BAB 5 : REKAMAN DAN PENYUSUNAN AL-QUR'AN
ii.
Penyusunan Surah
Beberapa sumber
menuduh bahwa mushaf33 yang
digunakan Ubay bin Ka'b dan Ibn Mas'ud memperlihatkan kelainan dalam susunan
surah berdasarkan pada aturan universal. Akan tetapi kita tidak melihat sumber
lain adanya perbedaan dalam perintah meletakkan ayat-ayat dalam surah tertentu.
Keunikan susunan Al-Qur'an memberi peluang tiap surah berfungsi sebagai satuan
bebas, independen unit, di mana tidak terdapat kronologi atau sumber cerita
lain yang masuk ke dalam naskah. Oleh sebab itu, tiap perubahan dalam urutan
surah dianggap tidak benar. Adanya perbedaan itu (jika benar ada), isi
kandungan risalah tetap terjamin. Adanya variasi susunan ayat-ayat merupakan
masalah lain. Kita bersyukur tak ada mushaf yang berlainan dan tak ada seorang
pun yang dapat menerima perubahan.
Para ulama sepakat
bahwa mengikuti susunan surah dalam AI-Qur' an bukan suatu kemestian, baik
dalam shalat, bacaan, belajar, pengajaran maupun hafalan.34 Setiap
surah berdiri sendiri dan tidak ada satu pun yang turun kemudian dapat
mengklaim memiliki legalitas lebih besar dari yang sebelumnya; kadang-kadang
ayat yang telah dimansukh terdapat dalam sebuah surah di mana yang
berikutnya tercatat sebagai nasikh atau pengganti. Sebagian umat Islam
mulai menghafal AL-Qur'an dari surah pendek (no. 114, 113, ...) dan begitu
seterunya ke belakang. Nabi Muhammad pernah membaca Surah alBaqarah,
an-Nisa', dan kemudian 'Ali-`Imran (surah No.2, 4, 3), secara beruntun
dalam satu raka'at,35 tidak
seperti yang kita lihat dalam susuan Al-Qur'an.
Sejauh yang saya
ketahui, tak ada hadith yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad membuat
ketetapan melarang umatnya mengambil surah tertentu secara tidak berurutan.
Pendapat yang berbeda dapat disimpulkan sebagai berikut:
Susunan semua surah
seperti yang ada, selalu merujuk pada Nabi Muhatnmad sendiri.36 Ini
pendapat yang saya ikuti. Pendapat lain mengatakan terdapat perbedaan susunan
dalam mushaf yang dimiliki beberapa sahabat seperti Ibn Mas'ud dan Ubayy bin
Ka'b) yang lain dari mushaf yang ada di tangan umat Islam.37
Sementara kalangan
ada yang berpendapat bahwa seluruh Qur'an (susunannya) diatur oleh Nabi
Muhammad kecuali surah no.9, yang dilakukan oleh `Uthman.38
Pendapat lain
menganggap susunan semua surah dibuat oleh Zaid bin Thabit, `Uthman, dan
sahabat lainnya. Al-Baqillani cenderung menerima pendapat ini.39
Ibn 'Atiyya
mendukung pendapat bahwa Nabi Muhammad menyusun beberapa surah dan lainnya
diserahkan pada para sahabat beliau.40
iii.
Susunan Surah Dalam Beberapa Mushaf
Pendapat para ulama
mengatakan bahwa susunan surah yang ada sekarang identik dengan Mushaf
'Uthmani.41 Setiap
orang yang berkeinginan mengopi Al-Qur'an secara keseluruhan diharuskan
mengikuti urutan yang ada, dan bagi yang hendak mengopi surah tertentu,
mengikuti susunan seperti yang tampak pada Mushaf 'Uthmani tidaklah
wajib. Sebuah analogi dapat diambil saat saya bepergian naik pesawat; di mana
saya ingin membawa pekerjaan namun ingin mengangkut satu jilid tebal dalam bag,
maka saya hanya mengopi sebagian yang saya perlukan selama perjalanan.
Di masa lampu mushaf
ditulis di atas kertas kulit, dan biasanya lebih berat timbangannya dari kertas
biasa. Maka mushaf seluruhnya mencapai beberapa kilogram berat. Kita memiliki
beberapa contoh AI-Qur' an yang tertulis dalam kaligrafi besar dan satu mushaf
lengkap akan melebihi satu meter panjangnya.
Gambar
5.1: Sebuah manuskrip kulit dari Yaman, ukuran 18 x 13 cm: Jasa baik dari
Museum Arsip Nasional Yaman
Gambar 5.2.: Manuskrip kulit lainnya dari Yaman, ukuran 13 cm x 8 cm: Jasa baik dari Museum Arsip Nasional Yaman.
Gambar 5.2.: Manuskrip kulit lainnya dari Yaman, ukuran 13 cm x 8 cm: Jasa baik dari Museum Arsip Nasional Yaman.
Melihat mushaf yang
dicetak oleh penerbit Raja Fahd di Madinah sebagai standard ukuran utama, ia
akan dapat mencapai enam ribu halaman (lebih kurang 9000 baris). Hal yang
sangat menarik, semua naskah dalam kertas kulit seperti terlihat pada gambar
5.2 hanya setengah baris dari mushaf cetakan Madinah. Artinya seluruh mushaf
jika tertulis dalam ukuran itu akan memerlukan 18,000 halaman. Kaligrafi
berjilid-jilid tentu saja jarang didapat, akan tetapi secara umum hal itu
menunjukkan bahwa yang disebut mushaf terdiri dari banyak surah. Semua rak buku
di perpustakaan di seluruh dunia akan dipenuhi bagianbagian dari mushaf
tertulis. Daftar di bawah ini sekadar beberapa contoh yang terdapat di satu
perpustakaan, the Salar Jung museum di Hyerabad, India.42
No.
Manuskrip |
No.
Surah |
Susunan Surah
|
Tanggal43
|
244
|
29
|
36, 48, 55, 56,
62, 67, 75, 76, 78, 93, 94, 72, 97, dan 99 - 114.
|
± awal abad ke-11
|
246
|
16
|
62 ( 8 ayat
pertama saja ), 110, 1, 57, 113, 56, 94, 114, 64, 48, 47, 89, 112, 36, 78 dan
67.
|
naskah ± awal
abad
ke-10 dan akhir abad ke-11 |
247
|
10
|
1, 36, 48, 56,
67, 78,109, dan 112-114
|
|
248
|
9
|
73, 51, 67, 55,
62, 109, dan 112-114
|
1076 H. (= 1666 M.)
|
249
|
9
|
17, 18, 37, 44,
50, 69, 51, 89 dan 38
|
1181 H.(= 1767 M.)
|
250
|
9
|
20, 21, 22,
63,dan 24 - 28
|
± awal abad ke-12
|
251
|
8
|
6, 36, 48, 56,
62, 67, 76 dan 78
|
± awal abad ke 11
|
252
|
8
|
1, 6, 18, 34, 35,
56, 67 dan 78
|
± awal abad ke-11
|
255
|
8
|
1, 36, 48, 55,
67, 73, 56 dan 78
|
± awal abad ke-14
|
253
|
8
|
36, 48, 56, 62, 67, 71, 73 dan 78
|
± akhir abad ke-11
|
254
|
7
|
1, 55, 56, 62, 68, 73 dan 88
|
± akhir abad ke-12
|
256
|
7
|
36, 48, 78, 56, 67, 55 dan 73
|
± awal abad ke-11
|
257
|
7
|
36, 48, 78, 67, 56, 73 dan 62
|
± pertengahan abad ke-11
|
258
|
7
|
18, 32, 36, 48, 56, 67 dan 78
|
± akhir abad ke-11
|
259
|
7
|
18, 36, 37, 48, 56, 67 dan 78
|
± akhir abad ke-11
|
260
|
7
|
36, 48, 56, 67, 78, 55 dan 62
|
± akhir abad ke-12
|
261
|
7
|
36, 48, 78, 56, 67, 55 dan 73
|
± akhir abad ke-13
|
262
|
6
|
1, 36, 48, 56, 67
dan 78
|
± 1115 H (= 1704
M)
|
263
|
6
|
36, 48, 55, 56,
67 dan 68
|
± 1278 H. (= 1862
M)
|
264
|
644
|
1, 36, 48, 56, 78
dan 67
|
± akhir abad
ke-10
|
265
|
645
|
18, 36, 71, 78,
56 dan 67
|
± akhir abad
ke-13
|
266
|
6
|
36, 55, 56, 62,
63 dan 78
|
± 989 H. (= 1581
M)
|
267
|
5
|
36, 48, 56, 67
dan 78
|
± 1075 H.(= 1664
M)
|
268
|
5
|
36, 48, 56, 67
dan 78
|
± 1104 H.(= 1692
M.)
|
270
|
5
|
36, 48, 56, 67
dan 78
|
± 1106 H.(= 1694
M.)
|
271
|
5
|
36, 48, 67, 72
dan 78
|
± 1198 H.(= 1783
M.)
|
272
|
5
|
36, 48, 56, 67
dan 78
|
± 1200 H.(= 1786
M.)
|
273
|
5
|
36, 48, 55, 56
dan 67
|
1237 H.
|
275
|
5
|
36, 78, 48, 56
dan 67
|
± 626 H. (= 1228
M.)
|
279
|
5
|
36, 48, 56, 67
dan 78
|
Di salin oleh
Yaqut al Musta'simi
|
280
|
5
|
1, 6, 18, 34 dan
35
|
± 1084 H.(= 1673
M.)
|
281
|
5
|
36, 48, 56, 59
dan 62
|
± awal abad ke-10
|
282
|
5
|
1, 6, 18, 34 dan
35
|
± awal abad ke-10
|
284
|
5
|
6, 36, 48, 56 dan
67
|
± akhir abad
ke-10
|
296
|
5
|
18, 36, 44, 67
dan 78
|
± awal abad ke
12
|
308
|
4
|
6, 18, 34 dan 35
|
± akhir abad ke-9
|
310
|
4
|
6-9
|
± akhir abad
ke-12
|
Dari sini kita akan
dapat mengambil kesimpulan bahwa barangsiapa hendak menulis sebagian mushaf
dapat dilihat pada perpustakaan tempat surah yang ada disusun, seperti yang
dapat dilihat pada tabel.
4. Kesimpulan
Dengan memahami
keperluan dokumentasi tiap ayat, masyarakat Muslim yang telah mencapai urutan
huffaz telah membuat sistem hafalan sebagai penangkal pengaruh yang merusak.
Pada periode Mekah dengan laju penindasan yang begitu kuat tidak mampu
memunahkan Al-Qur' an yang pada akhirnya, umat Islam menikmati kemajuan di
Madinah baik yang melek huruf maupun yang buta ikut ambil bagian dalam
menghafal AI-Qur'an. Di tengah mereka (bangsa) tersebut tinggal rasul terakhir
(Muhammad) yang mendiktekan, menjelaskan, menyusun ayat melalui inspirasi
ketuhanan dengan status privilege (hak istimewa) dirinya, seluruh ayat
Al-Qur'an di dalamnya menjadi sempurna. Bagaimanakah teks suci ini kemudian
dipelihara setelah wafatnya Nabi Muhammad %%% dan bagaimana bangsa itu
mencurahkan segala upaya memelihara keutuhan Al-Qur' an, ini merupakan fokus
utama dalam bab berikut.
No comments:
Post a Comment
ini komentar