriwayat- kan Ahmad,
At-Tirmidzy, Abu Daud dan Al-Hakim).
Jika beliau merasa tidak memiiiki harapan atas kesembuhan
orang sakit yang dibesuknya, maka beliau mengucapkan, "Inna
lillahi wa inna ilahiraji 'un. '
No comments:
Post a Comment
ini komentar