Saturday, 13 February 2016

iman kepada Utusan Allah

Mengimani Para Utusan Allah

Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kiamat, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi” (QS. Al Baqarah: 177)

Pokok-Pokok Keimanan Terhadap Para Rasul
· Keimanan yang benar terhadap para Rasul Allah harus mengandung empat unsur pokok yaitu:
· Beriman bahwasanya risalah yang mereka bawa benar-benar risalah yang berasal dari wahyu Allah Ta’ala.
· Beriman terhadap nama-nama mereka yang kita ketahui.
· Membenarkan berita-berita yang shahih dari mereka.
·  Beramal dengan syariat Rasul yang diutus kepada kita, yaitu penutup para Nabi,  Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallaam. (Syarhu Ushuuill Iman, hal 34-35) Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi…” (QS. Al Hajj:52). Dalam ayat ini Allah membedakan antara nabi dan rasul, namun menjelasakan kalau keduanya merupakan utusan Allah.
·         Nabi dan rasul sama-sama diutus untuk menyampaikan syariat.
·         Nabi dan rasul ada yang  diturunkan kepadanya kitab, ada pula yang tidak.

Perbedaan Nabi dan Rasul :
· Nabi diberi wahyu untuk disampaikan kepada kaum yang sudah bertauhid atau untuk diamalkan bagi dirinya sendiri, sebagaimana dalam sebuah hadist, ”Dan akan datang Nabi yang tidak memiliki satu pun pengikut”. Sedangkan rasul diutus untuk menyampaikan syariat kepada kaum yang menyelisihinya.
· Nabi mengikuti syariat  sebelumnya yang sudah ada, sedangkan Rasul terkadang mengikuti syariat sebelumnya -seperti Yusuf yang diutus untuk  kaumnya dengan syariat yang dibawa oleh Ibrahim dan Ya’qub- dan terkadang membawa syariat baru. (Diringkas dari Syarh al ‘Aqidah Ath Thahawiyah Syaikh Sholeh Alu Syaikh, hal 227-234)
Para Nabi dan Rasul Mengajarkan Agama yang Satu
Mendustakan Satu = Mendustakan Semuanya

Mengimani Nama Para Rasul
Para Rasul Pemberi Kabar Gembira Sekaligus Pemberi Peringatan
dapun dalil dari sunnah adalah sebuah hadist shahih tentang syafa’at, ketika manusia mendatangi Nabi Adam untuk meminta syafaat, beliau berkata kepada mereka, “Pergilah kalian kepada Nuh, karena ia adalah rasul pertama yang diutus ke muka bumi”. Maka mereka pun mendatangi Nuh dan berkata: “engkau adalah rasul pertama yang diutus ke bumi…” (Muttafaqun ‘alaihi). Hadist ini merupakan dalil yang paling kuat menunjukkan bahwa Nuh adalah rasul pertama. Dan Nabi Adam sendiri menyebutkan bahwa Nuh sebagai Rasul pertama di atas muka bumi. (Husuulul Ma’muul bi Syarhi Tsalaatsatil Ushuulhal 196-197)



No comments:

Post a Comment

ini komentar