Mengimani Para Utusan Allah
“Akan
tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kiamat,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi” (QS. Al Baqarah: 177)
Pokok-Pokok Keimanan
Terhadap Para Rasul
· Keimanan yang benar terhadap para Rasul Allah harus mengandung empat unsur
pokok yaitu:
· Beriman bahwasanya risalah yang mereka bawa benar-benar risalah yang berasal
dari wahyu Allah Ta’ala.
· Beriman terhadap nama-nama mereka yang kita ketahui.
· Membenarkan berita-berita yang shahih dari mereka.
· Beramal dengan syariat Rasul yang diutus kepada kita, yaitu penutup para
Nabi, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallaam. (Syarhu Ushuuill Iman, hal
34-35) Dan Kami tidak mengutus
sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi…” (QS. Al Hajj:52). Dalam ayat ini Allah membedakan
antara nabi dan rasul, namun menjelasakan kalau keduanya merupakan utusan Allah.
·
Nabi dan rasul sama-sama diutus untuk menyampaikan syariat.
·
Nabi dan rasul ada yang diturunkan kepadanya kitab, ada pula yang tidak.
Perbedaan Nabi dan Rasul :
·
Nabi diberi wahyu untuk disampaikan kepada kaum yang sudah bertauhid atau untuk
diamalkan bagi dirinya sendiri, sebagaimana dalam sebuah hadist, ”Dan akan
datang Nabi yang tidak memiliki satu pun pengikut”. Sedangkan rasul diutus
untuk menyampaikan syariat kepada kaum yang menyelisihinya.
· Nabi mengikuti syariat sebelumnya yang sudah ada, sedangkan Rasul
terkadang mengikuti syariat sebelumnya -seperti Yusuf yang diutus untuk
kaumnya dengan syariat yang dibawa oleh Ibrahim dan Ya’qub- dan terkadang
membawa syariat baru. (Diringkas dari Syarh al ‘Aqidah Ath Thahawiyah Syaikh
Sholeh Alu Syaikh, hal 227-234)
Para
Nabi dan Rasul Mengajarkan Agama yang Satu
Mendustakan
Satu = Mendustakan Semuanya
Mengimani
Nama Para Rasul
Para
Rasul Pemberi Kabar Gembira Sekaligus Pemberi Peringatan
dapun
dalil dari sunnah adalah sebuah hadist shahih tentang
syafa’at, ketika manusia mendatangi Nabi Adam untuk meminta syafaat, beliau
berkata kepada mereka, “Pergilah kalian kepada Nuh, karena ia adalah rasul
pertama yang diutus ke muka bumi”. Maka mereka pun mendatangi Nuh dan berkata:
“engkau adalah rasul pertama yang diutus ke bumi…” (Muttafaqun ‘alaihi).
Hadist ini merupakan dalil yang paling kuat menunjukkan bahwa Nuh adalah rasul
pertama. Dan Nabi Adam sendiri menyebutkan bahwa Nuh sebagai Rasul pertama di
atas muka bumi. (Husuulul Ma’muul bi Syarhi Tsalaatsatil Ushuulhal
196-197)
No comments:
Post a Comment
ini komentar