Tuntunan
Pelaksanaan Ruku' dan Bangkit dari Ruku'
Setelah usai membaca, beliau mengangkat kedua tangannya
sambil bertakbir untuk ruku Kedua telapak tangan diletakkan di kedua lutut
dalam posisi mencengkeramnya, menjauhkan kedua tangan dari
lambung, mengembangkan punggung dan memanjangkan, lurus, tidak merendahkan
kepala dan tidak pula mendongakkannya.
Terkadang beliau mengucapkan "Maha suci Rabbku Yang Maha agung. "
Namun adakalanya beliau mengucapkan. "Mahasuci Engkau ya Allah. Rabb kami dan dengan pujimu ya Allah, ampunilah aku. "
Lamanya ruku' beliau sekira sepuluh bacaan tasbih. begitu
pula sujudny a. Tapi terkadang lamanya ruku" kira-kira sama dengan lamanya
saat berdiri. yang beliau kerjakan pada
waktu shalat malam dan sendirian.
Petunjuk beliau menyeimbangkan shalat dan menyesuaikannya
dengan keadaan. Terkadang dalam ruku'nya beliau mengucapkan, "Mahasuci dan Mahabersih Rabbnya para
malaikal dan Jibril. "
Terkadang beliaujuga mengucapkan,
'Ya Allah, kepada-Mu aku ruku', kepada-Mu aku beriman.
kepadaMu aku pasrah diri. Pendengaran, penglihatan, otak tulang dan nadi kutunduk
kepada-Mu. "
Bacaan-bacaan yang terakhir ini diriwayatkan dari beliau
saat mengerjakan shalat malam. Setelah itu beliau bangkit sambii mengangkat
kedua tangan, seraya mengucapkan, "Allah mendengar orang yang memuji-Nya"
Tulang punggung beliau senantiasa dalam keadaan lurus
saat bangkit dari ruku" dan saat duduk antara dua sujud. Beliau bersabda
tentang hal ini, Suatu shalat tidak akan diberi balasan
selagi seseorang tidak menegakkan tulang punggungnya saat ruku' dan
sujud."
Jika beliau benar-benar sudah dalam keadaan berdiri legak
dan lurus setelah bangkit dari ruku". maka beliau mengucapkan, "Wahai
Rabb kami, dan bagi-Mu segalapuji. "
Atau boleh jadi beliau mengucapkan. "Ya Allah Rabb kami. bagi-Mu segalapuji.
"
Tidak boleh menghimpun bacaan di antara keduanya. atau
tidak boleh dibaca, Allahuma Robbana
walakal-hamdu. " Pada bacaan yang kedua tidak perlu membacanya.
Tuntunan beliau tentang lamanya berdiri setelah
ruku" ialah sama dengan lamanya ruku'. Ada juga riwayat shahih dari
beliau. bahwa beliau pernah mengucapkan,
"Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh
langit dan sepenuh bumi, sepenuh apa yang ada di antara keduanya serta sepenuh
apa saja yang Engkau kehendaki dari
sesuatu setelah itu. Engkau adalah Dzat
yang layak menerima pujian dan pengagungan. Tidak ada satu pun yang menghalangi apa yang telah Engkau
berikan, dan tidak ada yang dapat memberikan apa pun yang telah Engkau halangi
serta tidak akan berguna kekayaan
orangyong kaya di sisi-Mu. "
Adapula riwayat yang shahih dari Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam, bahwa beliau pernah mengucapkan, 'Ya Allah, bersihkanlah akud ari kesalahan-kesalahanku
dengan air, es dan embun. Cucilah aku dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahanku,
sebagaimana kain putih yang dicuci dari koloran. Jauhkanlah
antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana
Engkau jauhkan antara timur dan barat. "
Muslim meriwayatkan dari Anas, dia berkata, "Jika
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengucapkan, 'Sami 'allahu liman
hamidahu ', maka beliau dalam keadaan berdiri, hingga kami berkata, 'Beliau
diam untuk beberapa saat".Kemudian
beliau sujud,dudukdi antara keduasujud. sehingga kami berkata, 'Beliau diam
untuk beberapa saat'."
Begitulah tuntunan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam
ketika melaksanakan ruku' dan saat bangkit dari ruku". Memendekkan dua
rukun ini merupakan kebiasaan para
gubernur Bani Umayyah, hingga memunculkan anggapan bahwa yang demikian itu termasuk
As-Sunnah.
Sujud dan Duduk di
antara Dua Sujud
Kemudian beliau bertakbir dan merunduk untuk melakukan
sujud. tanpa mengangkat kedua tangan.
Beliau meletakkan kedua lutut terlebih dahulu
lalu disusul dengan kedua telapak tangan, kemudian meletakkan keningdan hidung di tempat sujud. Inilah
yangshahih. Bagian yang paling dekat
dengan tanah diletakkan lebih dahulu, dan ketika bangkit, maka yang paling jauh dari tanah diangkat lebih dahulu,
atau kepala lebih dahulu, lalu kedua tangan,
lalu kedua lutut. Inilah kebalikan dari apa yang dilakukan onta saat bangkit. Beliau melarang penyerupaan
dengan binatang saat shalat.
Beliau melarang turun ke bawah seperti menderumnya onta.
melarang menoleh seperti menolehnya
burung gagak, melarang mengangkat tangan saat salam seperti ekor kuda.
Beliau sujud dengan menempelkan kening dan hidung, tidak
menghalanginya dengan kain sorban. Beliau lebih sering sujud di atas tanah,
juga pernah sujud di atas air, di atas
tanah iiat, tikar kecil yang terbuat dari pelepah korma. di atas tikar yang dibuat untuk shalat
dan di atas kulit yang sudah
disamak.
Jika sujud beliau menempelkan kening dan hidungnya
keras-keras dengan tanah, menjauhkan
kedua tangan dari lambung dan meiebarkannya, sehingga terlihat kulit ketiak beiiau yang
putih. Kedua teiapak tangan diletakkan sejajar dengan pundak dan hidung, lurus
dalam sujudnya, menghadapkan
ujung-ujungjarinyakearahkibiat, membuka teiapak dan
jari-jarinamun tidak merenggangkannya dan tidakpula menggenggam.
Dalam sujud itu
beiiau mengucapkan,
"Mahasuci Rabbku YangMahatinggi. "
Terkadang beliau mengucapkan,
"Mahasuci Engkau, ya allah, Rahb kami dan dengan
puji-Mu, ya Allah, ampunilah aku. "
Terkadang beiiau mengucapkan,
"Mahasuci dan Mahabersih Rahbnyapara malaikat dan
Jihril. "
Beliau juga pernah mengucapkan dalam sujudnya,
"Ya Allah, kepada-Mu aku sujud, kepada-Mu aku
beriman, kepadaMu aku pasrah diri, wajahku sujud kepada Dzatyang menciptakan
dan membentuknya, membelah pendengaran
dan penglihatannya, Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta. "
Beliau juga pernah mengucapkan,
"Ya Allah, ampunilah bagiku semua dosaku, yang kecil
dan yang besar, yang awal dan yang akhir, yang tampak dan yang tersembunyi.
"
Beliau juga pernah mengucapkan,
" Ya Allah, ampunilah bagiku kesalahan-kesalahanku,
kebodohanku, kelebih-lebihanku dalam
urusanku, dan apa pun yang Engkau lebih mengetahuinya
daripada aku. Ya Allah ampunilah bagiku kesungguhanku dan candakii. kesalahanku
dan kesengajaanku. dan semua itu ada pada
diriku. Ya Allah, ampunilah bagiku apa yang bidahulukan dan apa yang kuakhirkan. yang kusemhunyikan
dan yang kutampakkan, Engkau Ilahkuyang tiada Jlah selain Engkau. "
Beliau memerintahkan untuk bersungguh-sungguh dalam
berdoa dan sujud, seraya bersabda,
"Sesungguhnya ia lebih pantas untuk dikabulkan bagi
kalian. "
Kemudian beliau mengangkat kepala sambil mengucapkan
takbir tanpa mengangkat kedua tangan.
kemudian duduk iftirasy. membentangkan kaki kiri dan duduk di atasnya, menegakkan
kaki kanan, meletakkan kedua tangan di
atas kedua lutut, ujung tangan ada di atas lutut, tidak menggerakkan jari, dan mengucapkan doa,
"Ya Allah ampunilah bagiku, rahmatilah aku.
cukupilah aku, tunjukilah aku dan berilah aku rczki. "
Hudzaifah menyebutkan dari Rasulullah ShallallahuAlaihi
waSallam, bahwa beliau mengucapkan doa,
"Ya Allah, ampunilah aku, ampunilah aku. "
Kemudian beliau bangkit dengan ujung kaki dan lututnya,
bertumpu pada kedua pahanya. Jika sudah bangkit, beliau langsung memulai bacaan
dan tidakdiam seperti yang dilakukan setelah takbiratul-ihram. Beliau shalat
pada rakaat kedua seperti yang dilakukan pada rakaat pertama, kecuali empat
hal; Diam, bacaan istiftah, takbiratul-ihram dan
memanjangkannya.
Saat duduk untuk tasyahhud, beliau meletakkan tangan kiri
di atas paha kiri dan meletakkan tangan kanan di atas paha kanan pula, menunjuk
dengan jari teiunJLik. y ang tidak
meluruskannya secara Icnipang dan tidak menegakkannya. tctapi mcnibengkokkannya
scdikit. tidak menggerak-gei-akkannya. pandangan
matatertuju ke jari telunjuk itu, mengembangkanjari-jari tangan kiri (tidak mcnggenggam). Sifat duduk tasyahhud sama
dengan saat duduk antara dua sujud.
Scdangkan hadits Ibnuz-Zubair yang diriwayatkan Muslim, bahwa jika duduk dalam
shalat, maka kaki kiri teiietak di antara paha dan betis kaki yang kanan, dilakukan pada
tasyahhud akhir.
Begitulah yang senantiasa
beliau lakukan dalam tasyahhud akhir, dan beliau mengajari para shahabat untuk mengucapkan, 'Salam sejahtera bagi Allah, shalat dan
hal-hal yang haik. Kesejahteraan bagimu wahai nabi dan rahmat Allah
serta barakah-Nya. Salam sejahtera atas
kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa liada Ilah selain Allah, dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. "
Beliau memendekkan bacaan tasyahhud ini, seakan-akan
beliau sedang duduk di atas batu yang panas. Tidak pernah dinukil dari satu
hadits pun bahwa beliau mengucapkan shalawat dan salam atas diri dan kerabat
beliau, tidak memohon perlindungan dari
adzab kubur, adzab Jahannam, cobaan hidup
dan mali. cobaan Al-Masih Ad-Dajjal. Boleh jadi orang yang ingin mengucapkannya, karena dia memahami dari
keumuman yang dianjurkan untuk diucapkan
pada tasyahhud akhir.
Kemudian beliau bangkit sambil mengucapkan takbir, di
atas ujung kaki. Sedangkan tangan tetap
berada di atas lutut, bertumpu kepada paha. Di dalam Muslim dan sebagian jalan riwayat
Al-Bukhary disebutkan bahwa beliau mengangkat kedua tangan di tempat ini,
kemudian hanya membaca Al-Fatihah saja.
Tidak ada satu riwayat pun yang menyebutkan bahwa beliau membaca sesuatu
setelah Al-Fatihah pada dua rakaat yang terakhir (untuk shalat yang empat
rakaat).
Tidak ada tuntunan yang membolehkan menoleh pada vvaktu
shalat. Di dalam Shahih Al-Bukhary
disebutkan, bahwa ada seseorang yang menanyakan hal ini. Maka beliau menjawab,
"Menoleh adalah sambaran yang dilakukan
syetan dari shalat hamba." Memang beHau pernah melakukannya,
tapi itu dilakukan karena sebab tertentu dan bukan
merupakan kebiasaan yang terus-menerus
dilakukan, seperti beliau menoleh ke arah celah yang bisa ditempati penjaga.''
Beliau mengucapkan doa Setelah tasyahhud akhir sebelum
salam. Bahkan beliau memerintahkannya seperti yang disebutkan dalam hadits Abu
Hurairah dan Fadhalah. Doa sesudah salam dengan menghadap kiblat atau menghadap
para makmum, tidak termasuk tuntunan beliau. Doa-doa secara umum yang berkait dengan shalat, diucapkan saat shalat
dan begitulah yang beliau perintahkan.
Hal ini sesuai dengan keadaan orang shalat yang menghadap Allah. Jika sudah
salam, berarti tidak lagi dalam keadaan menghadap Allah. Kemudian beliau mengucapkan salam ke
arah kanan lalu ke arah kiri. Begitulah
yang senantiasa beliau lakukan. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau mengucapkan satu kali salam tanpa
menoleh. Tapi riwayat ini tidak kuat.
Ada pula yang diriwayatkan dari Aisyah seperti yang disebutkan As-Sunan. Tapi ini pun juga hadits lemah Jadi tidak cukup hanya dengan satu salam saja.
Inilah di antara doa-doa yang beliau baea sesudah
tahiyyat akhir sebelum salam.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohonperlindungan
kepada-Mu dari adzab kubur. Aku
berlindung kepada-Mu dari godaan Al-Masihud Dajjal. Aku berlindung kepada-Mu
dari cobaan hidup dan mati. Ya Allah,
aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang. " "Ya Allah, ampunilah bagiku dosaku,
lapangkanlah bagiku dalam tempat tinggalku,
berkahilah bagiku dalam rezkikii. " Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
ketetapan dalam urusan kepada-Mu dan
kesungguhan dalam petunjuk. Aku memohon kepadaMu agar dapat mensyukuri nikmat
dan beribadah dengan baik kepadaMu. Aku memohon had yang suci dan lidahyang
henar kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu
kebaikanyang Engkau ketahui, dan aku berlindung
kepada-Mu dari kejahatanyang Engkau ketahui, dan aku memohon ampunan terhadap dosa-dosa yang Engkau
ketahui. "
Yang diriwayatkan dari beliau tentang semua doa yang
diucapkan dalam shalat ini dalam bentuk
tunggal (aku) dan bukan jama* (kami). Padahal
itu terjadi saat shalat subuh. Beliau menoleh ke sebuah celah jalan yang
memungkinkan bag] penjagaiiya untuk maju ke depan. Jadi apa yang beliau lakukan
ini karena ada sebab khusus.
dalam riwayat Al-Imam Ahmad dan Ahlus-Sunan disehulkan
dari hadits Tsauban, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. "Seseorang
tidak boleh mengimami suatu kautn, lalu dia mengkhususkan doa bagi dirinya
sendiri tanpa mereka. Jika dia melakukannya. berarti dia telah mengkhianati
mereka. Sementara Ibnu Khuzaimah
menyebutkan di dalam Shahih-nya. dan dia
menyebutkan doa yang dibaca Rasulullah Shallallahu Alaihi
waSallam, ''Ya Allah- jauhkanlah antara
diriku dan kesalahan-kesalahanku...." Di sini disebutkan lafazh tunggal.
yang berarti untuk diri behau sendiri. Maka hadits ini sudah cukup untuk menyangkal hadits maudhu' di
atas. Sayajuga mendengar Syaikhul-lslam
Ibnu Taimiyah berkata. "Menuriit hemat saya. hadits yang menyebutkan doa yang dibaca imam semacam ini
sudah tertuju untuk dirinya dan juga
untuk makmum. Mereka bersekutu di dalamnya, seperti halnya doa qunut atau lain-lainnya.
Beliau menekurkan kepala dalam shalat.'' Hal ini
disebutkan Ahmad dalam riwayatnya.
Sementara tatkalatasyahhudpandanganbeliau tidak Icbih dari ujung telunjuknya,
Allah telah mcnjadikan kesenangan dan kenikmatan beliau ada dalam shalat. Beliau pcrnah
bersabda kepada Bilal. ''Hai Bilal, buatiah
kami berislirahat dengan shalat."
Suatu kali beliau sudah memulai shalatdan bermaksud
hendak memanjangkannya, Tapi tiba-tiba terdengar suara tangis bayi. Maka beliau
memendekkannya, karena khawatir akan merisaukan hati ibu bayi tersebut. Ketika sedang mengerjakan shalat fardhu beliau juga
pernah menggendong Umamah binti Abul-Ash, cucu beliau atau putri Zainab.
Jika berdiri, beliau menggendongnya, dan
ketika ruku atau sujud, beliau meletakkannya. Al-Hasan dan Al-Husain juga
pernah mendekati beliau ketika sedang shalat, lalu naikke atas punggung beliau. Saat itu beliau
memanjangkan sujudnya, karena khawatir akan
menjatuhkan salah seorang di antara keduanya. Ketika beliau sedang shalat. Aisyah datang. Maka beliau
berjalan, membukakan pintu, lalu beliau
kenibali lagi ke tempat shalatnya lagi. Beliau menjawab salam dengan isyaral ketika sedang shalat, seperti yang
diriwayatkan dari Jabir, Anas, Shuhaib, Abdullah bin Umardan Abdullah bin
Mas'ud Radhiyallahu Anhum . Tentang
hadits Abu Ghathafan dari Abu Hurairah Radhiyallahy Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. beliau
bersabda, '^Siapa yang memberi isyarat
dalam shalatnya, sehingga isyarat itu bisa dipahami. maka hendaklah dia mengulang lagi shalatnya^: adalah hadits
batil seperti yang dikatakan Ad- Daruquthny. Yang benar, beliau pernah memberi
isyarat. Terkadang beliau shalat tanpa mengenakan alas kaki, terkadang
meneenakannva. dan bahkan beliau memerintahkan untuk shalat dengan pandangan beliau tidak iebih
dari tempat sujud. T idak memejamkan mata dan tidak pula mendongakkan kepala ke langit.
mengenakan aias kaki, agar berbeda dengan orang-orang
Yahudi. Terkadang beliau shalat dengan
mengenakan satu lembar pakaian dan terkadang mengenakan dua lembar pakaian. Tapi yang
terakhir ini lebih sering beliau lakukan.
Ada beberapa anak kecil yang hendak lewat di depan beliau
ketika beliau sedang shalat. Lalu beliau
memberi isyarat dengan tangan agar mereka menyingkir, sehingga mereka pun menyingkir.
Beliau pernah meniup ketika shalat,
pernah menangis, berdahak, berdehem, karena ada sebab khusus yang membuat beliau melakukan hal-hai itu.
Beliau pernah membaca doa qunut selama sebulan penuh. dan
setelah itu tidak melakukannya lagi.
tepatnya setelah ruku". Doa qunut ini dibaca karena ada sebab-sebab khusus, dan selagi
sebab itu hilang, maka beliau tidak lagi
mengerjakannya. Terus-menerus membaca qunut bukan termasuk tuntunan beliau.
Jelas sesuatu yang mustahil beliau selalu membaca doa qunut setelah berdiri dari ruku',
"Allhummahdimfimanhadait.... "sambil mengeraskan suara dan diamini
para makmum. Tak seorang pun di antara para shahabat yang melakukannya. Bahkan
mereka mengatakan, "Itu adalah bid'ah yang diada-adakan." Hal ini diriwayatkan.
Sekiranya beliau dan para shahabat
melakukannya, tentu umat akan menukil hal ini dan merincinya. Tuntunan beliau
tentang qunut hanya khusus pada saat terjadi bencana, dan
meninggalkannya jika bencana itu sudah lewat. Beliau juga tidak mengkhususkannya hanya pada waktu shalat subuh saja, tapi
yang lebih banyak lakukan ialah pada
waktu-waktu dikabulkannya doa, seperti waktu akhir malam dan waktu sahur. Tentang hadits Abu
Ja'far Ar-Razy, dari Ar-Rabi' bin Anas,
dari Anas, dia berkata. ''RasuluWah Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa membaca doa qunut pada waktu shalat
subuh hingga meninggal dunia",
disebutkan di dalam AI-Mi/snad, At-Tirmidzy juga meriwayatkannya. Tapi Abu
Ja'far ini didha'ifTon Ahmad dan Juga laln-lainnya.
No comments:
Post a Comment
ini komentar