Tuntunan
Rasulullah Saat Membaca Al-Qur'an atau Mendengarkannya
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mempunyai hizib (Bagian dari Al Qur'an di
baca setiap malam, yang dengan
bagian-bagian ini beliau mengkhatamkan semua Al-Qur'an dalam beberapa
malam) dari Al-Qur'an yang tidak pernah
ditinggalkannya. Bacaan beliau berupa tartil, huruf perhuruf dan berhenti pada
setiap ayat, berlindung kepada Allah dari syetan setiap hendak memulai bacaan
dan memanjangkan bacaan yang memang dibaca panjang. Beliau juga senang
mendengar bacaan Al-Qur'an dari orang lain.
Karena itu beliau menyuruh Ibnu Mas'ud untuk membacanya,
lalu beliau mendengarkannya. Karena khusyu'nya dalam mendengarkan bacaan,
hingga airmata beliau keluar. Tidak ada yang menghalangi beliau untuk membaca
Al-Qur'an selain dari junub. Terkadang beliau melagukan bacaannya. Abdullah bin
Mughaffal meriwayalkan bahwa beliau pernah membaca seperti gagap jika semua ini dikompromikan dengan
perintah beliau agar melagukan atau membaguskan suara saat membaca Al-Qur'an, maka
dapat ditarik kesimpulan, bahwa bacaan beliau yang seperti gagap itu memang
disengaja dan bukan karena terpaksa karena beliau sedang naik onta dan ontanya
bergerak-gerak.
Ada sebagian orang yang terlalu cenderung untuk melagukan
bacaan Al-Qur'an dan sebagian lain ada yang tidak tertarik sama sekali dan
bahkan melarangnya. Masing-masing
menyodorkan alasan yang menguatkan pendapatnya. Jalan keluar dari masalah ini dapat dikatakan
sebagai berikut, bahwa melagukan bacaan
itu ada dua sisi:
1 . Dilakukan apa adanya tanpa memaksakan diri, lanpa
mempelajari dan meiatihnya sedemikian rupa. Bacaan dilagukan menurut pembawaan dirinya.
Yang demikian ini diperbolehkan, seperti yang dikatakan Abu Musa Al- Asy'ary
kepada Nabi, ''Sekiranya aku mengetahui engkau mendengarkan, tentu aku akan membaguskannya
sedemikian rupa."
2. Lagu itu dibuat-buat, dipaksakan, untuk menggugah rasa
sedih dan kesenangan jiwa, bukan karena
pembawaan, yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan mempelajari, melatih atau memaksakan
diri untuk itu, dengan nada rendah dan
tinggi. dengan ukuran-ukuran tertentu, maka inliah yang dimakruhkan orang-orang salaf, dicela dan diingkari.
No comments:
Post a Comment
ini komentar