Masalah ke-95:
Dibaca dalam dua rakaat
sembahyang sunah Fajar sesudah Al-Fatihah yang pertama Qul Yaa Ayyuhal
kaafiruun dan pada rakaat kedua Qul HuwAllah swtu Ahad. Jika mau, dia bisa
membaca pada rakaat pertama:
(Teks Bahasa Arab)
Terjemahan: “Katakanlah
(wahai orang-orang mukmin), ‘Kami beriman kepada Allah swt dan apa yang
diberitakan kepada kami…”
(QS Al-Baqarah 2:136)
Dan pada rakaat kedua:
(Teks Bahasa Arab)
Terjemahan: “Katakanlah,
‘Whai ahli kitab, marilah kepad suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada
perselisihan antara kami dan kamu,…”
(QS Ali-Imran 3:64)
Keduanya sahih dari
perbuatan Rasulullah saw Dalam sembahyang sunah Maghrib rakaat pertama, membaca
Qul yaa ayyuhal kaafiruun dan rakaat kedua Qul huwAllah swtu Ahad. Dan keduanya
juga dibaca dalam dua rakaat Thawaf dan dua rakaat Istikharah.
Dan dalam sembahyang witir
tiga rakaat, rakaat pertama membaca Sabbihisma rabbikal a’laa dan rakaat kedua
Qul Yaa Ayyuhal kaafiruun serta rakaat ketiga Qul Huwallahtu Ahad dan
Al-Mu’awwidzatain.
Masalah ke-96:
Sunah membaca surat
Al-Kahfi pada hari Jumaat berdasarkan hadits Abu Said Al-Khudri ra dan lainnya.
Imam Asy-Syafi’i berkata dalam kitab Al-Umm, disunahkan juga membacanya pada
malam Jumaat.
Dalil ini ialah riwayat
Abu Muhammad Ad-Daarimi dengan isnadnya dari Abu Said Al-Khudri ra, dia berkata:
“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumaat. Dia diterangi cahaya
antara rumahnya dan Al-Baitul Atiiq (Kaabah).”
Ad-Daarimi menyebut suatu
hadits yang menganjurkan membac Surat Huud pada hari Jumaat. Diriwayatkan dari
Makhul seorang tabi’in yang mulia, bahwa sunah membaca Surat Ali-Imran pada
hari Jumaat.
Masalah ke-97:
Disunahkan memperbanyak
membaca Ayat Kursi disemua tempat dan membacanya setiap malam ketika hendak
tidur dan membaca Al-Mu’awwidzatain setiap ba’dal sembahyang.
Diriwayatkan dari Uqbah
bin Amir ra, katanya:
(Teks Bahasa Arab)
Terjemahan: “Rasulullah
saw menyuruhku membaca Al-Mu’awwidzatain setiap selesai sembahyang.”
(Riwayat Abu Dawud,
Tirmidzi dan Nasa’i Tirmidzi berkata: hadits hasan sahih.
Masalah ke-98:
Disunahkan ketika akan
tidur membaca ayat Kursi, Qul huwAllah swtu Ahad, Al-Mu’awwidzatain dan akhir
surat Al-Baqarah. Ini amalan yang perlu diperhatikan. Diriwayatkan berkenaan
dengannya menerusi hadits-hadits sahih dari Abu Mas’ud Al-Badri ra bahwa
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa membaca dua
ayat terakhir dari surat Al-Baqarah dalam suatu alam maka kedua yat itu
mencakupinya (melindungi)nya.”
Sejumlah pakar mengatakan,
maksudnya mencukupinya dari sembahyang malam. Para ulam lainnya berkata: yaitu
melindunginya dari gangguan pada malam tersebut.
Diriwayatkan dari Aisyah
ra:
Terjemahan: “Bahwa Nabi
saw setiap malam membaca Qul huwallahtu Ahad dan Al-Mu’awwidzatain.”
Kami telah mengemukakannya
dalam bab meniup dengan membaca Al-Qur’an. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Dawud
dengan isnadnya dari Ali ka, katanya: “Saya belum pernah melihat seorang
berakal yang masuk Islam tidur seblum membaca ayat Kursi.” Dan diriwayatkan
dari Ali ra, katanya: “Saya belum pernah melihat orang yang berakal tidur
sebelum membaca tiga ayat terakhir dari surat Al-Baqarah.” Isnadnya sahih
berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim.
Diriwayatkan dari Uqbah
bin Amir ra, katanya: Rasulullah saw berkata kepadaku:
Terjemahan: “Janganlah
engkau biarkan malam berlalu, kecuali engkau membaca di dalamnya Qul huwallaahu
Ahad dan Al-Mu’awwidzatain. Maka tidaklah tiba suatu malam kepadaku kitaecuali
aku membacanya.”
Diriwayatkan dari Ibrahim
An-Nakha’I, katanya: “Mereka menganjurkan agar membaca surat-surat ini setiap
malam tiga kali, yaitu Qul Huwallaahu Ahad dan Al-Mu’awwidzatain.” Isnadnya
sahih berdasarkan syarat Muslim.
Diriwayatkan dari Ibrahim
pula, mereka mengajari orang-orang apabila hendak tidur membaca
Al-Mu’awwidzatain.
Diriwayatkan dari Aisyah
ra:
“Nabi saw tidak tidur
hingga membaca surat Az-Zumar dan Bani Israil.”
(Riwayat Tirmdizi dan dia
berkata: Hadits Hasan)
Masalah ke-99:
Jika bangun setiap malam
sunah membaca akhir Surat Ali-Imran dari firman Allah swt: Inna fii khalqis
samaawaati wal ardhi sehingga akhir ayat.
Mengikuti riwayat yang
terdapat di dalam Shahihain:
Terjemahan: “Sesungguhnya
Rasulullah saw membaca akhir Surat Ali Imran apabila bangun dari tidur.”
Masalah ke-100:
Tentang apa yang dibacakan
untuk orang sakit. Sunah membaca Al-Fatihah di samping orang sakit berdasarkan sabda
Nabi saw dalam hadits sahih berkenaan dengan perkara tersebut: “Dari mana
engkau tahu bahwa Al-Fatihah adalah ruqtah (sejenis obat dan mantera)?”
Sunah membaca Qul
Huwallaahu Ahad, Qul A’uudzu bi rabbil falaq dan Qul A’uudzu bi rabbin Naas
uantuk orang sakit dengan meniup pada kedua telapak tangan.
Hal tersebut diriwayatkan
dalam Shahihain dari perbuatan Rasulullah saw yang telah dijelaskan dalam bab
meniup di akhir bagian yang sebelum ini.
Diriwayatkan dari Thalhah
bin Mutharif, katanya: “Jika Al-Qur’an dibaca di dekat orang sakit, dia merasa
lebih ringan. “Pada suatu hari aku memasuki khemah seseorang yang sedang
sakit”. Aku berkata: “Aku melihatmu hari ini dalam keadaan baik.” Dia berkata:
“Telah dibacakan Al-Qur’an di dekatku.”
Diriwayatkan oleh
Al-Khatib Abu Bakar Al-Baghdadi rahimahullah dengan isnadnya, bahwa Ar-Ramadi
ra ketika menderita sakit, katanya: bacakan hadits kepadaku. Ini baru hadits,
apalagi Al-Qur’an.
Masalah ke-101:
Tentang apa yang dibacakan
di dekat mayat. Para ulama sahabat kami dan yang berkata, sunah membaca surat
yasiin di dekatnya berdasarkan hadits Ma’qil bin Yasar ra bahwa Nabi saw
bersabda:
“Bacakanlah surat Yasiin
untuk mayatmu.”
(Riwayat Abu dawud dan
Nasa’I, dalam Amalul Yaum wal Lailah dan Ibnu Majah dengan isnad dha’if)
Diriwayatkan oleh Mujalid
dari Asy-Sya’bi, katanya:
“Kaum Anshor apabila hadir
di dekat mayat, mereka membaca surat Al-Baqarah.”
Dan orang bernama Mujalid
ini adalah sha’if. Wallahua’lam.
==
No comments:
Post a Comment
ini komentar